Yogyakarta, 15 Maret 2025 – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti Uji Kompetensi Pemandu Wisata (Tour Guide) yang digelar di Lab. Tourism, lantai 4, Gedung Lab, Kampus 4 UAD. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Sukmowati Karunia Widi, Fatin Uswatun Hasanah, dan Ahmad Ksatria Adi. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses Witness Penambahan Lingkup Skema di Bidang Kepemanduan Wisata yang diikuti oleh PBI UAD.

Kegiatan Witness ini bertujuan menjamin mutu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP). Nur Rifai Akhsan, M.Ed., dosen PBI UAD dan asesor kepemanduan wisata, menyampaikan bahwa skema ini membuka peluang bagi mahasiswa PBI untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi Pemandu Wisata.

Uji Kompetensi Tour Guide

“Dengan adanya skema ini, mahasiswa PBI memiliki kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi resmi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Rifai.

Sementara itu, Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd. B.I., Ph.D., yang turut hadir dalam pembukaan acara, menyampaikan bahwa skema yang diajukan oleh Prodi PBI ini akan sangat bermanfaat bagi lulusan.

“Lulus kuliah dapat sertifikat kompetensi. Ini menjadi bukti kredibel bagi mahasiswa yang sudah lulus dan siap memasuki dunia kerja. Sebagai kompetensi tambahan, lulusan PBI UAD akan memiliki nilai lebih dalam persaingan profesional,” ujar Sucipto.

Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UAD, Eko Ari Wibowo, S.T., M.Kom, turut menegaskan komitmen LSP dalam mendukung program studi dalam penyediaan skema kompetensi.

“Kami berharap LSP dapat memfasilitasi dan membantu prodi dalam menyediakan Skema Kompetensi untuk penerbitan Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan atas nama BNSP. Ini akan memastikan lulusan dari program studi terkait, termasuk mitra dari prodi, memiliki kompetensi yang diakui secara nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala LSP UAD menjelaskan bahwa dengan adanya lisensi dari BNSP, prodi dapat menerbitkan Sertifikat Kompetensi yang sesuai dengan profil lulusan.

“Dengan demikian, para lulusan selain memperoleh ijazah juga mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari BNSP yang sesuai dengan kompetensi profil lulusan prodi. Sertifikat ini menjadi salah satu indikator kompetensi lulusan dan bukti formal tambahan yang menunjukkan kepada masyarakat bahwa lulusan PBI UAD memiliki keahlian yang diakui secara resmi,” jelas Eko.

Uji kompetensi ini menjadi langkah strategis bagi mahasiswa dalam meningkatkan daya saing di dunia kerja, khususnya di bidang kepemanduan wisata. Dengan adanya sertifikasi dari BNSP, lulusan diharapkan lebih siap dalam menghadapi tantangan profesional di industri pariwisata dan sektor terkait lainnya.

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar Career Talk Show bertajuk “Ramadan di Luar Negeri Bersama Alumni PBI UAD.” Acara yang diadakan secara daring ini menghadirkan empat alumni yang kini berkarier dan melanjutkan studi di luar negeri. Kegiatan ini memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa dan alumni dalam merancang karier di tingkat global.

Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi dan inspirasi kepada peserta mengenai peluang karir dan studi di luar negeri. Sucipto, Ph.D., Kaprodi PBI UAD, menekankan pentingnya acara ini sebagai sumber motivasi dan bimbingan.

“Acara ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa dalam menyiapkan masa depan mereka. Dengan mendengarkan cerita dari alumni, kami berharap mahasiswa bisa mendapatkan inspirasi dan tips untuk mengembangkan karier serta melanjutkan studi di luar negeri,” ujar Sucipto.

Rangkaian Acara

Career Talk Show: Ramadan di Luar Negeri bersama Alumni PBI UAD terdiri dari empat seri:

  1. Jatimoko Saputro (Alumni Angkatan 2011, Community Operation Specialist di TDCX Thailand Ltd.) – 5 Maret 2025 
  2. M. Iqwan Sanjani (Alumni Angkatan 2012, Ph.D. Researcher dan Language Facilitator di UNSW, Australia) – 10 Maret 2025
  3. Nurul Hidayah (Alumni Angkatan 2014, Guru Bahasa Inggris Internasional di Songserm Sasana Vitaya School, Thailand) – 12 Maret 2025
  4. Andy Fitrianto (Alumni Angkatan 2007, Mahasiswa S2 di University of Bristol, United Kingdom) – 14 Maret 2025

Materi yang Dibahas

Keempat narasumber berbagi cerita menarik tentang perjalanan karir dan studi mereka di luar negeri. Mereka menjelaskan langkah-langkah yang membawa mereka ke posisi saat ini, sekaligus mengungkapkan momen-momen berkesan saat menjalani Ramadan di negara asing. Ada yang merasakan nuansa Ramadan yang penuh kemeriahan, dikelilingi oleh komunitas yang hangat, sementara yang lain menghadapi tantangan tersendiri. Pengalaman beragam ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana budaya dan tradisi tetap bisa hidup, meskipun jauh dari tanah air.

Diskusi ini semakin menarik ketika para alumni membagikan tips praktis untuk mahasiswa yang ingin mengikuti jejak mereka. Mereka menekankan pentingnya keterampilan komunikasi dan adaptasi dalam menghadapi lingkungan baru, serta bagaimana membangun jaringan dapat membuka berbagai peluang.

Selain itu, mereka juga berbagi pengalaman lucu dan tantangan yang dihadapi selama berkarier di luar negeri, menjadikan sesi ini bukan hanya informatif tetapi juga menghibur. Peserta pun tampak antusias, dengan banyak pertanyaan yang diajukan, menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk mengeksplorasi peluang global di masa depan.

Tantangan dan Peluang

Mereka juga membahas tantangan yang dihadapi saat berkarier di kancah internasional. Dari perbedaan budaya yang kadang mengejutkan hingga kesulitan beradaptasi dengan sistem kerja yang baru, setiap alumni memiliki kisah uniknya sendiri. Nurul, seorang guru Bahasa Inggris internasional di Thailand, menuturkan bahwa kemampuan beradaptasi sangat berguna ketika berkarir di luar negeri.

Nurul Hidayah – Intrernational English Teacher at Songserm Sasana Vitaya School, Thailand

“Tantangan awal yang saya rasakan adalah keterbatasan bahasa lokal di sini. Oleh karena itu, perlu sekali bisa berbahasa Inggris sebagai modal untuk bertahan di luar negeri,” jelas Nurul.

Sementara Muhammad Iqwan berbagi pengalaman menghadapi perbedaan cara berpikir dan pendekatan dalam menyelesaikan masalah. Meskipun tantangan tersebut tak jarang membuat mereka merasa tertekan, semua alumni sepakat bahwa pengalaman ini memperkaya perspektif dan keterampilan mereka. Hal ini menjadikan mereka lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

M. Iqwan Sanjani – Ph.D. Researcher at the University of New South Wales, Australia

“You have to finish what you started. Kalau yang saya alami itu lebih ke tantangan mental, tentang bagaimana mengelola perasaan,” jelas Iqwan.

Jatimoko juga menegaskan bahwa peluang untuk berkarier di luar negeri sangat banyak dan bervariasi, terutama di era globalisasi saat ini. Dia menjelaskan bahwa banyak perusahaan multinasional yang mencari talenta dengan latar belakang beragam. Ini memberikan kesempatan bagi individu untuk mengeksplorasi karir di berbagai bidang. Jatimoko mendorong para mahasiswa untuk tidak ragu mengambil langkah pertama, karena dunia kerja di luar negeri menawarkan pengalaman yang tidak hanya memperkaya keterampilan, tetapi juga memperluas jaringan profesional yang dapat bermanfaat sepanjang karir mereka.

Jatmiko Saputro – Community Operation Specialist (TDCX Thailand Ltd.)

“Peluang untuk berkarir di luar negeri itu besar, terutama bagi lulusan Bahasa Inggris. Namun, kembali kepada individu masing-masing, apakah bisa memanfaatkan kesempatan itu atau tidak,” jelas Jatimoko.

Tips dan Strategi

Diskusi ini juga menyentuh tentang tips dan strategi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi studi atau karier global, memberikan panduan praktis bagi mahasiswa yang ingin mengikuti jejak alumni.

Andy Fitrianto sempat berbagi pengalamannya saat mendaftar beasiswa LPDP, di mana salah satu hal yang perlu disiapkan dengan baik adalah tes profisiensi bahasa Inggris, baik itu IELTS (International English Language Testing System) maupun TOEFL (Test of English as a Foreign Language).

Andy Fitrianto – Awardee LPDP PK-228 University of Bristol 2024, MSc Teaching and Learning.

“Salah satu syarat untuk mengajukan beasiswa di LPDP adalah memiliki skor IELTS minimal 6, sehingga harus disiapkan dengan baik agar bisa mendapatkan skor tersebut, terutama karena biaya untuk mengikuti IELTS juga tidak kecil bagi sebagian besar orang,” ujar Andy.

Nurul Hidayah juga menjelaskan bahwa salah satu tips untuk bertahan di luar negeri adalah kemampuan berkomunikasi dengan baik. Ia menekankan pentingnya menguasai bahasa lokal dan bahasa internasional, karena hal ini akan memudahkan interaksi dengan orang-orang di sekitar dan membantu dalam menyesuaikan diri dengan budaya baru.

“Kemampuan berkomunikasi yang baik tidak hanya membantu dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang untuk membangun jaringan yang lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Dengan demikian, kita pun memiliki banyak teman di banyak negara,” ungkap Nurul.

Dengan demikian, investasi waktu dan usaha untuk meningkatkan keterampilan komunikasi sangatlah berharga bagi siapa pun yang ingin sukses di lingkungan internasional. Dengan acara ini, PBI UAD menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengeksplorasi dan memanfaatkan peluang yang ada di luar negeri, menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan global di masa yang akan datang.

Pada Sabtu, 8 Maret 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara Temu Wali Mahasiswa Angkatan 2024. Acara ini dihadiri oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) PBI, Sucipto, Ph.D., Sekretaris Program Studi (Sekprodi), Rahmi Munfangati, M.Pd., serta para Dosen Pembimbing Akademik, yaitu Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., Dr. Azwar Abbas, M.Hum., dan Indah Fajar Wahyuni, Ph.D. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet yang tentunya dihadiri juga oleh para wali mahasiswa PBI UAD angkatan 2024.

Acara ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antara pihak program studi dengan para orang tua/wali mahasiswa serta memberikan pemahaman mendalam mengenai visi, tujuan, program, dan profil lulusan PBI UAD. Sesi awal dimulai dengan perkenalan oleh Kaprodi, diikuti dengan pemaparan mengenai visi dan tujuan program studi, serta gambaran tentang prospek lulusan PBI.

Temu Wali Mahasiswa 2024

Sekprodi, Rahmi Munfangati, M.Pd., menjelaskan secara rinci tentang kurikulum program studi, mencakup struktur mata kuliah serta berbagai kegiatan akademik yang dirancang untuk mendukung perkembangan mahasiswa.

Selanjutnya, masing-masing Dosen Pembimbing Akademik berkesempatan untuk memperkenalkan diri dan mengajak para orang tua/wali mahasiswa untuk bersinergi dalam mendampingi serta mengawal perkembangan akademik mahasiswa guna mencapai kesuksesan mereka di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Sucipto, Ph.D., menegaskan, Program Studi PBI UAD berkomitmen untuk memberikan upaya terbaik melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri secara optimal, menjadi lulusan yang sukses, berakhlak mulia, memiliki wawasan luas, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” jelas Sucipto. 

Acara temu wali diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang baik antara program studi dan orang tua/wali mahasiswa untuk mendukung perkembangan pendidikan mahasiswa secara optimal.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Qurrota A’yun, mewakili Universitas Ahmad Dahlan dalam ASEAN Student Mobility Programme x ASEAN Exhibition Universities Forum 2025 yang berlangsung di Malaysia dari 18 hingga 25 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik antarnegara dan memberikan platform bagi mahasiswa untuk berbagi wawasan dan pengalaman.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) ini mengumpulkan ratusan mahasiswa dari berbagai negara Asia. Delegasi dibagi ke beberapa universitas, seperti Malaya University, Asia Pacific University, Universiti Utara Malaysia, dan Islamic International University Malaysia. Dimana mereka akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan tinggal di dormitory yang telah disediakan.

Selama tujuh hari, Tata dan peserta lainnya mengikuti berbagai kegiatan, termasuk seminar, pameran, dan kompetisi seperti Young Speaker Contest dan Innovation Challenge. Di hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan ASEAN dan pejabat akademik, diikuti dengan sesi pengenalan dan diskusi kelompok.

“Saya merasa sangat antusias dapat berdiskusi dengan mahasiswa lain mengenai isu-isu global seperti keberlanjutan lingkungan dan transformasi digital dalam pendidikan,” ungkap Tata. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman ini sangat berharga baginya.

Di hari kedua, Tata menikmati seminar tentang budaya Malaysia dan melakukan tur kampus. Bagian paling menarik adalah exhibition hall, di mana berbagai universitas menampilkan proyek unggulan mereka. Saya terinspirasi melihat inovasi yang ditampilkan,” jelasnya.

Selama acara, Qurrota dan teman-temannya berkesempatan untuk melakukan presentasi tentang Sustainable Development Goals (SDGs) serta ikut serta dalam acara budaya di Universiti Utara Malaysia. Dalam program tersebut, diadakan beberapa kompetisi, termasuk Young Speaker Contest, Innovation Challenge, dan SDG Presentation. Tata dan tim berhasil meraih juara kedua dalam kategori SDG Presentation. 


“Saya berharap kegiatan ini dapat memperluas jaringan akademik dan memberikan motivasi tambahan untuk berkontribusi lebih dalam dunia pendidikan,” kata Qurrota. “Kegiatan ini sangat berharga dalam memperkuat hubungan antar universitas di kawasan Asia.”

Dengan selesainya ASEAN Exhibition Universities Forum 2025, Qurrota pulang dengan membawa banyak ilmu dan pengalaman baru. Ia berharap bahwa lebih banyak mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan dapat mengikuti kegiatan serupa di masa depan. Karena dengan itu mahasiswa dapat terus memperluas jaringan akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan ASEAN.

Pada Selasa, 25 Februari 2025, Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris dan Kepala Laboratorium PBI FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi pembicara dalam workshop TOEFL yang diadakan secara daring melalui Zoom dan YouTube oleh FKIP Universitas Islam Riau (UIR). Kegiatan ini menyasar mahasiswa FKIP UIR angkatan 2022 dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tes TOEFL. 

Dekan FKIP UIR, Dr. Miranti Eka Putri., S.Pd., M. Ed., memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Workshop on TOEFL

“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan balasan dari PBI FKIP UAD. Hari ini, kita menyelenggarakan workshop TOEFL bersama Bu Astry selaku Kepala Lab PBI FKIP UAD. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa semester 6 se-FKIP UIR. Saya juga ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang hadir. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa kita dalam menghadapi masa depan,” imbuhnya. 

Dalam acara ini, Astry memberikan pemaparan materi terkait listening, reading, serta structure and written expression dengan jelas dan komprehensif. Ia juga membahas berbagai latihan soal yang mendorong interaksi aktif di antara peserta. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka saling menjawab contoh soal yang diberikan oleh Astry, menciptakan suasana belajar yang dinamis.

Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., pemateri Workshop on TOEFL FKIP UIR

Astry menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diingat saat mengerjakan soal TOEFL. 

“Ada tiga hal yang perlu kalian catat dengan baik. Pertama adalah knowledge atau pengetahuan. Kalian harus belajar dan memahami soal-soal TOEFL sebelum mengerjakannya. Kedua, intuisi. Jika saat mengerjakan soal kalian merasa ada intuisi yang kuat, ikuti saja. Ketiga adalah decision. Sebelum masuk ruang ujian, kita memutuskan satu opsi untuk menjawab setiap soal yang sama sekali kita tidak paham. Keputusan ini akan membantu kita menghemat waktu”, jelas Astry. 

Kepala Laboratorium FKIP UIR, Andi Idayani, M.Pd.,

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (Q&A), di mana para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Astry. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh peserta untuk mendalami materi yang telah disampaikan. 

Di penghujung sesi, Kepala Laboratorium FKIP UIR, Andi Idayani, M.Pd., menyampaikan  “Senang bertemu lagi dengan Bu Astry. Hari ini kita bertemu lagi dalam kesempatan ini untuk berbagi ilmu. Semoga kegiatan ini bisa dijadikan bekal sebelum melaksanakan tes TOEFL prediction bagi mahasiswa angkatan 2022 pada bulan Maret”, ujar Andi Idayani. 

Kegiatan workshop ini merupakan wujud implementasi kerja sama antara Lab PBI FKIP UAD dan Lab Bahasa FKIP UIR, yang memiliki tujuan untuk mengenalkan tes kemampuan bahasa Inggris serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi menghadapi TOEFL.