Posts

Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) EDSA menyelenggarakan Sarasehan Tindak Lanjut Aspirasi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) PBI Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 09.30 WIB–selesai, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan PBI.

Sarasehan dibuka oleh Ketua HMPS PBI EDSA 2024/2025, Derly Syahputra.

“Sarasehan ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab. Berbagai masukan disampaikan, mulai dari jadwal perkuliahan, proses pembelajaran, interaksi dosen dan mahasiswa, hingga kurikulum, magang, dan layanan akademik,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan KBM PBI. Masukan yang disampaikan meliputi jadwal perkuliahan, proses pembelajaran, interaksi dosen–mahasiswa, magang dan praktikum, kurikulum, serta fasilitas akademik.

Baca juga EDSA UAD Laksanakan Kunjungan Akademik ke PBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., menyampaikan bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Sarasehan Aspirasi PBI UAD 2025/2026

“Mahasiswa bukan sekadar objek layanan akademik, tetapi mitra dalam membangun kualitas pembelajaran. Apa yang disampaikan hari ini kami dengarkan sebagai cermin bersama, tentang apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu dibenahi,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa hasil sarasehan tersebut akan ditindaklanjuti secara bertahap.

“Masukan dari mahasiswa dan dosen akan kami jadikan bahan refleksi dan tindak lanjut, terutama dalam mendampingi mahasiswa agar dapat tumbuh secara akademik, profesional, dan personal, serta demi kebaikan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ke depan,” tambahnya.

Perwakilan mahasiswa, Ahmed Rassel, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai hal positif yang telah berjalan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD.

“Kami mengapresiasi kualitas dan dedikasi dosen, suasana akademik yang kondusif, serta program pendukung pembelajaran yang selama ini dirasakan bermanfaat,” ujarnya.

Mahasiswa juga berharap adanya penguatan komunikasi dan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa agar proses pembelajaran ke depan dapat berlangsung semakin baik.

Melalui sarasehan ini, PBI UAD menegaskan komitmennya untuk terus membangun iklim akademik yang terbuka, dialogis, dan kolaboratif dengan menempatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran.

Yogyakarta – Para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti Workshop Penyusunan Proposal Hibah DPPM Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Laboratorium B, Kampus 4 UAD.

Acara dibuka dengan sambutan Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan peluang hibah penelitian sebagai sarana pengembangan diri dosen. Selain itu, hibah penelitian juga berperan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian di lingkungan prodi. Ia mendorong para dosen untuk lebih percaya diri dalam mengajukan proposal hibah. Menurutnya, manfaat hibah tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga mendukung kemajuan prodi secara keseluruhan.

Pada sesi berbagi pengalaman, R. Muhammad Ali, S.S., M.Pd., yang telah berhasil meraih Hibah DPPM sebelumnya, memaparkan strategi dan kiat sukses penyusunan proposal. Ia menguraikan poin-poin utama dalam panduan hibah serta menegaskan urgensi research roadmap.

“Peta jalan penelitian, rekam jejak publikasi, serta konsistensi karya ilmiah menjadi penguat utama dalam proposal kita,” ujarnya.

Selanjutnya, Drs. Bambang Widi Pratolo, Ph.D., turut memberikan pengalaman dan masukan berharga terkait penyusunan proposal penelitian. Ia kembali menegaskan pentingnya memperhatikan aspek teknis sesuai ketentuan hibah.

“Jangan sampai konten sudah bagus, tetapi secara teknis justru kurang rapi sehingga menurunkan kualitas proposal,” jelasnya.

Bambang Widi juga menekankan bahwa penggunaan referensi mutakhir dan bersumber dari jurnal bereputasi merupakan unsur krusial dalam memperkuat landasan teoretis proposal. Kebaruan dan kredibilitas referensi menunjukkan relevansi penelitian dan meningkatkan peluang proposal untuk memperoleh penilaian positif dari reviewer.

Menutup kegiatan, Kaprodi kembali mengajak seluruh dosen PBI untuk tidak hanya fokus pada pengajuan proposal penelitian, tetapi juga proposal pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kontribusi nyata melalui program pengabdian akan membuat keberadaan Prodi PBI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas

Bangkok, ThailandDosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Khafidhoh, S.Pd., M.Pd., turut ambil bagian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang berlangsung di Witthayapanya Matthayom School, Thailand, pada 22–23 Mei 2025. Kegiatan bertajuk Fun English Learning as an Effort to Improve Mental Health among Students ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Aceh, dan Witthayapanya Matthayom School, serta didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Pengabdian multidisipliner ini dipimpin oleh Khoiriyah Isni, S.KM., M.Kes. dari Program Studi Kesehatan Masyarakat UAD dan melibatkan tim lintas keilmuan, termasuk Khafidhoh dari PBI UAD serta dua psikolog dari Universitas Muhammadiyah Aceh, yakni Nur Hasmalawati, M.Psi. dan Rizka Dara Vonna, M.Psi.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan mental siswa melalui pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan. Kegiatan utama meliputi Fun English Learning dengan metode project-based learning dan gallery walk, skrining kesehatan mental serta stres akademik, dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta teknik relaksasi sederhana.

Khafidhoh menyampaikan harapannya agar program ini memberikan dampak positif bagi siswa.

Dosen PBI UAD berkontribusi di Pengabdian ke Masyarakat Internasional

“Harapannya bisa memberikan impact positif bagi sekolah, khususnya siswa bisa belajar dengan gembira sehingga potensi mereka bisa tergali dengan optimal, khususnya dalam belajar bahasa Inggris,” ujarnya.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen dosen PBI UAD dalam mewujudkan pengabdian yang bermakna di tingkat internasional dengan pendekatan holistik terhadap pembelajaran dan kesejahteraan siswa.

Pada Selasa, 25 Februari 2025, Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris dan Kepala Laboratorium PBI FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi pembicara dalam workshop TOEFL yang diadakan secara daring melalui Zoom dan YouTube oleh FKIP Universitas Islam Riau (UIR). Kegiatan ini menyasar mahasiswa FKIP UIR angkatan 2022 dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tes TOEFL. 

Dekan FKIP UIR, Dr. Miranti Eka Putri., S.Pd., M. Ed., memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Workshop on TOEFL

“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan balasan dari PBI FKIP UAD. Hari ini, kita menyelenggarakan workshop TOEFL bersama Bu Astry selaku Kepala Lab PBI FKIP UAD. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa semester 6 se-FKIP UIR. Saya juga ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang hadir. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa kita dalam menghadapi masa depan,” imbuhnya. 

Dalam acara ini, Astry memberikan pemaparan materi terkait listening, reading, serta structure and written expression dengan jelas dan komprehensif. Ia juga membahas berbagai latihan soal yang mendorong interaksi aktif di antara peserta. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka saling menjawab contoh soal yang diberikan oleh Astry, menciptakan suasana belajar yang dinamis.

Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., pemateri Workshop on TOEFL FKIP UIR

Astry menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diingat saat mengerjakan soal TOEFL. 

“Ada tiga hal yang perlu kalian catat dengan baik. Pertama adalah knowledge atau pengetahuan. Kalian harus belajar dan memahami soal-soal TOEFL sebelum mengerjakannya. Kedua, intuisi. Jika saat mengerjakan soal kalian merasa ada intuisi yang kuat, ikuti saja. Ketiga adalah decision. Sebelum masuk ruang ujian, kita memutuskan satu opsi untuk menjawab setiap soal yang sama sekali kita tidak paham. Keputusan ini akan membantu kita menghemat waktu”, jelas Astry. 

Kepala Laboratorium FKIP UIR, Andi Idayani, M.Pd.,

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (Q&A), di mana para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Astry. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh peserta untuk mendalami materi yang telah disampaikan. 

Di penghujung sesi, Kepala Laboratorium FKIP UIR, Andi Idayani, M.Pd., menyampaikan  “Senang bertemu lagi dengan Bu Astry. Hari ini kita bertemu lagi dalam kesempatan ini untuk berbagi ilmu. Semoga kegiatan ini bisa dijadikan bekal sebelum melaksanakan tes TOEFL prediction bagi mahasiswa angkatan 2022 pada bulan Maret”, ujar Andi Idayani. 

Kegiatan workshop ini merupakan wujud implementasi kerja sama antara Lab PBI FKIP UAD dan Lab Bahasa FKIP UIR, yang memiliki tujuan untuk mengenalkan tes kemampuan bahasa Inggris serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi menghadapi TOEFL.