Posts

Mahasiswa PBI UAD Borong Prestasi di Kompetisi Nasional 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD.

Kompetisi Tingkat Nasional 2026 ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Aisyiyah Surakarta, Telkom University, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Kompetisi dilaksanakan pada 22 Mei–11 Juni 2026 yang mencakup tahap pendaftaran, pelatihan, pengumpulan karya, dan pengumuman pemenang.

Mahasiswa PBI UAD berhasil menorehkan prestasi pada berbagai kategori kompetisi yang diselenggarakan oleh BIMAWA UAD. Adapun daftar peraih penghargaan beserta kategori yang dimenangkan disajikan pada tabel berikut.

Mahasiswa PBI UAD Borong Prestasi di Kompetisi Nasional 2026

Salah satu peraih penghargaan, Hana Lin Zakiyah, mengaku mengikuti kompetisi tersebut karena ingin mengeksplorasi berbagai pengalaman baru. Berbekal semangat tersebut, ia memberanikan diri mengikuti tiga kategori lomba yang diselenggarakan.

“Karena saya ingin mengeksplor banyak hal, saya mencoba meyakinkan diri untuk mengikuti tiga lomba yang diselenggarakan. Setelah proses riset dan olah data yang cukup melelahkan, Alhamdulillah karya saya mendapat penghargaan yang cukup memuaskan,” ujarnya.

Prestasi serupa juga diraih oleh Faradila Nor Insani. Ia mengaku tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena ingin menguji kemampuan di bidang desain grafis.

“Saat saya mengetahui informasi kompetisi ini, saya langsung tertarik untuk mengikutinya, terutama di bidang poster.” katanya.

Faradila berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi lainnya.

“Harapan saya, kemenangan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan saya dalam bidang desain grafis, serta memotivasi saya untuk terus menghasilkan kejuaraan-kejuaraan yang lain,” tuturnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PBI UAD tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik. Mereka juga mampu menunjukkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan daya saing yang kuat melalui berbagai karya inovatif. Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan komitmen PBI UAD dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar mampu berprestasi dan berkontribusi di tingkat nasional.

Koordinasi EFH 2026 Libatkan Mahasiswa TEYL

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan koordinasi bersama mahasiswa PBI UAD. Koordinasi ini adalah bagian dari persiapan penyelenggaraan My UADventure: English for Holiday (EFH) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung menjelang pelaksanaan program yang akan diselenggarakan pada 29 Juni–3 Juli 2026.

Koordinasi ini melibatkan mahasiswa PBI UAD angkatan 2023 yang tergabung dalam Teaching English to Young Learners (TEYL) Program Development. Selain mahasiswa, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah dosen tim TEYL PBI UAD. Dosen yang hadir di antaranya Nur Fatimah, S.Pd., M.Hum., Dr. Ratri Nur Hidayati, M.Pd.B.I., dan Rahmi Munfangati, S.S., M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., menyampaikan bahwa EFH merupakan salah satu program unggulan yang secara konsisten mendapat perhatian dan antusiasme dari masyarakat setiap tahunnya.

Koordinasi EFH 2026 Libatkan Mahasiswa TEYL

“Setiap tahun ada agenda unggulan yang ditunggu masyarakat. Melalui program EFH ini, PBI UAD dapat menunjukkan kontribusi dan membawa dampak positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa fasilitas laboratorium yang dimiliki PBI UAD tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pembelajaran internal. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Laboratorium ini bukan hanya untuk pembelajaran internal. Fasilitas yang ada juga dapat dimanfaatkan untuk masyarakat luas. Program ini terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga alumni,” tambahnya.

Sucipto menilai bahwa penyelenggaraan EFH semakin relevan dengan perkembangan pendidikan nasional. Menurutnya, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun 2027. Program yang berfokus pada pengenalan dan pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak memiliki nilai strategis.

Koordinasi EFH 2026 Libatkan Mahasiswa TEYL

Penjelasan mengenai konsep dan teknis pelaksanaan yang disampaikan oleh Sekretaris Prodi, Rahmi Munfangati, S.S., M.Pd. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai alur kegiatan, pembagian tugas.

Pada pelaksanaan EFH 2026, PBI UAD mengundang tiga instruktur kelas. Dua di antaranya merupakan alumni PBI UAD, yaitu Aviq Yusuf Fernanda, S.Pd., dan Aulia Hidayati, S.Pd. Sementara satu instruktur lainnya adalah mahasiswi PBI UAD angkatan 2022, Sukmowati Kurnia Widi, yang telah menyelesaikan sidangnya.

Koordinasi EFH 2026 Libatkan Mahasiswa TEYL

Melalui koordinasi ini, PBI UAD berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, program ini dapat berjalan optimal serta memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan bermakna bagi para peserta.

Teater PeBei PBI UAD Sukses Gelar Pentas “Fragmen Lama”

YogyakartaKeluarga Teater PeBei Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan pementasan bertajuk Fragmen Lama. Pementasan ini diadakan pada Minggu, 14 Juni 2026. Pementasan ini menjadi ajang untuk menampilkan kemampuan seni peran dan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mengangkat tema keluarga, trauma, dan penerimaan terhadap takdir, Fragmen Lama menghadirkan kisah tentang sebuah keluarga yang harus menghadapi rahasia masa lalu. Cerita ini menggambarkan perjuangan para tokohnya dalam menghadapi berbagai konflik yang muncul akibat luka dan rahasia yang tersimpan selama bertahun-tahun.

Dalam prosesnya, setiap tokoh berusaha menemukan makna keikhlasan dan cara menerima kenyataan yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Selain mengangkat persoalan keluarga, drama ini juga menyoroti isu cinta beda agama. Konflik tersebut semakin kompleks dengan hadirnya trauma yang dialami sang ibu, yang menjadi pusat permasalahan dalam pementasan ini.

Sutradara Fragmen Lama, Dea Fitri Ananta (PBI 2023), mengungkapkan bahwa proses produksi menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, sebagian besar aktor yang terlibat masih tergolong baru dalam dunia teater sehingga membutuhkan pemahaman dan latihan yang lebih intensif. Di sisi lain, Dea juga menjalani pengalaman pertamanya sebagai sutradara dalam studi pentas tersebut.

Teater PeBei PBI UAD Sukses Gelar Pentas Fragmen Lama

“Karena di studi pentas ini aktor-aktornya masih baru, jadi butuh pemahaman dan latihan ekstra. Saya sendiri juga baru menjadi sutradara di studi pentas ini, sehingga masih dalam tahap penyesuaian sebagai penggarap,” ujar Dea.

Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan melalui serangkaian latihan rutin dan pendalaman karakter. Sementara itu, Pimpinan Produksi, Fanny Tamara (PBI 2024) tantangan terbesar yang dihadapi selama proses produksi adalah mengubah cara berpikir dalam menyikapi berbagai permasalahan yang muncul selama persiapan.

“Salah satu tantangan yang paling sering saya hadapi adalah bagaimana saya harus mengubah cara berpikir dan melihat suatu masalah,” kata Fanny.

Setelah pementasan Fragmen Lama, Keluarga Teater PeBei akan melanjutkan agenda berikutnya, yaitu Pentas Produksi yang merupakan pementasan berskala lebih besar. Dea dan Fanny berharap Keluarga Teater PeBei dapat terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik. Mereka juga berharap supaya bisa menjaga kekompakan tim, serta membangun komunikasi dan kedisiplinan yang semakin kuat di masa mendatang.

Mahasiswa PBI Lolos Pendanaan Saudagar Dahlan Muda #5 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi lolos pendanaan Program Pembinaan Kewirausahaan Mahasiswa Saudagar Dahlan Muda (SDM) #5 Tahun 2026. Program ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD.

Tim tersebut beranggotakan Ahmed Rassel (PBI 2023) yang juga menjabat sebagai Ketua BEM FKIP UAD periode 2026/2027. Raehanah Rezky Amaliyah dipercaya sebagai ketua tim. Sementara itu, anggota tim lainnya ialah Putri Pitriani (PBI 2023) dan Annisa Adzkia Aulia (PBI 2024).

Melalui program tersebut, tim mengembangkan produk usaha bertajuk Cassava Crunch, olahan berbahan dasar singkong. Produk tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, Cassava Crunch juga dirancang untuk mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Pengkol.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan yang dirilis BIMAWA UAD, peserta yang lolos pendanaan mengikuti tahapan konfirmasi kesanggupan pada 17 Juni 2026. Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan Business Model Canvas (BMC), video kreatif, dan branding produk pada 18–20 Juni 2026. Tahap berikutnya meliputi pengumpulan karya lomba pada 21–26 Juni 2026, technical meeting pada 27 Juni 2026, serta kompetisi dan pameran inovasi kewirausahaan mahasiswa pada 1–2 Juli 2026. Pengumuman kompetisi dijadwalkan pada 2 Juli 2026.

Ketua tim, Raehanah Rezky Amaliyah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kesempatan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas pengalaman di bidang kewirausahaan.

“Kami berharap dapat mengikuti lebih banyak kegiatan bazar, expo, maupun lomba kewirausahaan untuk menambah pengalaman. Selain itu, kami ingin menjadikan stand ini sebagai langkah awal dalam membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus berperan dalam mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Pengkol,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa PBI UAD Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026

Raehanah juga menyampaikan harapannya terhadap pengembangan produk Cassava Crunch di masa mendatang.

“Ke depannya, kami berharap dapat mengembangkan Cassava Crunch dengan meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta berpartisipasi dalam lebih banyak kegiatan kewirausahaan,” tambahnya.

Keikutsertaan tim dalam program Saudagar Dahlan Muda #5 menunjukkan bahwa mahasiswa PBI UAD tidak hanya dibekali kompetensi di bidang pendidikan. Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui berbagai program dan kegiatan pengembangan diri. Melalui program ini, mereka dapat mengasah kreativitas, inovasi, serta kemampuan membangun usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Yogyakarta – English Department Student Association (EDSA) PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan benchmarking bersama EDSA PBI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026 di Laboratorium Bahasa A Kampus 4 UAD.

Benchmarking ini menjadi kesempatan bagi kedua organisasi untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta mempererat hubungan antarmahasiswa. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus EDSA UAD dan EDSA UMY.

Turut hadir Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., Pembina EDSA UMY, Puthut Ardianto, S.Pd., M.Pd., serta dosen Tim Pendamping Mahasiswa (TPM) PBI UAD, Indah Fajar Wahyuni, S.Pd., M.Hum.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Dalam sambutannya, perwakilan EDSA UMY menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh EDSA UAD. Mereka berharap kegiatan benchmarking ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua organisasi.

“Terima kasih kepada EDSA UAD atas sambutan hangat dan kesediaannya menjalin kerja sama dengan EDSA UMY. Kami berharap benchmarking ini dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama antara EDSA UMY dan EDSA UAD,” ujar perwakilan EDSA UMY.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Ketua EDSA PBI UAD, Salman Alfarisi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap benchmarking dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antara kedua organisasi.

“Semoga pertemuan ini membuka lebih banyak peluang kolaborasi antara EDSA UAD dan EDSA UMY di masa mendatang. Mari kita nikmati kegiatan ini dan belajar bersama,” ujarnya.

Agenda utama kegiatan meliputi presentasi program kerja dari setiap divisi EDSA UMY dan EDSA UAD. Kegiatan juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) antardivisi. Melalui forum tersebut, peserta bertukar informasi mengenai program kerja dan strategi pengelolaan organisasi. Berbagai peluang kolaborasi juga dibahas untuk mendukung pengembangan organisasi di masa mendatang.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Selain sesi diskusi, peserta mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia. Kegiatan ditutup dengan sesi tukar kado sebagai simbol persahabatan dan kebersamaan antara EDSA UAD dan EDSA UMY.

Indah Fajar Wahyuni, S.Pd., M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa benchmarking merupakan sarana yang positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi.

“Kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan perlu terus diperkuat. Melalui benchmarking ini, mahasiswa tidak hanya bertukar informasi, tetapi juga membangun jejaring yang dapat mendukung pengembangan organisasi dan kualitas program kerja di masa depan,” ujarnya.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar BenchmarkingSementara itu, EDSA UAD berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antarorganisasi dan membuka peluang kolaborasi di masa mendatang. Sebagai tindak lanjut, Program Studi PBI UAD dan PBI UMY sepakat memperkuat kerja sama melalui penandatanganan kerja sama. EDSA UAD dan EDSA UMY juga berencana berkolaborasi dalam program kerja bersama pada masa mendatang. (Lus)