Posts

Mahasiswa PBI UAD Ikuti Forum Global Communication 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti kegiatan Global Communication for University Students 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh NPO Supratarka, Jepang. Acara berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi internasional yang melibatkan tiga negara, yaitu Jepang (Meio University, Okinawa), Thailand (International College Chiang Mai Rajabhat University), dan Indonesia (Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta). Adapun tema utama yang diangkat adalah “Differences in Values Regarding Happiness Across Countries.”

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PBI UAD mengikuti kegiatan secara bersama di Laboratorium Bahasa B, Kampus 4 UAD.

Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan bertukar pandangan. Peserta juga dapat berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.

Mahasiswa PBI UAD Ikuti Forum Global Communication 2026Mahasiswa PBI UAD juga turut berperan sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Pada sesi pertama, Hanifah dan Nadia Raodatul Jannah memaparkan pengenalan umum tentang Indonesia, termasuk Universitas Ahmad Dahlan dan Kota Yogyakarta sebagai lokasi kampus.

Selanjutnya, Alam Aziz Abian menyampaikan materi terkait konsep kebahagiaan di Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana masyarakat Indonesia memaknai kebahagiaan, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta kemudahan akses terhadap destinasi dan ruang berkumpul yang relatif terjangkau.

Salah satu peserta, Dio Fahmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat dalam memahami komunikasi lintas budaya secara lebih nyata.

Mahasiswa PBI UAD Ikuti Forum Global Communication 2026

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa mengetahui seperti apa intercultural communication, serta diberikan kebebasan untuk beropini dan berinteraksi dengan peserta dari Jepang dan Thailand,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa komunikasi antar peserta tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Mahasiswa PBI UAD Ikuti Forum Global Communication 2026

“Kami tetap menjaga komunikasi dengan peserta dari Jepang dan Thailand agar intercultural communication dapat terus diterapkan, sekaligus memperluas jejaring pertemanan internasional,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh peserta lainnya, Abian, yang berharap hubungan antar peserta dapat terus berlanjut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya membangun pemahaman lintas budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas antarnegara.

“Saya berharap hubungan antar peserta tidak berhenti setelah acara selesai. Saya ingin tetap menjalin komunikasi dan bertukar perspektif tentang nilai kebahagiaan dengan peserta dari Jepang maupun Thailand,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PBI UAD diharapkan dapat memperluas wawasan terkait komunikasi lintas budaya serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dalam konteks global.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Qurrota A’yun, mewakili Universitas Ahmad Dahlan dalam ASEAN Student Mobility Programme x ASEAN Exhibition Universities Forum 2025 yang berlangsung di Malaysia dari 18 hingga 25 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik antarnegara dan memberikan platform bagi mahasiswa untuk berbagi wawasan dan pengalaman.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) ini mengumpulkan ratusan mahasiswa dari berbagai negara Asia. Delegasi dibagi ke beberapa universitas, seperti Malaya University, Asia Pacific University, Universiti Utara Malaysia, dan Islamic International University Malaysia. Dimana mereka akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan tinggal di dormitory yang telah disediakan.

Selama tujuh hari, Tata dan peserta lainnya mengikuti berbagai kegiatan, termasuk seminar, pameran, dan kompetisi seperti Young Speaker Contest dan Innovation Challenge. Di hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan ASEAN dan pejabat akademik, diikuti dengan sesi pengenalan dan diskusi kelompok.

“Saya merasa sangat antusias dapat berdiskusi dengan mahasiswa lain mengenai isu-isu global seperti keberlanjutan lingkungan dan transformasi digital dalam pendidikan,” ungkap Tata. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman ini sangat berharga baginya.

Di hari kedua, Tata menikmati seminar tentang budaya Malaysia dan melakukan tur kampus. Bagian paling menarik adalah exhibition hall, di mana berbagai universitas menampilkan proyek unggulan mereka. Saya terinspirasi melihat inovasi yang ditampilkan,” jelasnya.

Selama acara, Qurrota dan teman-temannya berkesempatan untuk melakukan presentasi tentang Sustainable Development Goals (SDGs) serta ikut serta dalam acara budaya di Universiti Utara Malaysia. Dalam program tersebut, diadakan beberapa kompetisi, termasuk Young Speaker Contest, Innovation Challenge, dan SDG Presentation. Tata dan tim berhasil meraih juara kedua dalam kategori SDG Presentation. 


“Saya berharap kegiatan ini dapat memperluas jaringan akademik dan memberikan motivasi tambahan untuk berkontribusi lebih dalam dunia pendidikan,” kata Qurrota. “Kegiatan ini sangat berharga dalam memperkuat hubungan antar universitas di kawasan Asia.”

Dengan selesainya ASEAN Exhibition Universities Forum 2025, Qurrota pulang dengan membawa banyak ilmu dan pengalaman baru. Ia berharap bahwa lebih banyak mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan dapat mengikuti kegiatan serupa di masa depan. Karena dengan itu mahasiswa dapat terus memperluas jaringan akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan ASEAN.