Posts

SMART CELL ENGLISH PBI UAD: Membuka Ruang Belajar Bahasa Inggris bagi Anak Binaan

Yogyakarta, 1 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SMART CELL ENGLISH resmi menutup rangkaian program di LPKA Kelas II Yogyakarta, Selasa (1/9).

Mengusung tema “Learning English Beyond The Prison Walls”, program ini menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, tetapi juga komunikasi, kepercayaan diri, dan life skills anak binaan. Program yang berlangsung dari Juni hingga Agustus ini merupakan realisasi proposal tim mahasiswa yang lolos pada 22 Mei 2026. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Nur Rifai Akhsan, dosen PBI UAD.

Selama program berlangsung, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya praktik speaking, pemanfaatan website SMART CELL ENGLISH, produksi podcast, serta evaluasi pembelajaran.

Ketua tim, Ika Juni Astiti, mengatakan program tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa maupun anak binaan.

“Setiap kegiatan menjadi pengalaman yang bermakna dalam membangun kemampuan Bahasa Inggris, komunikasi, kepercayaan diri, dan life skills anak binaan,” ungkapnya.

Dosen PBI UAD yang mewakili dosen pendamping, Astry Fajria, mengapresiasi kerja keras tim. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar merancang dan melaksanakan pengabdian secara langsung.

“Kami ikut bangga kepada tim. Program ini menunjukkan kerja keras mahasiswa dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang memberikan pengalaman dan manfaat bagi anak binaan,” ujarnya.

Kaprodi PBI UAD, Sucipto, turut mengapresiasi program tersebut. Ia menilai pengalaman pengabdian penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan keilmuan sekaligus membangun kolaborasi dengan mitra.

Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Yogyakarta, Supar, A.Md.IP., S.Sos., M.H., menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh anak binaan dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Penutupan SMART CELL ENGLISH menandai berakhirnya program PKM-PM selama empat bulan. Namun, semangat belajar diharapkan terus berlanjut melalui pemanfaatan website dan materi pembelajaran yang telah dikembangkan.

Melalui program ini, PBI UAD menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dapat hadir di berbagai ruang sekaligus menjadi bagian dari proses menyiapkan anak binaan untuk belajar, berkembang, dan kembali berkontribusi di masyarakat.

Yogyakarta, 1 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SMART CELL ENGLISH resmi menutup rangkaian program di LPKA Kelas II Yogyakarta, Selasa (1/9).

Mengusung tema “Learning English Beyond The Prison Walls”, program ini menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, tetapi juga komunikasi, kepercayaan diri, dan life skills anak binaan.

Program yang berlangsung selama Juni hingga Agustus ini merupakan realisasi proposal tim mahasiswa yang dinyatakan lolos pada 22 Mei 2026, dengan pendampingan Nur Rifai Akhsan, dosen PBI UAD. Selama program, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan, seperti praktik speaking, pemanfaatan website SMART CELL ENGLISH, produksi podcast, dan evaluasi pembelajaran.

Ketua tim, Ika Juni Astiti, mengatakan program tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa maupun anak binaan.

“Setiap kegiatan menjadi pengalaman yang bermakna dalam membangun kemampuan Bahasa Inggris, komunikasi, kepercayaan diri, dan life skills anak binaan,” ungkapnya.

Dosen PBI UAD yang mewakili dosen pendamping, Astry Fajria, mengapresiasi kerja keras tim. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar merancang dan melaksanakan pengabdian secara langsung.

“Kami ikut bangga kepada tim. Program ini menunjukkan kerja keras mahasiswa dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang memberikan pengalaman dan manfaat bagi anak binaan,” ujarnya.

Kaprodi PBI UAD, Sucipto, turut mengapresiasi program tersebut. Ia menilai pengalaman pengabdian penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan keilmuan sekaligus membangun kolaborasi dengan mitra.

Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Yogyakarta, Supar, A.Md.IP., S.Sos., M.H., menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh anak binaan dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Penutupan SMART CELL ENGLISH menandai berakhirnya program PKM-PM selama empat bulan. Namun, semangat belajar diharapkan terus berlanjut melalui pemanfaatan website dan materi pembelajaran yang telah dikembangkan.

Melalui program ini, PBI UAD menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dapat hadir di berbagai ruang sekaligus menjadi bagian dari proses menyiapkan anak binaan untuk belajar, berkembang, dan kembali berkontribusi di masyarakat.

SMART CELL ENGLISH Kembangkan Platform Microlearning dan Siniar untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan SMART CELL ENGLISH, platform microlearning Android terintegrasi siniar untuk meningkatkan keterampilan hidup (life skills) anak binaan LPKA Yogyakarta. Program ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026.

Program tersebut diketuai Ika Juni Astiti. Anggotanya terdiri atas Isna Rodiana Binti Munawaroh, Fadia Al-Afwa, Fanny Rahmadani, dan Rafi Amrullah Al-Baihaqi. Tim ini berada di bawah bimbingan Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed. Platform ini memadukan pembelajaran Bahasa Inggris, microlearning, dan siniar untuk mendukung kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta kemandirian belajar peserta.

Sebelum program dilaksanakan, tim melakukan koordinasi dengan mitra, menyusun materi, mengembangkan website, serta menyiapkan media dan instrumen pembelajaran. Needs assessment dilakukan melalui observasi dan pre-test untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta.

Pembelajaran berlangsung dalam enam pertemuan berdurasi 90 menit dan diikuti 26 anak binaan. Materi mencakup Greetings and Simple Conversation, Daily Life at LPKA, Giving Directions, Expressing Opinion, Job Skills, dan Future Plans. Kegiatan dilakukan melalui speaking practice, vocabulary, dan aktivitas komunikasi.

SMART CELL ENGLISH Kembangkan Platform Microlearning dan Siniar untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

Ketua Tim SMART CELL ENGLISH, Ika Juni Astiti, mengatakan program tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan mitra.

“Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih komunikasi, keberanian mengekspresikan diri, dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Program menghasilkan website SMART CELL ENGLISH, enam modul pembelajaran, video pembelajaran, dua podcast, worksheet, dan sertifikat. Evaluasi terhadap 18 peserta menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 58,22 pada pre-test menjadi 75,72 pada post-test, atau naik 17,50 poin.

SMART CELL ENGLISH Kembangkan Platform Microlearning dan Siniar untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

Dosen Pembimbing Nur Rifai Akhsan menekankan keberlanjutan program melalui pelatihan penggunaan website, penyediaan modul dan pedoman, serta pembentukan Smart Cell English Rangers. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membangun platform digital, tetapi juga menghubungkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan pengembangan life skills peserta.

Rahmi Munfangati, S.S., M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), menyalurkan ilmu tentang penguatan literasi kepada guru dan orangtua di Omah Tabon, Kulonprogo, DIY. Acara digelar pada 15 Februari 2025, dengan Rahmi sebagai salah satu narasumber dalam agenda tersebut.

Program ini menargetkan peserta dari kalangan guru dan wali murid PAUD hingga SD se-Kabupaten Kulonprogo. Penekanan pada pentingnya literasi sebagai dasar perkembangan anak menjadi salah satu tujuan diadakannya program ini. Kemampuan membaca serta keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah merupakan cakupan dari literasi itu sendiri.

Selain itu, program ini memberikan teori mengenai teknis membacakan nyaring, pemilihan buku bacaan anak yang berkualitas dan menarik, program literasi yang efektif, dan komunikasi interpersonal. Rahmi menyampaikan bahwa program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk praktik langsung.

“Program ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktik langsung agar mereka dapat mengaplikasikan teori yang telah diberikan di lingkungan mereka masing-masing,” jelas Rahmi.

Rahmi melaksanakan program PkM ini bersama Nunik Hariyanti, S.I.Kom., M.A., dan Iva Fikrani Deslia, S.I.P., M.A., yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi UAD. Terdapat pula mahasiswa yang bergabung dalam pengabdian ini, yakni Gesilia Wilmanda.

Rahmi berharap program ini dapat meningkatkan pemahaman sekolah, guru, dan orangtua akan pentingnya literasi pada anak.

“Dengan adanya program ini, diharapkan guru dan orang tua semakin memahami betapa pentingnya peningkatan literasi dalam membentuk kemampuan akademik dan personal anak. Selain itu, diharapkan peserta memahami dan mengimplementasikan peran penting sekolah, guru, dan orangtua dalam mendukung proses literasi, baik di rumah maupun di sekolah,” tutur Rahmi.

Selanjutnya, dengan adanya PkM ini dapat memperkuat kolaborasi antara guru dan orangtua dalam menciptakan program literasi yang efektif. Diharapkan pula menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan literasi anak. Program ini menjadi titik awal untuk upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kulonprogo, dengan fokus pada literasi sebagai pondasi utama.

Salah satu peserta, Rohana, menyampaikan kesannya setelah mengikuti acara tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat.

Kegiatan ini sangat luar biasa dan bermanfaat. Materi-materi yang sampaikan oleh ketiga dosen UAD sangat ndaging dan aplikatif. Sehingga, apa yang disampaikan harapannya bisa kita terapkan baik untuk anak kita sendiri di rumah ataupun anak didik kita di sekolah.tegas Rohana, Guru SD Negeri Blubuk, Sendangsari, Pengasih.

Sebagai informasi tambahan, Program PkM yang dilaksanakan merupakan kolaborasi dengan Komsibar (Komunitas Sinau Bareng). Melalui program ini, dosen PBI UAD juga dapat mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.