Alumnus PBI UAD Jadi Finalis Seleksi Duta Kebudayaan Indonesia 2026

Yogyakarta — Kabar membanggakan datang dari salah satu alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Taufiquddin, S.Pd. Alumni yang akrab disapa Opik tersebut berhasil menjadi finalis Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Putra asal Bima tersebut sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Keberhasilan itu membawanya untuk mengikuti tahapan selanjutnya dalam ajang pemilihan tersebut. Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia 2026 diselenggarakan oleh Yayasan Arunika Cipta Abadi. Program ini berlangsung secara berjenjang, mulai dari tingkat daerah, regional, hingga nasional.

Ajang tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk berperan sebagai agen pelestari warisan budaya daerah. Para peserta juga didorong untuk mengenalkan dan menjaga kekayaan budaya Indonesia. Opik lahir di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, pada 29 November 2000, dan merupakan putra dari Drs. H. M. Saleh, S.Pd., imam Masjid Baiturrahman BTN Sadia, Kota Bima.

Dalam ajang ini, Opik mengusung misi memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan budaya Bima sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan tanggung jawab untuk mengangkat nama Bima dan NTB ke tingkat nasional.

Alumni PBI UAD Jadi Finalis Seleksi Duta Kebudayaan Indonesia 2026

Alumni PBI UAD Jadi Finalis Seleksi Duta Kebudayaan Indonesia 2026

Rangkaian Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12–20 Oktober 2027. Kegiatan tersebut mencakup masa karantina, berbagai rangkaian kegiatan, hingga malam final. Opik menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses tersebut. Dalam mengikuti ajang tersebut, Opik membawa identitas dan semangat budaya Bima. Ia juga berpegang pada semboyan yang diwariskan lintas generasi, “Maja Labo Dahu.”

Ketua Program Studi PBI S1 UAD, Sucipto, Ph.D., turut menanggapi capaian tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh atas prestasi yang diraih Opik sebagai salah satu alumnus PBI UAD.

“Kami dari Program Studi PBI UAD merasa sangat bangga atas capaian Saudara Opik yang berhasil lolos hingga tahap Finalis Duta Kebudayaan Indonesia 2026. Ini adalah bukti bahwa alumni PBI UAD mampu berkontribusi tidak hanya di bidang akademik dan kebahasaan, tetapi juga dalam pelestarian budaya daerah. Semoga Opik dapat terus melangkah sukses ke tahapan-tahapan berikutnya, dan terus berkarya dalam membangun daerah melalui bidang seni dan budaya,” ujar Sucipto, Ph.D.

Capaian Opik menjadi bukti bahwa lulusan PBI UAD tidak hanya berkembang di bidang akademik dan kebahasaan. Mereka juga mampu berperan aktif dalam melestarikan budaya, termasuk budaya daerah asalnya.