Posts

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Hana Lin Zakiyah, mahasiswa PBI angkatan 2025, berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 Batch 2 yang diselenggarakan oleh Google Indonesia.

Google Student Ambassador merupakan program bagi mahasiswa untuk mengenalkan dan memanfaatkan teknologi Google di lingkungan perguruan tinggi. Melalui program tersebut, para peserta didorong untuk berbagi wawasan mengenai teknologi digital serta pemanfaatannya dalam kehidupan akademik dan sehari-hari.

Seleksi GSA 2026 Batch 2 berlangsung secara online pada 24 Agustus hingga 24 September 2026. Peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari proses pendaftaran, wawancara, hingga challenge yang menjadi bagian dari penilaian.

Dalam tahap seleksi, Hana mengikuti tantangan yang diberikan oleh Gemini dan Google Indonesia. Ia juga ditantang untuk menghasilkan konten kreatif melalui media sosial sebagai salah satu bentuk kontribusi dan kreativitas peserta. Setelah seluruh tahapan selesai, hasil seleksi diumumkan pada 1 Oktober 2026. Hana kemudian akan menjalankan perannya sebagai Google Student Ambassador hingga 31 Januari 2027.

Sebagai bagian dari program, Hana akan terlibat dalam berbagai kegiatan untuk memperkenalkan teknologi Google kepada mahasiswa di lingkungan kampus maupun masyarakat. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Gemini, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan, termasuk proses pembelajaran.

Hana berharap keterlibatannya dalam program tersebut dapat menjadi sarana untuk memperluas jaringan, mengasah kemampuan, serta memperoleh pengalaman baru.

“Melalui GSA, saya ingin terus belajar, memperluas relasi, dan mengembangkan personal branding. Saya juga berharap pengalaman ini dapat memberikan manfaat bagi diri saya sekaligus orang-orang di sekitar,” ungkap Hana.

Keberhasilan Hana diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa PBI UAD untuk mengembangkan potensi dan memanfaatkan peluang di bidang teknologi dan pendidikan.

Fajar Hana Miftahul Ulum, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dipercaya menjadi Ketua Pengenalan Program Kemahasiswaan (P2K) UAD 2026. Fajar memiliki pengalaman dalam berbagai organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan kerelawanan. Pengalaman tersebut menjadi bekalnya dalam memimpin pelaksanaan P2K.

P2K 2026 mengusung tema besar “P2K Prakarsa” dengan tiga pilar utama, yaitu intelektualitas, humanitas, dan teknologi. Melalui tema tersebut, mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga berani menghasilkan gagasan dan karya nyata. Tema ini melanjutkan semangat P2K 2025 yang mengusung tema “P2K Berdaya” dengan pilar intelektual, aksi, dan masa depan. Jika P2K 2025 berfokus pada pengenalan kampus sekaligus membangun potensi dan keberanian mahasiswa, P2K 2026 membawa semangat untuk mendorong mahasiswa mengambil prakarsa melalui gagasan dan karya.

Bagi Fajar, menjadi Ketua P2K memberikan pengalaman yang berharga. Ia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak teman baru, mengelola kegiatan berskala besar, serta mengembangkan kemampuan dalam memanajemen kegiatan dan tim secara profesional. Baginya, keterlibatan dalam P2K juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat bagi universitas, khususnya dalam mempersiapkan penyambutan mahasiswa baru.

Dalam mengelola kegiatan besar, Fajar menyebut pengalaman dan komunikasi yang baik sebagai dua hal penting. Selain itu, ia juga tidak melupakan dukungan serta doa dari orang tua dan teman-teman di sekitarnya.

Fajar juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi. Menurutnya, tanggung jawab utama mahasiswa tetaplah belajar.

“Bagaimanapun, amanah yang pertama itu belajar. Jadi, pastikan tanggung jawab belajar sudah selesai untuk melanjutkan fokus ke kegiatan organisasi,” ungkapnya.

Dalam menjalankan amanahnya, Fajar memegang prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip tersebut menjadi motivasinya untuk terus belajar, berkontribusi, dan memberikan manfaat melalui setiap kegiatan yang dijalankan.

Kaprodi PBI UAD Bekali Calon Alumni Jelang Wisuda

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pembekalan Calon Wisudawan/Wisudawati pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan setelah Pelepasan Calon Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Amphitarium, Kampus IV UAD.

Sebanyak 20 mahasiswa PBI UAD yang akan mengikuti wisuda pada 1 Agustus 2026 mengikuti kegiatan tersebut. Pembekalan disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D.

Dalam pembekalannya, Sucipto memberikan semangat dan motivasi kepada para calon alumni agar memiliki rencana yang jelas setelah menyelesaikan studi. Ia menyampaikan bahwa sebagian mahasiswa yang akan diwisuda bahkan telah lebih dahulu memasuki dunia kerja. Karena itu, ia mendorong seluruh calon alumni untuk segera menentukan langkah berikutnya sesuai dengan tujuan masing-masing.

Kaprodi PBI UAD Bekali Calon Alumni Jelang Wisuda

“Setelah tanggal 1, kalian wisuda, kalian semua harus sudah ada rencana ke mana. Sudah ada kegiatan,” ujar Sucipto.

Sucipto juga memperkenalkan kiprah alumni PBI UAD yang telah sukses di berbagai bidang. Mulai dari mengikuti program Alumni Mengajar di Thailand (AMT), menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di China dan negara lainnya, hingga berkarier sebagai perwira TNI Angkatan Laut. Menurutnya, keberhasilan para alumni tersebut menunjukkan bahwa lulusan PBI UAD memiliki peluang karier yang luas.

Di akhir pembekalan, Sucipto mengingatkan para calon alumni agar selalu mengiringi setiap ikhtiar dengan kesabaran, ibadah, dan doa.

“Jadikan salat dan sabar sebagai penolongmu, dan jadikan doa sebagai senjatamu,” pesannya.

Baca juga: Dari Korea Selatan, Alumni PBI UAD Hadirkan Inspirasi Global di Guest Lecture

Kaprodi PBI UAD Bekali Calon Alumni Jelang Wisuda

Pembekalan ini diharapkan dapat memberikan bekal sekaligus motivasi kepada calon alumni PBI UAD untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi dengan lebih percaya diri dan penuh perencanaan.

Teater PeBei PBI UAD Sukses Gelar Pentas “Fragmen Lama”

Yogyakarta – Keluarga Teater PeBei Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan pementasan bertajuk Fragmen Lama. Pementasan ini diadakan pada Minggu, 14 Juni 2026. Pementasan ini menjadi ajang untuk menampilkan kemampuan seni peran dan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mengangkat tema keluarga, trauma, dan penerimaan terhadap takdir, Fragmen Lama menghadirkan kisah tentang sebuah keluarga yang harus menghadapi rahasia masa lalu. Cerita ini menggambarkan perjuangan para tokohnya dalam menghadapi berbagai konflik yang muncul akibat luka dan rahasia yang tersimpan selama bertahun-tahun.

Dalam prosesnya, setiap tokoh berusaha menemukan makna keikhlasan dan cara menerima kenyataan yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Selain mengangkat persoalan keluarga, drama ini juga menyoroti isu cinta beda agama. Konflik tersebut semakin kompleks dengan hadirnya trauma yang dialami sang ibu, yang menjadi pusat permasalahan dalam pementasan ini.

Sutradara Fragmen Lama, Dea Fitri Ananta (PBI 2023), mengungkapkan bahwa proses produksi menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, sebagian besar aktor yang terlibat masih tergolong baru dalam dunia teater sehingga membutuhkan pemahaman dan latihan yang lebih intensif. Di sisi lain, Dea juga menjalani pengalaman pertamanya sebagai sutradara dalam studi pentas tersebut.

Teater PeBei PBI UAD Sukses Gelar Pentas Fragmen Lama

“Karena di studi pentas ini aktor-aktornya masih baru, jadi butuh pemahaman dan latihan ekstra. Saya sendiri juga baru menjadi sutradara di studi pentas ini, sehingga masih dalam tahap penyesuaian sebagai penggarap,” ujar Dea.

Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan melalui serangkaian latihan rutin dan pendalaman karakter. Sementara itu, Pimpinan Produksi, Fanny Tamara (PBI 2024) tantangan terbesar yang dihadapi selama proses produksi adalah mengubah cara berpikir dalam menyikapi berbagai permasalahan yang muncul selama persiapan.

“Salah satu tantangan yang paling sering saya hadapi adalah bagaimana saya harus mengubah cara berpikir dan melihat suatu masalah,” kata Fanny.

Setelah pementasan Fragmen Lama, Keluarga Teater PeBei akan melanjutkan agenda berikutnya, yaitu Pentas Produksi yang merupakan pementasan berskala lebih besar. Dea dan Fanny berharap Keluarga Teater PeBei dapat terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik. Mereka juga berharap supaya bisa menjaga kekompakan tim, serta membangun komunikasi dan kedisiplinan yang semakin kuat di masa mendatang.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Workshop Publikasi Ilmiah: Conducting Publishable ELT Research. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Educators Hall, Kampus 4 UAD. Peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa PBI dan MPBI UAD. PBI dan MPBI UAD menghadirkan David Wijaya, Ph.D. | FHEA. dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai pemateri. Workshop ini dimoderatori oleh Dio Fahmi Alfaridhi, S.Pd., alumni PBI UAD.

Acara dibuka oleh Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., Wakil Dekan Bidang SDM dan KKAU FKIP UAD sekaligus dosen PBI UAD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan belajar dan meneliti bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia yang terus berubah.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

“Kami berharap workshop ini dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan riset dan publikasi ilmiah yang dibutuhkan di dunia akademik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam bidang penelitian dan kerja sama internasional,” ujarnya.

Baca juga: Perdalam Teknik Editing Ilmiah, Dosen PBI UAD Ikuti Workshop Penulisan Akademik

Dalam pemaparannya, David Wijaya menjelaskan bahwa penelitian yang layak dipublikasikan harus memiliki fokus yang jelas. Penelitian juga perlu didukung metodologi yang kuat, analisis data yang valid, serta kontribusi yang nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

David juga menjelaskan pentingnya menemukan research gap melalui kajian literatur. Menurutnya, kebaruan penelitian lahir dari kemampuan menemukan aspek yang belum banyak dikaji. Ia turut memperkenalkan berbagai pendekatan penelitian ELT dan memaparkan contoh penelitian yang telah diterbitkan di jurnal internasional.

David mengingatkan peserta mengenai berbagai faktor yang dapat menyebabkan naskah ditolak oleh jurnal ilmiah. Menurutnya, kualitas argumentasi, metodologi, dan kontribusi penelitian menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan penulis.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

“Banyak naskah ditolak bukan karena topiknya tidak menarik, tetapi karena argumentasinya lemah, metodologinya tidak selaras dengan tujuan penelitian, atau gagal menunjukkan kontribusi yang jelas terhadap bidang kajian yang diteliti,” jelas David.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah (2)

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Penandatanganan dilakukan oleh Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian antara kedua institusi.

Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang penelitian yang lebih terarah. Mahasiswa juga diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kontribusi akademik yang jelas dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi.