Posts

Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 3 Rector Cup 5.0

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2025, Shabri Hananta, berhasil mengukir prestasi pada ajang Rector Cup 5.0 Divisi Sepak Bola. Bersama tim sepak bola UAD, ia meraih Juara 3 dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Darussalam Gontor. Turnamen tersebut berlangsung pada 1–11 Juli 2026 di Ponorogo, Jawa Timur.

Kompetisi tingkat nasional antarperguruan tinggi ini diikuti oleh berbagai tim dari sejumlah kampus di Indonesia. Tim sepak bola UAD yang beranggotakan 20 orang berhasil menembus tiga besar setelah melalui rangkaian pertandingan yang kompetitif.

Shabri mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari latihan rutin yang dijalaninya bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola UAD. Kerja keras dan konsistensi selama berlatih menjadi bekal penting dalam menghadapi setiap pertandingan.

Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 3 Rector Cup 5.0

“Sebelumnya saya rutin mengikuti latihan bersama UKM Sepak Bola UAD. Alhamdulillah, kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan meraih Juara III. Saya juga bersyukur dapat berkontribusi untuk tim dengan mencetak lima gol dari enam pertandingan,” ujarnya.

Meski berhasil meraih Juara 3, perjalanan tim tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah bertanding pada siang hari dengan cuaca yang sangat panas. Selain itu, setiap pemain juga dituntut memiliki mental yang kuat, kepercayaan diri, serta kerja sama yang solid untuk menghadapi lawan di setiap pertandingan.

“Tantangan yang kami hadapi cukup banyak. Kami harus bermain pada siang hari dengan terik matahari yang sangat panas. Selain itu, kepercayaan diri, kerja sama tim, dan mentalitas juga benar-benar diuji selama kompetisi berlangsung,” ungkap Shabri.

Shabri berharap pencapaian Juara tersebut menjadi motivasi bagi dirinya dan tim untuk terus berkembang. Ia menargetkan hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya melalui latihan yang lebih konsisten dan persiapan yang lebih matang.

“Semoga ke depannya kami bisa meraih hasil yang lebih baik, bahkan menjadi juara pertama. Kami juga berharap dapat berlatih lebih rutin agar kemampuan tim terus meningkat,” tuturnya.

Prestasi Shabri bersama tim sepak bola UAD menjadi bukti bahwa mahasiswa PBI UAD tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan dan semangat kompetitif di bidang olahraga tingkat nasional.

Mahasiswa PBI UAD Juara Nasional Pencak Silat

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ghouts ‘Adn Muntaha, mahasiswa PBI UAD angkatan 2025 berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Kasau Cup Championship 2026 yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Udara. Kejuaraan pencak silat tingkat nasional tersebut berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Jakarta International Velodrome, Jakarta.

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UAD. Ghouts tampil sebagai peserta individu dan menjadi salah satu perwakilan dari tim UAD yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Melalui persiapan yang matang serta semangat juang yang tinggi, ia mampu menunjukkan performa terbaik hingga berhasil meraih gelar juara.

Ghouts mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan dari berbagai pihak yang selalu memberikan motivasi selama proses persiapan hingga perlombaan berlangsung.

Mahasiswa PBI UAD Juara Nasional Pencak Silat

“Saya merupakan salah satu dari tim UAD yang ikut berpartisipasi dalam ajang perlombaan pencak silat di Jakarta. Alhamdulillah, setelah melaksanakan kegiatan tersebut saya diberikan hasil yang terbaik oleh Allah SWT, yaitu mendapatkan juara 1,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perjalanan menuju kemenangan tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapinya adalah mengendalikan rasa takut serta ego dalam diri sendiri. Menurutnya, kemampuan mengelola mental menjadi faktor penting dalam menghadapi setiap pertandingan.

“Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah melawan rasa takut dan ego dalam diri sendiri. Ketika mampu mengendalikan keduanya, saya bisa lebih fokus untuk memberikan penampilan terbaik di arena pertandingan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ghouts berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih besar di masa mendatang. Ia ingin menjadikan kemenangan tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan di bidang pencak silat.

“Semoga kemenangan ini bisa menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya,” tuturnya.

Prestasi yang diraih Ghouts diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, mengembangkan potensi diri, serta berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Mahasiswa PBI UAD Borong Prestasi di Kompetisi Nasional 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD.

Kompetisi Tingkat Nasional 2026 ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Aisyiyah Surakarta, Telkom University, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Kompetisi dilaksanakan pada 22 Mei–11 Juni 2026 yang mencakup tahap pendaftaran, pelatihan, pengumpulan karya, dan pengumuman pemenang.

Mahasiswa PBI UAD berhasil menorehkan prestasi pada berbagai kategori kompetisi yang diselenggarakan oleh BIMAWA UAD. Adapun daftar peraih penghargaan beserta kategori yang dimenangkan disajikan pada tabel berikut.

Mahasiswa PBI UAD Borong Prestasi di Kompetisi Nasional 2026

Salah satu peraih penghargaan, Hana Lin Zakiyah, mengaku mengikuti kompetisi tersebut karena ingin mengeksplorasi berbagai pengalaman baru. Berbekal semangat tersebut, ia memberanikan diri mengikuti tiga kategori lomba yang diselenggarakan.

“Karena saya ingin mengeksplor banyak hal, saya mencoba meyakinkan diri untuk mengikuti tiga lomba yang diselenggarakan. Setelah proses riset dan olah data yang cukup melelahkan, Alhamdulillah karya saya mendapat penghargaan yang cukup memuaskan,” ujarnya.

Prestasi serupa juga diraih oleh Faradila Nor Insani. Ia mengaku tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena ingin menguji kemampuan di bidang desain grafis.

“Saat saya mengetahui informasi kompetisi ini, saya langsung tertarik untuk mengikutinya, terutama di bidang poster.” katanya.

Faradila berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi lainnya.

“Harapan saya, kemenangan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan saya dalam bidang desain grafis, serta memotivasi saya untuk terus menghasilkan kejuaraan-kejuaraan yang lain,” tuturnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PBI UAD tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik. Mereka juga mampu menunjukkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan daya saing yang kuat melalui berbagai karya inovatif. Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan komitmen PBI UAD dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar mampu berprestasi dan berkontribusi di tingkat nasional.

Mahasiswa PBI Lolos Pendanaan Saudagar Dahlan Muda #5 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi lolos pendanaan Program Pembinaan Kewirausahaan Mahasiswa Saudagar Dahlan Muda (SDM) #5 Tahun 2026. Program ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD.

Tim tersebut beranggotakan Ahmed Rassel (PBI 2023) yang juga menjabat sebagai Ketua BEM FKIP UAD periode 2026/2027. Raehanah Rezky Amaliyah dipercaya sebagai ketua tim. Sementara itu, anggota tim lainnya ialah Putri Pitriani (PBI 2023) dan Annisa Adzkia Aulia (PBI 2024).

Melalui program tersebut, tim mengembangkan produk usaha bertajuk Cassava Crunch, olahan berbahan dasar singkong. Produk tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, Cassava Crunch juga dirancang untuk mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Pengkol.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan yang dirilis BIMAWA UAD, peserta yang lolos pendanaan mengikuti tahapan konfirmasi kesanggupan pada 17 Juni 2026. Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan Business Model Canvas (BMC), video kreatif, dan branding produk pada 18–20 Juni 2026. Tahap berikutnya meliputi pengumpulan karya lomba pada 21–26 Juni 2026, technical meeting pada 27 Juni 2026, serta kompetisi dan pameran inovasi kewirausahaan mahasiswa pada 1–2 Juli 2026. Pengumuman kompetisi dijadwalkan pada 2 Juli 2026.

Ketua tim, Raehanah Rezky Amaliyah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kesempatan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas pengalaman di bidang kewirausahaan.

“Kami berharap dapat mengikuti lebih banyak kegiatan bazar, expo, maupun lomba kewirausahaan untuk menambah pengalaman. Selain itu, kami ingin menjadikan stand ini sebagai langkah awal dalam membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus berperan dalam mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Pengkol,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa PBI UAD Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026

Raehanah juga menyampaikan harapannya terhadap pengembangan produk Cassava Crunch di masa mendatang.

“Ke depannya, kami berharap dapat mengembangkan Cassava Crunch dengan meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta berpartisipasi dalam lebih banyak kegiatan kewirausahaan,” tambahnya.

Keikutsertaan tim dalam program Saudagar Dahlan Muda #5 menunjukkan bahwa mahasiswa PBI UAD tidak hanya dibekali kompetensi di bidang pendidikan. Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui berbagai program dan kegiatan pengembangan diri. Melalui program ini, mereka dapat mengasah kreativitas, inovasi, serta kemampuan membangun usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mahasiswi PBI UAD Borong Dua Medali di IDEA FEST 5

Bogor  – Tiga mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengharumkan nama kampus dalam Lomba Esai Nasional IDEA FEST 5 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Bogor Science Club. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di IPB University pada 6–7 Juni 2026.

Tim mahasiswa PBI UAD yang terdiri atas Zahra Qurratu Ainii, Chantika Nurul Af’idah, dan Nazhiifa Hanun Nirwasita. Mereka berhasil meraih dua penghargaan sekaligus. Mereka memperoleh Gold Medal pada kategori Essay Presentation Subtema Pariwisata dan Budaya serta Silver Medal pada kategori Poster Presentation Subtema Hukum, Sosial, dan Ekonomi.

Dalam kompetisi tersebut, tim berkolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Mereka mengirimkan dua karya ilmiah berupa esai yang kemudian dikategorikan ke dalam presentasi esai dan presentasi poster.

Mahasiswi PBI UAD Borong Dua Medali di IDEA FEST 5

Zahra mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang diraih. Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga karena dapat bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

“Kami senang bisa bertemu dengan teman-teman hebat dari universitas lain. Kami juga sangat bangga karena perjuangan dan usaha yang kami lakukan akhirnya terbayarkan. Salah satu paper kami berhasil masuk grand final dan memperoleh gold medal, sementara paper lainnya meraih silver medal,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa PBI UAD Borong Prestasi di NESCO 2

Mahasiswi PBI UAD Borong Dua Medali di IDEA FEST 5

Sementara itu, Nazhiifa menjelaskan bahwa perjalanan menuju kompetisi tidaklah mudah. Proses pengumpulan paper telah dilakukan sejak Januari 2026. Setelah dinyatakan lolos, tim harus menghadapi berbagai kendala sebelum tampil di IPB University.

“Kami memiliki kesibukan masing-masing dan tidak bisa melakukan persiapan secara maksimal. Bahkan, kami baru bisa berlatih bersama sehari sebelum perlombaan. Kami sempat merasa pesimis. Namun, salah satu paper kami berhasil masuk grand final dari ratusan paper yang berkompetisi,” jelasnya.

Chantika berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan. Ia ingin terus belajar dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis karya ilmiah.

Ketiga mahasiswa tersebut mengaku mengikuti kompetisi karena ingin menuangkan ide-ide yang lahir dari berbagai diskusi. Selain itu, mereka juga ingin memperluas relasi akademik. Melalui ajang tersebut, mereka memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta membuktikan bahwa kerja keras dan kolaborasi dapat menghasilkan prestasi membanggakan.