Posts

Alumni PBI UAD Raih Doktor, Rilis Buku TBLT untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Bidang Seni

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tri Septiana Kurniati berhasil meraih gelar doktor sekaligus meluncurkan buku berjudul Task-Based Speaking for ESP in Creative Disciplines: A Practical Guide for Arts Students.

Sidang doktoralnya dilaksanakan pada 1 April 2026 pukul 08.00–11.30. Buku tersebut merupakan luaran dari disertasi yang ia kerjakan selama studi doktoralnya.

Saat ini, Tri Septiana Kurniati aktif sebagai dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Karyanya berkaitan erat dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan pendidikan seni.

Buku tersebut mengangkat pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam konteks English for Specific Purposes (ESP). Fokusnya adalah mahasiswa di bidang seni dan disiplin kreatif.

Pendekatan ini dirancang untuk menjembatani teori pembelajaran bahasa dengan praktik di kelas. Terutama bagi mahasiswa non-jurusan Bahasa Inggris yang membutuhkan kemampuan komunikasi yang kontekstual dan relevan.

Melalui tugas-tugas komunikatif yang autentik, buku ini diharapkan mampu mendukung pengembangan kemampuan berbicara secara lebih bermakna. Sekaligus sesuai dengan kebutuhan dunia akademik dan profesional di bidang seni.

Pengembangan buku ini dilakukan dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia. Prosesnya didukung Universitas Negeri Yogyakarta dan berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian turut memperkaya substansi serta relevansi materi yang disajikan.

Tri Septiana Kurniati menyampaikan harapannya terhadap buku tersebut.

“Saya hanya berharap buku saya yang merupakan luaran disertasi ini dapat bermanfaat sebagai pijakan penelitian serupa bagi para peneliti lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya di tengah perjuangan pribadi.

“Dengan diselesaikannya program doktor ini, saya sangat bersyukur karena tahun ini merupakan tahun kelima saya divonis sebagai pasien kanker. Tidak mudah jalan yang saya lalui karena harus menjalani kemoterapi dan radiasi hampir setiap hari. Energi saya sangat terkuras. Saya tidak berharap banyak selain menghaturkan syukur kepada Allah SWT bahwa saya telah berada di titik ini,” tuturnya.

Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi.

“Selamat dan kami sangat bangga atas capaian ini. Semoga ilmu yang diraih membawa manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” ujarnya.

Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata alumni PBI UAD dalam pengembangan pendidikan bahasa Inggris. Khususnya dalam pendekatan pembelajaran berbasis kebutuhan. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi praktisi ESP, dosen, dan mahasiswa. Terutama dalam mengembangkan kemampuan berbicara yang kontekstual dan aplikatif.

Dengan terbitnya buku ini, Tri Septiana Kurniati tidak hanya menyelesaikan studi doktoralnya. Ia juga menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan global.

Sosialisasi Tugas Akhir PBI UAD dan Program Fast Track MPBI UAD

Yogyakarta – Sosialisasi Tugas Akhir dan Program Fast Track digelar pada Rabu, 15 April 2026, di Educators Hall, lantai 7 Kampus 4 UAD. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Program Studi Sarjana dan Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan. Peserta pada acara ini adalah mahasiswa PBI UAD angkatan 2023 semester 6. Acara dibuka oleh Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D.

Dalam sambutannya, Sucipto menekankan pentingnya perencanaan studi.

Sambutan Kaprodi PBI UAD dalam Sosialisasi Tugas Akhir PBI UAD dan Program Fast Track

“Kita harus punya target kapan mau lulus. Yang paling penting adalah menjaga manajemen waktu. Mahasiswa juga memiliki dua pilihan tugas akhir yaitu skripsi atau jalur publikasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Sesi pertama menghadirkan dua pemateri, yaitu Rahmi Munfangati, S.S., M.Pd. dan Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., selaku Sekretaris dan Ketua Prodi PBI S1 UAD. Rahmi memaparkan secara rinci tentang tugas akhir jenis skripsi, mulai dari syarat, alur, hingga timeline pengerjaan. Ia juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam proses.

Informasi terkait alur skripsi, mulai dari bimbingan hingga sidang, dapat diakses melalui portal mahasiswa maupun website PBI UAD pada laman Pojok Skripsi.

Pemaparan Materi dari Sekretaris PBI UAD dalam Sambutan Kaprodi PBI UAD dalam Sosialisasi Tugas Akhir PBI UAD dan Program Fast Track

“Dalam mengerjakan skripsi, kita boleh healing. Tapi jangan sampai menghilang dan kabur dari tanggung jawab sebagai mahasiswa,” jelasnya.

Sucipto kemudian menjelaskan jalur publikasi sebagai alternatif tugas akhir. Ia memaparkan perbedaan dengan skripsi, serta syarat yang harus dipenuhi. Ia juga menyampaikan bahwa jalur ini sudah berhasil ditempuh oleh beberapa mahasiswa.

Baca juga: Lulus Tanpa Skripsi: Mahasiswa PBI UAD Tembus Jurnal SINTA 2

Sesi kedua diisi oleh Dr. Ikmi Nur Oktavianti, M.A. dan Rifky Dora Wijayati, M.Hum., Ph.D., selaku Kaprodi dan Sekretaris Prodi MPBI UAD. Keduanya menjelaskan bahwa Program Fast Track merupakan skema percepatan studi dari jenjang S-1 ke S-2 yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan melalui Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris.

Pemaparan materi Program Fast Track PBI MPBI UAD

“Melalui Program Fast Track, mahasiswa dapat menyelesaikan studi dan memperoleh dua gelar sekaligus dalam lima tahun,” ungkapnya.

Baca juga: Lima Mahasiswa PBI UAD Tuntaskan Studi 3,5 Tahun melalui Program Fast Track

Sosialisasi Tugas Akhir PBI UAD dan Program Fast Track

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini diharapkan membantu mahasiswa merencanakan studi akhir secara lebih terarah dan tepat waktu.

Para Juara The 8th ADEC PBI UAD 2026

Yogyakarta — HMPS PBI EDSA UAD telah mengumumkan para juara dari The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition). Kompetisi ini diikuti oleh puluhan sekolah dari berbagai daerah dan menjadi ajang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris. Kategori lomba meliputi Speech, Storytelling, dan Book Review.

Berikut daftar pemenang pada masing-masing kategori:

Speech

Juara Nama Sekolah
1 Nazwa Kamilah Zayn MAN 1 Yogyakarta
2 Ahmad Hanafi MAN 4 Jombang
3 Rania Zia Almahyra SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Harapan 1 Afifah Azahra Nur MAN 1 Yogyakarta
Harapan 2 Muhammad Alfi Azzahir SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta
Para Juara The 8th ADEC PBI UAD 2026

Para Juara the 8th ADEC Kategori Speech

Storytelling

Juara Nama Sekolah
1 Matahari Jelita Ar-Rahim MAN 1 Yogyakarta
2 Adam Ardhana A. K MAN 1 Gunungkidul
3 Zaira Princesda Hambalo SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Harapan 1 Kezia Falisha Effendi SMA Negeri 2 Wonosari
Harapan 2 Dafina Putri SMA Negeri 2 Wonosari
Para Juara The 8th ADEC PBI UAD 2026

Para Juara Kategori Storytelling

Book Review

Juara Nama Sekolah
1 Christine Hu SMA Santa Maria Yogyakarta
2 Renita Anggi Khoirunnisa MAN 5 Sleman
3 Vini Wijaya MAN 5 Sleman
Harapan 1 Rizky Akbar Maulana MAN 4 Sleman
Para Juara The 8th ADEC PBI UAD 2026

Para Juara Kategori Book Review

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menginspirasi pelajar untuk terus belajar.

Student Google Ambassador

Yogyakarta – Fanny Rahmadani, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2024, berhasil menjadi Google Student Ambassador 2026 melalui proses seleksi nasional yang kompetitif.

Seleksi dilaksanakan secara daring pada 1 April 2026 dan mencakup beberapa tahapan, seperti pengumpulan berkas CV, foto, serta video interview. Program ini diselenggarakan oleh tim Google dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam proses seleksi tersebut, Fanny menghadapi persaingan yang ketat dengan banyaknya pendaftar dari berbagai kampus. Ia mengaku sempat merasa ragu dengan peluangnya di tengah kompetisi yang tinggi.

“Sempat merasa tidak yakin bisa lolos karena banyak peserta yang sangat kompetitif. Tapi saya mencoba untuk berani saja mencoba dan menyerahkan hasilnya,” ujar Fanny.

Ke depan, Fanny akan berkontribusi sebagai Google Student Ambassador dengan berperan aktif dalam memperkenalkan teknologi Google AI, termasuk Gemini, baik di lingkungan kampus maupun melalui media sosial.

Student Google Ambassador 2026

Fanny Rahmadani – Mahasiswi PBI UAD yang berhasil jadi Google Student Ambassador 2026

“AI bukan pengganti manusia, tetapi alat untuk membantu dan mendukung peran manusia,” tambahnya.

Pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa PBI UAD dan mahasiswa lainnya untuk terus berkembang dan berani mengambil peluang di tingkat nasional.

Yogyakarta, 22 Oktober 2025 — Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag., selaku Wakil Rektor UAD Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, membuka Rapat Kerja Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan suasana hangat dan kontemplatif. Beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), khususnya dalam mengelola amal usaha sebagai wujud semangat pengabdian profesional.

Menurut Dr. Nurkholis, karyawan amal usaha Muhammadiyah adalah warga Muhammadiyah yang dipekerjakan sesuai keahlian dan kemampuannya. Sebagai bagian dari persyarikatan, mereka diharapkan memiliki rasa memiliki dan kesetiaan untuk memelihara serta mengembangkan amal usaha. Hal ini juga sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan kebajikan kepada sesama. Dalam konteks ini, karyawan termasuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik) berhak atas kesejahteraan layak dengan tetap menjaga syukur dan proporsionalitas.

Dr. Nurkholis menegaskan empat hal penting dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah.

  1. Pertama, adanya identitas ganda sebagai warga Muhammadiyah dan profesional kampus. Identitas ini menciptakan ciri khas yang membedakan insan amal usaha Muhammadiyah dari profesional lain. Mereka tidak hanya bekerja untuk karier pribadi, tetapi juga menjalankan misi dakwah dan tajdid melalui keahliannya.
  2. Kedua, pentingnya memaknai kerja sebagai ibadah dan pengabdian. Pekerjaan bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab duniawi, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan pelayanan kepada sesama manusia. Dengan niat yang lurus, setiap aktivitas profesional menjadi bagian dari ibadah yang bernilai spiritual.
  3. Ketiga, membangun rasa memiliki dan loyalitas aktif terhadap lembaga. Setiap warga amal usaha Muhammadiyah hendaknya memiliki komitmen untuk menjaga, memelihara, dan mengembangkan lembaga tempatnya bernaung. Loyalitas ini lahir dari keyakinan bahwa amal usaha tersebut adalah ladang ibadah bersama yang harus dirawat sepenuh hati.
  4. Keempat, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan sikap syukur. Dalam bekerja, seseorang memang berhak memperoleh kesejahteraan, tetapi harus disertai kesadaran akan pentingnya menunaikan kewajiban dengan tulus. Sikap syukur menjadi penyangga agar semangat profesionalisme tetap berada dalam koridor keikhlasan dan keberkahan.

Dari keempat prinsip tersebut, Dr. Nurkholis menggambarkan alur sinergis antara ideologi dan aksi dalam amal usaha Muhammadiyah. Identitas ganda menjadi dasar filosofis yang menumbuhkan motivasi spiritual, diikuti oleh pemaknaan kerja sebagai ibadah yang melahirkan rasa memiliki dan loyalitas aktif. Semua bermuara pada keseimbangan antara hak dan kewajiban yang disertai rasa syukur.

Siklus positif ini, menurutnya, akan terus memperkuat semangat pengabdian profesional. Identitas Muhammadiyah yang tertanam dalam setiap insan amal usaha menjadi sumber motivasi yang menumbuhkan keikhlasan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kemajuan program studi. Dengan demikian, sinergi antara identitas ke-Muhammadiyahan dan profesionalisme menjadi fondasi kokoh bagi keberlanjutan amal usaha serta kemajuan persyarikatan secara keseluruhan.

Sebagai penutup, Dr. Nurkholis menampilkan sebuah poster bergambar wajah Kiai Ahmad Dahlan yang memuat pesan mendalam:

“Mengingat keadaan tubuhku kiranya aku tidak lama lagi akan meninggal dunia, maka aku berpesan kepada anak-anakku semua. Aku tidak meninggalkan anak-anakku semua sedangkan aku tidak memiliki harta benda yang bisa kutinggalkan kepadamu. Aku hanya memiliki Muhammadiyah yang akan kuwariskan kepadamu sekalian. Karena itu, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya.”

Pesan penuh ketulusan dari Kiai Ahmad Dahlan itu menjadi refleksi bagi setiap peserta Raker. Tanggung jawab memelihara, menjaga, dan mengembangkan Muhammadiyah bukanlah sekadar tugas administratif, melainkan amanah spiritual yang menuntut pengabdian profesional, keikhlasan hati, dan rasa cinta yang mendalam terhadap persyarikatan.