Posts

Kaprodi PBI UAD Jadi Narasumber Review Kurikulum OBE di Unismuh Makassar

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan, Sucipto, S.Pd., M.Pd.B.I., Ph.D., dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Review Kurikulum yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Makassar. Acara tersebut mengusung pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 6. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026 secara daring melalui Zoom.

Dosen, tim pengembang kurikulum, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan di PBI Universitas Muhammadiyah Makassar hadir dalam kegiatan ini.

Sucipto, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (APSPBI PTMA), menekankan pentingnya perumusan visi keilmuan program studi yang jelas, adaptif, dan relevan sebagai langkah awal dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE.

Selanjutnya, visi tersebut perlu diturunkan secara sistematis menjadi profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). CPL menjadi dasar dalam penyusunan bahan kajian, struktur kurikulum, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen. Seluruh komponen tersebut harus saling terintegrasi melalui prinsip constructive alignment.

Selain itu, Sucipto menekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.

Pada kesempatan tersebut, Kaprodi PBI Universitas Muhammadiyah Makassar menyampaikan apresiasinya.

Kaprodi PBI UAD Jadi Narasumber Review Kurikulum OBE di Unismuh Makassar

“Terima kasih banyak, Pak, atas ilmu dan waktunya hari ini. Materi yang Bapak sampaikan sangat bermanfaat dan menjadi bekal yang berharga bagi tim pengembang kurikulum kami dalam melakukan penyempurnaan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar,” ungkapnya.

Ia menilai proses pengembangan kurikulum perlu terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan yang terus berkembang.

Kaprodi PBI UAD Jadi Narasumber Review Kurikulum OBE di Unismuh Makassar

“Saya juga berharap silaturahmi akademik ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara PBI UAD dan PBI UNISMUH Makassar dalam menghadirkan berbagai program kolaboratif yang bermanfaat bagi dosen, mahasiswa, maupun pengembangan institusi,” tuturnya.

Baca juga: Dosen PBI UAD Jadi Pemateri Workshop Kurikulum OBE di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen PBI UAD dalam berbagi praktik baik dan memperkuat sinergi dengan sesama PTMA guna meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Yogyakarta – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2023 dan 2024 menampilkan Drama Performance sebagai luaran mata kuliah Drama pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Bahasa A, Kampus 4 UAD.

Drama Performance ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PBI angkatan 2023 dan 2024 yang terbagi ke dalam empat kelas. Setiap kelas menampilkan satu pementasan drama dengan cerita yang berbeda. Pementasan dilakukan secara berkelompok besar sebagai bentuk kolaborasi antarmahasiswa dalam satu kelas.

Mata kuliah Drama tersebut diampu oleh Arilia Triyoga, S.S., M.Pd.B.I. Arilia menjelaskan bahwa luaran mata kuliah Drama tidak hanya berupa pertunjukan, tetapi juga E-Book Antologi Drama ber-ISBN yang ditulis oleh mahasiswa.

Arilia Triyoga, S.S., M.Pd.B.I., selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Drama

“Bentuk luaran mata kuliah Drama ada dua, yaitu pertunjukan drama dan E-Book Antologi Drama ber-ISBN. Hal ini merupakan bagian dari penerapan Outcome Based Education (OBE), di mana mahasiswa dinilai apakah mereka mampu menulis kreatif atau tidak,” ujarnya.

Menurut Arilia, mahasiswa diwajibkan untuk terlibat langsung dalam pementasan guna melatih kemampuan improvisasi dan performatif. Melalui kegiatan tersebut, dosen dan program studi dapat melihat capaian pembelajaran mahasiswa secara lebih komprehensif.

Pada tahun ini, mata kuliah Drama menggandeng LSO HMPS PBI EDSA, yakni Keluarga Teater PeBei. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pendampingan seni panggung agar proses pementasan berjalan lebih terarah.

“Betul, tahun ini mata kuliah Drama bekerja sama dengan Keluarga Teater PeBei. Saya melihat teman-teman di sana memiliki kapabilitas dalam seni panggung, sehingga diharapkan Drama Performance ini bisa lebih terarah dan target pembelajarannya tercapai,” jelas Arilia.

Arilia juga menyampaikan bahwa mata kuliah Drama dirancang untuk mengembangkan berbagai kompetensi mahasiswa dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris.

“Kompetensi yang ingin dicapai antara lain menulis kreatif melalui penulisan naskah drama, speaking skill, dan critical thinking. Mahasiswa juga harus mampu menyusun konsep pementasan, mulai dari alur cerita, properti, hingga aspek teknis lainnya,” tambahnya.

Perwakilan Keluarga Teater PeBei, Atas Sultan Joe Satriani, menjelaskan bahwa naskah yang dipentaskan merupakan hasil karya mahasiswa dari masing-masing kelas. Tim teater berperan dalam memberikan pendampingan selama proses penggarapan.

Mata Kuliah Drama yang Berkolaborasi dengan Keluarga Teater PeBei

“Pemilihan naskah berasal dari karya dan kreativitas mahasiswa. Kami membantu memberikan pertimbangan dan mentoring, terutama bagaimana naskah sastra divisualisasikan dari bentuk tulisan ke bentuk pertunjukan,” ujarnya.

Sementara itu, M. Ghoni Raihan menyebutkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi mahasiswa selama proses latihan adalah faktor kepercayaan diri dan kurangnya pengalaman berpentas.

“Tantangan terbesar ada pada kurangnya rasa percaya diri dan minimnya pemahaman tentang faktor-faktor pementasan, karena sebelumnya mereka hanya menulis naskah. Kendala tersebut kami atasi bersama melalui pemantik, evaluasi, serta penyesuaian aspek teknis ketika naskah akan ditampilkan,” jelasnya.

Dengan konsep pementasan berkelompok besar dan cerita yang berbeda di setiap kelas, Drama Performance ini menjadi ruang pembelajaran kolaboratif yang tidak hanya menekankan aspek teoretis, tetapi juga praktik berbahasa, kreativitas, dan seni pertunjukan secara kontekstual.

Yogyakarta — Tahun 2026 dibuka dengan kegiatan Seminar Penerjemahan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Laboratorium Bahasa A, Kampus 4 UAD.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua Program Studi PBI, dosen, mahasiswa PBI dan MPBI, serta peserta dari luar PBI UAD. Kegiatan dimoderatori oleh Ika Juni Astiti, mahasiswa PBI UAD, dan menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman di bidang penerjemahan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., yang menyoroti relevansi isu kecerdasan buatan dalam dunia penerjemahan.

Sambutan Kaprodi PBI UAD, Sucipto, Ph.D.

“Penerjemahan saat ini sudah terintegrasi dengan kecerdasan buatan. Seminar ini membahas bagaimana bersikap bijak dalam bidang penerjemahan serta mendukung perluasan kompetensi mahasiswa, salah satunya di bidang translation,” ujarnya.

Pemateri pertama, Widiana Martiningsih, S.S., penerjemah bersertifikat HPI yang berfokus pada pelokalan gim dan teks umum, menekankan pentingnya kesadaran penerjemah pemula terhadap peran AI. Ia menjelaskan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti penerjemah manusia, karena penerjemah tetap berperan penting dalam memahami konteks, budaya, dan etika penerjemahan.

Pemateri Pertama Seminar Penerjemahan

“Manusia dan AI sama-sama memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam proses penerjemahan, sehingga keduanya perlu diposisikan secara proporsional,” ujarnya.

Pemateri kedua, Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., dosen PBI UAD sekaligus penerjemah bersertifikat HPI, menyampaikan materi Becoming a Professional Translator. Ia membahas berbagai bidang kerja penerjemahan, perbedaan penerjemah lepas dan agensi, proses sertifikasi HPI, serta tantangan profesional di dunia penerjemahan. Astry juga menekankan pentingnya membaca, latihan berkelanjutan, keterlibatan komunitas, dan personal branding bagi calon penerjemah.

Pemateri Kedua Seminar Penerjemahan

“Disiplin membaca dan banyak berlatih merupakan fondasi utama yang perlu dibangun sejak awal bagi calon penerjemah profesional. Penerjemah perlu membangun profil profesional dan personal branding supaya bisa bersaing dengan penerjemah lainnya,” jelasnya.

Seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan serta kesiapan mahasiswa dan peserta dalam menghadapi perkembangan dunia penerjemahan yang semakin dinamis di era teknologi.

English Department Student Association (EDSA) berhasil menyelenggarakan kegiatan English Camp Batch 2025 sekaligus EDSA Waroeng Ilmu (EWI). Kegiatan ini mengusung tema “SOLARIA: Empowering Each Other to Shine Bravely and Brightly.”

Acara berlangsung pada 21–22 November 2025 di Desa Wisata Pulesari, Turi, Sleman. Total peserta mencapai 75 orang, termasuk panitia, pendamping, dosen, dan tamu undangan.

Acara dimulai dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah, yang kemudian dilanjutkan sesi inti EDSA Waroeng Ilmu. Sesi ini diisi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D. Beliau hadir sebagai bagian dari pembinaan akademik dan karakter spiritual di bawah Divisi Religious Affairs. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan kiat-kiat menjadi mahasiswa yang kuat, disiplin, serta mampu menghadapi tantangan perkuliahan dengan sikap matang dan tekun. Kegiatan ini dikaitkan dengan proses penguatan mental dan keyakinan diri mahasiswa baru.

Pada awal sesi, beliau turut memperkenalkan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) kepada para mahasiswa.

Kaprodi PBI UAD sekaligus Pemateri EDSA Waroeng Ilmu

“Mahasiswa perlu membangun ketangguhan sejak awal agar mampu menghadapi tantangan akademik dan kehidupan kampus dengan bijaksana,” tutur Bapak Sucipto.

Sebelum sesi hiburan dimulai, peserta menerima sambutan dari Gubernur BEM FKIP, Arif Setyawan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kebersamaan, keaktifan, dan dukungan antarmahasiswa sebagai generasi kampus yang siap berkembang.

Ketua EDSA, Derly Syahputra, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini yang penuh makna dan nilai kebersamaan.

English Camp 2025 – Para dosen PBI UAD turut meramaikan kegiatan Makrab PBI UAD 2025

“SOLARIA bukan hanya tema, tetapi semangat untuk saling menguatkan. Saya bangga melihat antusiasme teman-teman yang bersinar dengan caranya masing-masing,” tutur Derly. 

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Ahmed Rassel, turut memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan bagi mahasiswa baru. Terima kasih kepada semua yang mendukung, sehingga acara ini berjalan lancar dan penuh kebersamaan,” tutur Rassel.

Suasana malam kemudian semakin meriah dengan Talent Show dari mahasiswa angkatan 2025 dan panitia. Mereka menampilkan beragam kreativitas, mulai dari nyanyian, tarian, flashmob, pembacaan puisi, hingga penampilan dari keluarga teater PeBei.

Setelah itu, peserta mengikuti rangkaian kegiatan kebersamaan seperti tukar kado, fun games, dan api unggun. Mereka juga menikmati hidangan jagung bakar yang menambah kehangatan serta mempererat kekompakan di antara peserta.

English Camp 2025 | “SOLARIA: Empowering Each Other to Shine Bravely and Brightly.”

Selepas istirahat malam, kegiatan berlanjut dengan suasana pagi yang segar melalui sesi senam bersama. Acara dilanjutkan dengan pembinaan Tim Pendamping Mahasiswa (TPM) oleh Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I.

Beliau menjelaskan peran TPM, tugas-tugas akademik yang perlu dipahami mahasiswa baru, serta menggali minat dan bakat peserta sebagai dasar pembinaan lanjutan.

Kegiatan berlanjut dengan quiz interaktif bersama PALP (Peer Assisted Learning Program). Dilanjutkan dengan sesi outbound. Bagian ini menjadi salah satu momen paling seru dan menantang, sekaligus mempererat kerja sama antar mahasiswa.

Sesi Outbound – English Camp 2025 “SOLARIA”

Acara ditutup dengan Awarding Session bagi peserta serta panitia. Lalu dilanjutkan foto bersama, dan kepulangan seluruh peserta pada siang hari. Selain mempererat kebersamaan, acara ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan akademik PBI UAD.

Yogyakarta – Sebanyak 23 siswa kelas peminatan bahasa SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta melakukan kunjungan ke Laboratorium Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UAD.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025. Para siswa didampingi oleh beberapa guru dan Kepala Sekolah, Erfin Widiyanto, S.IP. Kunjungan yang berlangsung di Lab Bahasa A ini bertujuan utama untuk melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua institusi.

Rombongan SMP Muhammadiyah 4 tiba sekitar pukul 09.00 pagi dan mengawali kegiatan dengan campus tour yang dipandu oleh dua mahasiswa PBI, Sukmowati Karunia Widi dan Alifia Aminatuzzahra.

Acara inti kemudian dilanjutkan di Lab Bahasa A dengan sambutan dari perwakilan masing-masing lembaga. Kepala Program Studi PBI, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PBI UAD dengan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta

“Alhamdulillāh, saya ucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu guru serta para siswa dari SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD. Kami sangat senang dapat menerima kunjungan peminatan bahasa ini, sekaligus memperkuat kerja sama antara kampus dan sekolah,” ujar Bapak Sucipto.

Senada dengan Kaprodi PBI, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, Bapak Erfin Widiyanto, S.IP., juga menyampaikan harapannya.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UAD yang telah berkenan menerima kunjungan kami hari ini. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi ruang belajar yang baru bagi para siswa, khususnya dalam memperdalam minat mereka di bidang bahasa. Semoga kegiatan di Lab Bahasa ini menginspirasi siswa-siswa kami untuk terus semangat belajar, serta mempererat hubungan baik antara sekolah kami dan PBI UAD,” ucapnya.

English for Fun dengan Siswa SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta

Penandatanganan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen antara kedua lembaga untuk memberikan pengalaman belajar langsung (hands-on experience) kepada para siswa. Selain itu, PKS bertujuan untuk memperkuat hubungan, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung pengembangan minat dan keterampilan berbahasa siswa sejak dini.

Setelah sesi formal penandatanganan PKS selesai, para siswa tampak antusias mengikuti sesi fun games selama 40 menit yang diisi oleh dua mahasiswi pendamping, Sukmowati dan Alifia. Kegiatan yang berjalan seru tersebut menjadi penutup rangkaian acara kunjungan.