Posts

King dan Queen PBI UAD 2026/2027 Resmi Terpilih

Yogyakarta – Ahmed Rassel dan Ika Juni Astiti terpilih sebagai King dan Queen PBI UAD 2026/2027. Keduanya diumumkan dalam Closing Ceremony English Vaganza EDSA Championship (EVA ECHA) 2026 yang diselenggarakan HMPS PBI EDSA pada Minggu (26/7). Pemilihan tersebut diikuti enam kandidat yang bersaing melalui beberapa tahapan penilaian.

Enam mahasiswa menjadi kandidat King dan Queen PBI UAD 2026/2027. Mereka adalah Faradilla Noor Insani, Hana Lin Zakiyah, Ghouts ‘Adn Muntaha, Haril Andika, Ahmed Rassel, dan Ika Juni Astiti. Sebelum mengikuti tahap penilaian, seluruh kandidat diwajibkan melampirkan bukti prestasi atau pengabdian sebagai salah satu syarat pendaftaran.

Pada malam puncak, para finalis menampilkan kemampuan melalui beberapa tahapan penilaian. Tahapan tersebut meliputi fashion show, speech, serta sesi tanya jawab di hadapan dewan juri. Penilaian dilakukan oleh Dio Fahmi Alfaridhi, S.Pd., King PBI 2024 sekaligus alumni PBI UAD angkatan 2022, dan Arum Priadi, M.Pd.B.I., dosen PBI UAD.

King dan Queen PBI UAD 2026/2027 Resmi Terpilih

Berdasarkan hasil penilaian, Ahmed Rassel dari angkatan 2023 dinobatkan sebagai King PBI UAD 2026/2027. Sementara itu, gelar Queen PBI UAD 2026/2027 diraih oleh Ika Juni Astiti dari angkatan 2023.

 

Rassel mengaku bersyukur dan bahagia atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, gelar tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri sekaligus membawa nama baik Program Studi PBI UAD.

King dan Queen PBI UAD 2026/2027 Resmi Terpilih

“Perasaan saya bahagia. Setelah ini, saya akan fokus dulu ke akademik sebagai calon mahasiswa Fast Track. Saya akan terus semangat untuk cari prestasi dan harapannya bisa mengharumkan nama PBI juga. Saya juga berharap bisa membawa manfaat untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ika Juni Astiti. Ia mengungkapkan bahwa seluruh kandidat memiliki prestasi yang membanggakan, baik di bidang akademik maupun nonakademik, dengan capaian hingga tingkat nasional dan internasional. Menurutnya, proses seleksi berlangsung kompetitif karena setiap kandidat harus menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum dan menjawab pertanyaan dari dewan juri.

King dan Queen PBI UAD 2026/2027 Resmi Terpilih

“Saya merasa lega dan bahagia. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya karena dipercaya menjadi Queen PBI 2026/2027,” ungkapnya.

Melalui ajang ini, HMPS PBI EDSA berharap King dan Queen PBI UAD dapat menjadi duta yang menginspirasi mahasiswa untuk terus berprestasi, aktif berkontribusi, serta membawa nama baik Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD di berbagai bidang.

YogyakartaEnglish Department Student Association (EDSA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menutup rangkaian English Vaganza EDSA Championship (EVA ECHA) 2026 melalui Closing Ceremony pada Minggu (26/7). Kegiatan ini digelar di Aula Masjid Islamic Center, Kampus 4 UAD. EVA ECHA merupakan ajang tahunan yang menghadirkan berbagai kompetisi bagi mahasiswa. Tahun ini, EVA ECHA 2026 menghadirkan tiga kompetisi tingkat nasional, yaitu English Islamic Speech, Graphic Design, dan Academic Writing. Selain itu, terdapat kompetisi E-Sport (Mobile Legends), ED-Sport (Badminton), dan Singing Competition. Seluruh cabang lomba diperuntukkan bagi mahasiswa.

HMPS PBI EDSA Resmi Menutup Rangkaian EVA ECHA 2026

Ketua Pelaksana EVA ECHA 2026, Fajarina Ayuning Handayani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dosen, dewan juri, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan. Menurutnya, EVA ECHA menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik.

“Selamat kepada seluruh pemenang atas pencapaiannya. Bagi yang belum berkesempatan meraih kemenangan, tetaplah bersemangat karena setiap pengalaman merupakan langkah berharga menuju kesuksesan. Kami berharap EVA ECHA terus menjadi ajang yang menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan talenta, meraih prestasi, dan terus berkarya,” ujarnya.

HMPS PBI EDSA Resmi Menutup Rangkaian EVA ECHA 2026

Ketua EDSA, Muh Salman Alfarisi, menegaskan bahwa EVA ECHA merupakan agenda tahunan HMPS PBI EDSA. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa PBI UAD untuk mengembangkan potensi dan prestasi. Menurutnya, EVA ECHA juga berperan dalam mempererat kebersamaan antarmahasiswa.

HMPS PBI EDSA Resmi Menutup Rangkaian EVA ECHA 2026

Sementara itu, Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., mengapresiasi penyelenggaraan EVA ECHA 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa sekaligus mencerminkan budaya berprestasi yang telah mengakar di PBI UAD. Sucipto menambahkan bahwa lulusan PBI UAD memiliki peluang berkarier di berbagai bidang, seperti pendidikan, tourism, translation, dan journalism.

“EVA ECHA merupakan ajang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kepercayaan diri. Kami ingin menunjukkan bahwa lulusan PBI tidak hanya dipersiapkan menjadi guru, tetapi juga memiliki peluang berkarier di berbagai bidang,” ungkapnya.

Closing Ceremony menjadi penutup rangkaian EVA ECHA 2026 yang telah berlangsung sejak Juni 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemilihan King and Queen PBI 2026 serta talk show bersama alumni PBI UAD yang mengangkat tema public speaking.

Kaprodi PBI UAD Jadi Narasumber Review Kurikulum OBE di Unismuh Makassar

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan, Sucipto, S.Pd., M.Pd.B.I., Ph.D., dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Review Kurikulum yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Makassar. Acara tersebut mengusung pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 6. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026 secara daring melalui Zoom.

Dosen, tim pengembang kurikulum, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan di PBI Universitas Muhammadiyah Makassar hadir dalam kegiatan ini.

Sucipto, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (APSPBI PTMA), menekankan pentingnya perumusan visi keilmuan program studi yang jelas, adaptif, dan relevan sebagai langkah awal dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE.

Selanjutnya, visi tersebut perlu diturunkan secara sistematis menjadi profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). CPL menjadi dasar dalam penyusunan bahan kajian, struktur kurikulum, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen. Seluruh komponen tersebut harus saling terintegrasi melalui prinsip constructive alignment.

Selain itu, Sucipto menekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.

Pada kesempatan tersebut, Kaprodi PBI Universitas Muhammadiyah Makassar menyampaikan apresiasinya.

Kaprodi PBI UAD Jadi Narasumber Review Kurikulum OBE di Unismuh Makassar

“Terima kasih banyak, Pak, atas ilmu dan waktunya hari ini. Materi yang Bapak sampaikan sangat bermanfaat dan menjadi bekal yang berharga bagi tim pengembang kurikulum kami dalam melakukan penyempurnaan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar,” ungkapnya.

Ia menilai proses pengembangan kurikulum perlu terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan yang terus berkembang.

Kaprodi PBI UAD Jadi Narasumber Review Kurikulum OBE di Unismuh Makassar

“Saya juga berharap silaturahmi akademik ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara PBI UAD dan PBI UNISMUH Makassar dalam menghadirkan berbagai program kolaboratif yang bermanfaat bagi dosen, mahasiswa, maupun pengembangan institusi,” tuturnya.

Baca juga: Dosen PBI UAD Jadi Pemateri Workshop Kurikulum OBE di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen PBI UAD dalam berbagi praktik baik dan memperkuat sinergi dengan sesama PTMA guna meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Yogyakarta – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2023 dan 2024 menampilkan Drama Performance sebagai luaran mata kuliah Drama pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Bahasa A, Kampus 4 UAD.

Drama Performance ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PBI angkatan 2023 dan 2024 yang terbagi ke dalam empat kelas. Setiap kelas menampilkan satu pementasan drama dengan cerita yang berbeda. Pementasan dilakukan secara berkelompok besar sebagai bentuk kolaborasi antarmahasiswa dalam satu kelas.

Mata kuliah Drama tersebut diampu oleh Arilia Triyoga, S.S., M.Pd.B.I. Arilia menjelaskan bahwa luaran mata kuliah Drama tidak hanya berupa pertunjukan, tetapi juga E-Book Antologi Drama ber-ISBN yang ditulis oleh mahasiswa.

Arilia Triyoga, S.S., M.Pd.B.I., selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Drama

“Bentuk luaran mata kuliah Drama ada dua, yaitu pertunjukan drama dan E-Book Antologi Drama ber-ISBN. Hal ini merupakan bagian dari penerapan Outcome Based Education (OBE), di mana mahasiswa dinilai apakah mereka mampu menulis kreatif atau tidak,” ujarnya.

Menurut Arilia, mahasiswa diwajibkan untuk terlibat langsung dalam pementasan guna melatih kemampuan improvisasi dan performatif. Melalui kegiatan tersebut, dosen dan program studi dapat melihat capaian pembelajaran mahasiswa secara lebih komprehensif.

Pada tahun ini, mata kuliah Drama menggandeng LSO HMPS PBI EDSA, yakni Keluarga Teater PeBei. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pendampingan seni panggung agar proses pementasan berjalan lebih terarah.

“Betul, tahun ini mata kuliah Drama bekerja sama dengan Keluarga Teater PeBei. Saya melihat teman-teman di sana memiliki kapabilitas dalam seni panggung, sehingga diharapkan Drama Performance ini bisa lebih terarah dan target pembelajarannya tercapai,” jelas Arilia.

Arilia juga menyampaikan bahwa mata kuliah Drama dirancang untuk mengembangkan berbagai kompetensi mahasiswa dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris.

“Kompetensi yang ingin dicapai antara lain menulis kreatif melalui penulisan naskah drama, speaking skill, dan critical thinking. Mahasiswa juga harus mampu menyusun konsep pementasan, mulai dari alur cerita, properti, hingga aspek teknis lainnya,” tambahnya.

Perwakilan Keluarga Teater PeBei, Atas Sultan Joe Satriani, menjelaskan bahwa naskah yang dipentaskan merupakan hasil karya mahasiswa dari masing-masing kelas. Tim teater berperan dalam memberikan pendampingan selama proses penggarapan.

Mata Kuliah Drama yang Berkolaborasi dengan Keluarga Teater PeBei

“Pemilihan naskah berasal dari karya dan kreativitas mahasiswa. Kami membantu memberikan pertimbangan dan mentoring, terutama bagaimana naskah sastra divisualisasikan dari bentuk tulisan ke bentuk pertunjukan,” ujarnya.

Sementara itu, M. Ghoni Raihan menyebutkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi mahasiswa selama proses latihan adalah faktor kepercayaan diri dan kurangnya pengalaman berpentas.

“Tantangan terbesar ada pada kurangnya rasa percaya diri dan minimnya pemahaman tentang faktor-faktor pementasan, karena sebelumnya mereka hanya menulis naskah. Kendala tersebut kami atasi bersama melalui pemantik, evaluasi, serta penyesuaian aspek teknis ketika naskah akan ditampilkan,” jelasnya.

Dengan konsep pementasan berkelompok besar dan cerita yang berbeda di setiap kelas, Drama Performance ini menjadi ruang pembelajaran kolaboratif yang tidak hanya menekankan aspek teoretis, tetapi juga praktik berbahasa, kreativitas, dan seni pertunjukan secara kontekstual.

Yogyakarta — Tahun 2026 dibuka dengan kegiatan Seminar Penerjemahan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Laboratorium Bahasa A, Kampus 4 UAD.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua Program Studi PBI, dosen, mahasiswa PBI dan MPBI, serta peserta dari luar PBI UAD. Kegiatan dimoderatori oleh Ika Juni Astiti, mahasiswa PBI UAD, dan menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman di bidang penerjemahan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., yang menyoroti relevansi isu kecerdasan buatan dalam dunia penerjemahan.

Sambutan Kaprodi PBI UAD, Sucipto, Ph.D.

“Penerjemahan saat ini sudah terintegrasi dengan kecerdasan buatan. Seminar ini membahas bagaimana bersikap bijak dalam bidang penerjemahan serta mendukung perluasan kompetensi mahasiswa, salah satunya di bidang translation,” ujarnya.

Pemateri pertama, Widiana Martiningsih, S.S., penerjemah bersertifikat HPI yang berfokus pada pelokalan gim dan teks umum, menekankan pentingnya kesadaran penerjemah pemula terhadap peran AI. Ia menjelaskan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti penerjemah manusia, karena penerjemah tetap berperan penting dalam memahami konteks, budaya, dan etika penerjemahan.

Pemateri Pertama Seminar Penerjemahan

“Manusia dan AI sama-sama memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam proses penerjemahan, sehingga keduanya perlu diposisikan secara proporsional,” ujarnya.

Pemateri kedua, Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., dosen PBI UAD sekaligus penerjemah bersertifikat HPI, menyampaikan materi Becoming a Professional Translator. Ia membahas berbagai bidang kerja penerjemahan, perbedaan penerjemah lepas dan agensi, proses sertifikasi HPI, serta tantangan profesional di dunia penerjemahan. Astry juga menekankan pentingnya membaca, latihan berkelanjutan, keterlibatan komunitas, dan personal branding bagi calon penerjemah.

Pemateri Kedua Seminar Penerjemahan

“Disiplin membaca dan banyak berlatih merupakan fondasi utama yang perlu dibangun sejak awal bagi calon penerjemah profesional. Penerjemah perlu membangun profil profesional dan personal branding supaya bisa bersaing dengan penerjemah lainnya,” jelasnya.

Seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan serta kesiapan mahasiswa dan peserta dalam menghadapi perkembangan dunia penerjemahan yang semakin dinamis di era teknologi.