Posts

Bandung, 13 Desember 2025 — English Department Student Association (EDSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kunjungan akademik ke Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini merupakan program kerja Divisi Public Relation EDSA yang berkolaborasi dengan Student Association of English Education Department (SAEED) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai upaya memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring antarkampus.

Kunjungan akademik ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., didampingi dosen Muh. Saeful Effendi, M.Pd.B.I. Rombongan mahasiswa PBI UAD mendapat sambutan hangat dari PBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh mahasiswa internasional PBI UAD asal Thailand, Afandee Bensulong. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Universitas Ahmad Dahlan dan Mars UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Penampilan Tarian Tradisional dari Mahasiswa PBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ketua Program Studi PBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Nia Kurniawati, M.Pd., membuka acara dengan ungkapan reflektif.

“Bandung diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum,” ungkapnya.

Ungkapan tersebut mencerminkan keterbukaan dan keramahan yang terasa sepanjang kegiatan. Sambutan ini mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi PBI UAD yang menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan yang diberikan.

“Sejak kami tiba, kami benar-benar merasa seperti berada di rumah sendiri. Atas nama PBI UAD, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini,” tuturnya.

Ruang Belajar Lintas Kampus

Kaprodi PBI UAD menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses memfasilitasi generasi muda untuk menemukan potensi, mengenali kekuatan diri, dan menentukan peran mereka di tengah masyarakat. Menurutnya, pertemuan lintas kampus seperti ini menjadi ruang belajar yang autentik serta mencerminkan the power of connection atau the power of silaturahmi dalam membangun relasi akademik yang bermakna dan berkelanjutan.

Sambutan juga disampaikan oleh Alifia Aminatuzzahra, selaku Co-Captain EDSA UAD. Ia berharap kegiatan benchmarking ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang yang bermakna untuk bertukar perspektif dan membangun kolaborasi antarmahasiswa.

 

“Kami berharap program benchmarking ini dapat menjadi ruang yang bermakna untuk saling bertukar perspektif dan membangun kolaborasi, sejalan dengan semangat tema kami: Speak Up. Step Up. Level Up.” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan utama, rangkaian acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) antardivisi kemahasiswaan. Melalui FGD ini, setiap Divisi EDSA & LSO PBI UAD dipertemukan dengan divisi sejenis di SAEED, membuka ruang dialog, pertukaran ide, serta penguatan kolaborasi antarmahasiswa.

Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan berlanjut dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PBI UAD dan PBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kerja sama ini menjadi komitmen bersama dalam pengembangan kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Perwakilan mahasiswa PBI UAD juga menyampaikan kesan positif atas kesempatan untuk berdiskusi dan membangun jejaring dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara PBI UAD dan PBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka penguatan mutu pendidikan calon pendidik bahasa Inggris.

Yogyakarta – Para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti Workshop Penyusunan Proposal Hibah DPPM Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Laboratorium B, Kampus 4 UAD.

Acara dibuka dengan sambutan Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan peluang hibah penelitian sebagai sarana pengembangan diri dosen. Selain itu, hibah penelitian juga berperan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian di lingkungan prodi. Ia mendorong para dosen untuk lebih percaya diri dalam mengajukan proposal hibah. Menurutnya, manfaat hibah tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga mendukung kemajuan prodi secara keseluruhan.

Pada sesi berbagi pengalaman, R. Muhammad Ali, S.S., M.Pd., yang telah berhasil meraih Hibah DPPM sebelumnya, memaparkan strategi dan kiat sukses penyusunan proposal. Ia menguraikan poin-poin utama dalam panduan hibah serta menegaskan urgensi research roadmap.

“Peta jalan penelitian, rekam jejak publikasi, serta konsistensi karya ilmiah menjadi penguat utama dalam proposal kita,” ujarnya.

Selanjutnya, Drs. Bambang Widi Pratolo, Ph.D., turut memberikan pengalaman dan masukan berharga terkait penyusunan proposal penelitian. Ia kembali menegaskan pentingnya memperhatikan aspek teknis sesuai ketentuan hibah.

“Jangan sampai konten sudah bagus, tetapi secara teknis justru kurang rapi sehingga menurunkan kualitas proposal,” jelasnya.

Bambang Widi juga menekankan bahwa penggunaan referensi mutakhir dan bersumber dari jurnal bereputasi merupakan unsur krusial dalam memperkuat landasan teoretis proposal. Kebaruan dan kredibilitas referensi menunjukkan relevansi penelitian dan meningkatkan peluang proposal untuk memperoleh penilaian positif dari reviewer.

Menutup kegiatan, Kaprodi kembali mengajak seluruh dosen PBI untuk tidak hanya fokus pada pengajuan proposal penelitian, tetapi juga proposal pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kontribusi nyata melalui program pengabdian akan membuat keberadaan Prodi PBI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas

Yogyakarta — Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2024, Fanny Rahmadani, berhasil meraih Juara 1 Lomba Poster dalam English National Competition Vol. 3 yang diselenggarakan oleh English Education Department Student Association (EEDSA) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring dan berlangsung sejak 3 September hingga 18 November 2025.

Fanny mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam lomba berawal dari informasi yang dibagikan oleh Dosen Tim Pendamping Mahasiswa (TPM) melalui grup WhatsApp. Setelah tertarik pada cabang lomba poster, ia segera mendaftar dan mendapatkan pendanaan dari Program Studi PBI UAD. Proses persiapan dilakukan di Laboratorium Tourism dengan bimbingan langsung dari Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I. dan Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed.

Dalam perjalanannya, Fanny mengaku sempat merasa ragu terhadap hasil karyanya. Namun, pengumuman akhir justru membuahkan hasil membanggakan.

Juara 1 Nasional Poster Competition

“Waktu pengumuman, Alhamdulillah saya berhasil meraih juara 1. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada dosen pembimbing serta tim di balik layar yang telah membantu dan mendukung saya,” ujarnya.

Fanny juga menyampaikan harapannya agar capaian ini dapat menjadi langkah awal untuk meraih prestasi lain di masa mendatang.

“Semoga ini bisa menjadi batu loncatan untuk mengikuti dan memenangkan lomba lain, serta bisa membanggakan PBI UAD dan orang tua saya,” tambahnya.

Meski demikian, Fanny mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu antara tugas perkuliahan dan persiapan lomba. Ia tetap berusaha menjaga tanggung jawab akademik sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh program studi.

Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa PBI UAD lainnya untuk aktif berpartisipasi dan berprestasi dalam kompetisi akademik maupun nonakademik di tingkat nasional.

Yogyakarta – English Department Student Association (EDSA) PBI UAD menggelar dua agenda, yakni Workshop Speaking serta Monitoring and Evaluation (Monev) Family LSO EDSA #2. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Bahasa A (6/12/2025).

Kegiatan pertama berupa Workshop Speaking dimulai pukul 10.00 WIB. Agenda ini merupakan program kerja Divisi Academic EDSA dan diikuti oleh pengurus serta LSO (EDSA Journalist Team, Keluarga Teater PeBei, dan Peer Assisted Learning Program). EDSA menghadirkan Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., sebagai pemateri dengan mengusung tema S.P.E.A.K (Speak, Practice, Enhance, Apply, Knowledge).

Selama sesi, peserta tidak hanya menerima materi namun juga terlibat dalam praktik berbicara bahasa Inggris. Setiap peserta diberi label nama dengan nomor kehadiran. Lalu Miss Astry menyebutkan nomor secara acak untuk menentukan peserta yang berbicara sesuai konteks diskusi.

Ketua pelaksana kegiatan, Levina Galuh Yulinar Rahayu, mengatakan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berbicara bahasa Inggris.

“Workshop ini kami rancang agar peserta berani mencoba dan lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” ujar Levina.

Workshop berakhir pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan dengan ISHOMA. Peserta kembali berkumpul pada pukul 13.00 WIB untuk mengikuti agenda kedua, yaitu Monev Family LSO EDSA #2.

Agenda ini merupakan program Divisi Interest and Talent EDSA. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen tim pendamping mahasiswa (TPM), Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed., dan Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I. Setiap divisi kemudian memaparkan progres, kendala, dan evaluasi program kerja, sebelum menerima masukan dan komentar dari dosen TPM. Seluruh rangkaian Monev disampaikan dalam bahasa Inggris. Kegiatan meliputi pembukaan, pemaparan, hingga pemberian umpan balik sebagai tindak lanjut dari workshop speaking sebelumnya.

“I appreciate how all divisions commit to using English throughout this Monev. This consistency will build a strong culture of confidence and academic readiness for future responsibilities,” tutur Rifai. 

Monev kedua ini juga meninjau kesiapan pengurus menuju kongres serta strategi regenerasi kepengurusan. Kegiatan ini menjadi lanjutan Monev pertama yang dilaksanakan pada 19 Juni 2025.

Koordinator Divisi Interest and Talent, Ferdi Aprilianto, menyampaikan kesannya terhadap pelaksanaan Monev,

“Today’s Monev provides us with a clear reflection of our progress. Feedback from our lecturers gives us direction and motivation to improve our performance before entering the congress period.”

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup pukul 15.30 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi serta mematangkan persiapan pengurus EDSA dan LSO menyambut agenda besar selanjutnya.

Yogyakarta — Di tengah kesederhanaan ruang terbuka di depan Museum Muhammadiyah Kampus 4 UAD, HMPS PBI English Department Student Association (EDSA) melalui Divisi Research & Development menyelenggarakan Diskusi dan Bedah Isu. Acara bertema “MBG dan Efisiensi Pendidikan: Antara Rasionalisasi Anggaran dan Kualitas Pembelajaran” ini berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025. Meski alakadarnya, tempat ini justru menjadi saksi lahirnya diskusi yang serius, intens, dan penuh gagasan kritis.

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30 WIB ini mendapatkan respons positif dari mahasiswa lintas angkatan dan lintas fakultas. Dua pemantik dihadirkan: Ahmed Rassel, mahasiswa PBI 2023 sekaligus anggota EDSA Ketua Divisi Academic, serta Fajar Hana Miftahul Ulum, mahasiswa PBI 2023 yang menjabat sebagai Ketua Umum IMM PBII. Diskusi dipandu oleh Muhammad Fakhri Shodiq (PBI 2025), yang membantu menjaga alur percakapan tetap hidup dan terarah.

Ruang Terbuka yang Menghidupkan Gagasan

Hanya beralaskan banner dan duduk berdekatan di ruang terbuka, para peserta justru merasa lebih bebas menyampaikan pandangan. Tidak ada sekat, tidak ada panggung tinggi, semua duduk sebagai sesama pembelajar. Suasana egaliter ini membuat diskusi berlangsung berlapis: tajam secara intelektual, tetapi hangat secara psikologis.

Bedah Isu: “MBG dan Efisiensi Pendidikan: Antara Rasionalisasi Anggaran dan Kualitas Pembelajaran”

Isu MBG (Makan Bergizi Gratis) dan efisiensi anggaran yang biasanya terdengar teknis kini menjadi topik yang dekat dengan keseharian mahasiswa. Kebijakan pendidikan tidak lagi sekadar angka birokrasi, tetapi realitas yang mereka alami dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Suara-suara dari Lapangan

Salah satu peserta, Nadzifah Nur Fitriana (PBI 2022), mengungkapkan refleksinya setelah mengikuti diskusi ini.

“Acara ini membuat saya semakin memahami bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya soal perhitungan anggaran, tetapi juga soal bagaimana mahasiswa merasakan perubahan itu dalam kehidupan akademik mereka.”

Pendapat serupa disampaikan oleh Muh Salman Alfarisi (PBI 2023).

“Bedah isu seperti ini penting karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk benar-benar memahami konteks kebijakan. Acara ini membuka perspektif saya tentang bagaimana efisiensi anggaran tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.”

Baca juga EDSA Gelar Diskusi, Dorong Mahasiswa Kritis soal Pendidikan

Pertemuan Ide dan Kolaborasi

Kehadiran mahasiswa dari berbagai angkatan PBI 2022 hingga 2025 dan juga dari fakultas lain, termasuk Fakultas Kedokteran, memperlihatkan bahwa isu pendidikan merupakan kepedulian bersama. Semangat lintas disiplin ini membuat diskusi semakin dinamis dan berwarna.

Bedah Isu: “MBG dan Efisiensi Pendidikan: Antara Rasionalisasi Anggaran dan Kualitas Pembelajaran”

Sebagai penutup, sesi foto bersama menjadi simbol bahwa ruang diskusi seperti ini tetap dibutuhkan. Tidak hanya untuk memahami kebijakan, tetapi juga untuk mempertajam kepekaan sosial, memperluas perspektif, dan menumbuhkan kesadaran kritis dalam diri mahasiswa sebagai calon pendidik, akademisi, maupun penggerak masyarakat.