Posts

Mahasiswi PBI UAD Borong Dua Medali di IDEA FEST 5

Bogor  – Tiga mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengharumkan nama kampus dalam Lomba Esai Nasional IDEA FEST 5 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Bogor Science Club. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di IPB University pada 6–7 Juni 2026.

Tim mahasiswa PBI UAD yang terdiri atas Zahra Qurratu Ainii, Chantika Nurul Af’idah, dan Nazhiifa Hanun Nirwasita. Mereka berhasil meraih dua penghargaan sekaligus. Mereka memperoleh Gold Medal pada kategori Essay Presentation Subtema Pariwisata dan Budaya serta Silver Medal pada kategori Poster Presentation Subtema Hukum, Sosial, dan Ekonomi.

Dalam kompetisi tersebut, tim berkolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Mereka mengirimkan dua karya ilmiah berupa esai yang kemudian dikategorikan ke dalam presentasi esai dan presentasi poster.

Mahasiswi PBI UAD Borong Dua Medali di IDEA FEST 5

Zahra mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang diraih. Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga karena dapat bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

“Kami senang bisa bertemu dengan teman-teman hebat dari universitas lain. Kami juga sangat bangga karena perjuangan dan usaha yang kami lakukan akhirnya terbayarkan. Salah satu paper kami berhasil masuk grand final dan memperoleh gold medal, sementara paper lainnya meraih silver medal,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa PBI UAD Borong Prestasi di NESCO 2

Mahasiswi PBI UAD Borong Dua Medali di IDEA FEST 5

Sementara itu, Nazhiifa menjelaskan bahwa perjalanan menuju kompetisi tidaklah mudah. Proses pengumpulan paper telah dilakukan sejak Januari 2026. Setelah dinyatakan lolos, tim harus menghadapi berbagai kendala sebelum tampil di IPB University.

“Kami memiliki kesibukan masing-masing dan tidak bisa melakukan persiapan secara maksimal. Bahkan, kami baru bisa berlatih bersama sehari sebelum perlombaan. Kami sempat merasa pesimis. Namun, salah satu paper kami berhasil masuk grand final dari ratusan paper yang berkompetisi,” jelasnya.

Chantika berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan. Ia ingin terus belajar dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis karya ilmiah.

Ketiga mahasiswa tersebut mengaku mengikuti kompetisi karena ingin menuangkan ide-ide yang lahir dari berbagai diskusi. Selain itu, mereka juga ingin memperluas relasi akademik. Melalui ajang tersebut, mereka memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta membuktikan bahwa kerja keras dan kolaborasi dapat menghasilkan prestasi membanggakan.