Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (PBI UAD) lolos seleksi program KMMI Kemendikbudristek seniali 160 juta rupiah. Dengan itu, PBI UAD akan menjadi penyelengara short course yang bisa diikuti mahasiswa dari seluruh Indonesia.

KMMI atau program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia adalah salah satu program dalam Kampus Merdeka. Program ini bertujuan untuk lebih mendekatkan kemampuan mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.

PBI UAD lolos dengan membawa program kursus Content Writing. Keterampilan Content Writing sangat diperlukan dalam dunia digital saat ini. Peserta kursus akan dipersiapkan untuk mampu menjadi pengisi konten pada berbagai platform digital. Dalam pelaksanaannya, program ini juga menggandeng Saung Writer sebagai praktisi profesional untuk semakin mendekatkan materi pelatihan dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Buka website isinya tulisan. Buka Shopee atau Tokopedia review produk pakai tulisan. Bahkan sampai soal politik di Sosmed pun isinya kompetisi gagasan lewat tulisan,” ujar Saeful Effendi, dosen PBI UAD yang terlibat dalam penyusunan program. Menurutnya, kemampuan content writer sangat diperlukan di dunia kerja.

KMMI diperuntukan bagi mahasiswa lintas kampus. Semua mahasiswa di seluruh Indonesia bisa mengikuti short course Content Writing yang diisi oleh tim PBI UAD tersebut. Untuk menjadi salah satu penyelenggara, PBI UAD mesti menjalani seleksi ketat dan berkompetisi dengan perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI UAD) sukses bawa tim debat jadi 2nd runner-up di ajang NUDC Kopertis V 2021. Erlina Nur’aini bersama timnya melaju ke level nasional untuk bertarung dengan tim dari seluruh Indonesia.

Di kesempatan lainnya, Erlina juga menjadi Grand Finalist Novice 7th Best Speaker di ajang debat Atma Open 2021. Kompetisi debat bahasa Inggris ini diikuti oleh perwakilan universitas dari seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta.

Tim debat Erlina merupakan salah satu tim dalam komunitas debat DeCo UAD. Komunitas ini telah bertahun-tahun membawa mahasiswa PBI UAD menjuarai kompetisi debat bahasa Inggris dari level regional hingga internasional.

Ani Susanti, Kaprodi PBI UAD yang dulunya juga seorang debater DeCo mengatakan bahwa komunitas dan kelompok belajar sangat didukung keberadaannya di Prodi PBI UAD. “Komunitas membuat atmosfir belajar makin kuat,” tukasnya.

Dukungan terhadap komunitas berwujud pada pengadaan fasilitas penunjang seperti ruang sekretariat dan kelengkapannya. Anggota komunitas juga mendapat pendanaan untuk mengikuti kompetisi atau pelatihan.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI UAD) lolos seleksi pertukaran mahasiswa ke Spanyol. Melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), Muhammad Arifin akan belajar di University of Granada. Mahasiswa angkatan 2018 tersebut menjadi salah satu peserta yang lolos dari total 3000 pendaftar.

Arifin mengakui jika capaiannya tersebut adalah hasil kerja keras yang ditopang oleh dukungan Prodi dan juga Universitas. Prodi memberi pendampingan dalam menghadapi serangkaian tes seleksi.

“Tentu do’a orang tua itu pasti,” ujarnya. Ia berharap program tersebut bisa meningkatkan kompetensi diri. Selain itu, ia juga ingin menularkan ilmu dan pengalaman belajar di luar negeri pada teman-teman di kampusnya.

Arifin akan belajar selama satu semester di universitas tujuan. Ia akan mengikuti sejumlah mata kuliah bersama dengan mahasiswa kampus tersebut secara luring.

Ani Susanti, Ketua Prodi PBI UAD mengaku sangat mendukung mahasiswanya untuk ikut berbagai kompetisi dan seleksi beasiswa. Sebelumnya, telah terdapat sejumlah mahasiswa yang mengikuti program serupa. Baru-baru ini dua lulusan PBI UAD berhasil lolos beasiswa S2 ke Australia.

IISMA sendiri adalah program Direktorat Belmawa Kemendikbud untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Indonesia. Tujuan program tersebut adalah perguruan tinggi terkemuka khususnya di negara maju.

Pendidikan Bahasa Inggris Univeritas Ahmad Dahlan (PBI UAD) terpilih dalam seleksi program bantuan bagi Program Studi (Prodi) yang menerapkan kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Prodi PBI UAD menjadi salah satu Program Studi dari 184 Perguruan Tinggi yang dinyatakan lolos seleksi program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud RI). Gagasan Prodi PBI UAD dalam bentuk Pertukaran Mahasiswa dan Pengembangan Edutourism Village dinilai sesuai dengan semangat kurikulum MBKM.

Model Pertukaran Mahasiswa akan mendorong mahasiswa semester 4 dan 6 di Prodi PBI UAD dan di Universitas Muhammadiyah Metro Lampung untuk saling bertukar tempat belajar dalam melaksanakan perkuliahan pada mata kuliah terpilih. Pada Proyek Pengembangan Edutourism Village, Prodi PBI UAD bermitra dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tembi, Bantul, Yogyakarta.

Model ini akan mendorong mahasiswa semester 4 dan 6 di Prodi PBI UAD untuk turut berperan dalam merintis Desa Tembi menjadi desa wisata pendidikan melalui kegiatan-kegiatan pelatihan bahasa Inggris dan pemberdayaan masyarakat.

Prodi PBI UAD berhak menerima bantuan sejumlah 66 juta rupiah guna membiayai program tersebut. Ani Susanti, Ketua Program Studi sekaligus ketua tim penyusun mengatakan bahawa raihan tersebut adalah pengakuan atas kualitas Prodi PBI UAD.

“Ini juga tantangan bagi PBI UAD untuk terus berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Selain Prodi PBI, sejumlah Prodi di lingkungan UAD juga lolos hibah MBKM ini. Prodi tersebut adalah Akuntansi, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Biologi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Teknik Industri, dan Teknik Informatika. Informasi tersebut sebagaimana tertuang dalam edaran Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud nomor 2087/E2/BP/2020.

 

(10/04/2019) Meraih 1st runner up diajang bergengsi National Debating Championship (NUCD), Ika Suciwati dan Novi Retno, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris mampu mengharumkan nama Universitas Ahmad Dahlan ditingkat Kopertis V Yogyakarta.

Lomba yang diadakan pada tanggal 8-10 April 2019 di Griya Persada Conventional berlangsung sangat sengit. Dengan tekat yang kuat dan persiapan yang cukup matang, grup debat UAD yang terdiri dari dua orang berhasil mengalahkan Kampus ternama lainnya seperti UMY, AMIKOM, dan UII.

Persiapan yang matang berhasil membuahkan hasil yang manis diperlombaan kali ini. Setiap hari bersama komunitas Debating Community (DeCo) mereka terus mengasah kemampuan agar berhasil membawa piala pulang. Karantinapun tak luput dari jadwal Ika dan Novi dalam menghadapi perlombaan. Karantina pertama yang dilaksanakan di Jakarta diisi dengan latihan yang cukup serius dari keduanya, dilanjutkan dengan karantina kedua yang dilaksanakan di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan.

“Pihak kampus dan Bimawa sangat mendukung kegiatan kita ya, memfasilitasi apa yang kita kerjakan, jadi kita sangat terbantu sekali dan menjadi semangat” ujar Ika.

Mengulang sejarah 6 tahun lalu diajang debat yang sama NUCD, Ika dan Novi mampu naik satu tingkat menduduki 1st runner up setelah sekian lama UAD meraih 3rd runner up. Dengan hasil yang memuaskan UAD dipercayai untuk mewakili Kopertis V Yogyakarta diajang nasional yang akan diadakan di Surabaya.

“Siapapun lawannya kita harus siap karena NUCD itu changeable banget. Tiap tahun beda-beda. Bahkan ada kopertis yang belum melaksanakan lomba. Jadi ya kita tunggu aja” ujar Ika.

Rencana selanjutnya yang akan dilakukan oleh Ika dan teman-teman setelah NUCD adalah mewakili Universitas Ahmad Dahlan dan Indonesia keajang Internasional World University Debate Championship (WUDC) di Thailand.