Posts

PALP PBI Bangun Ekosistem Belajar Bahasa Inggris yang Inovatif

Yogyakarta – Peer Assisted Learning Program (PALP) menggelar serah terima jabatan pengurus periode 2026/2027. Program ini berada di bawah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026 di Laboratorium Bahasa A Lantai 7 Kampus 4 UAD. Acara ini menjadi momentum pergantian kepengurusan sekaligus evaluasi program kerja periode sebelumnya dan penyusunan program kerja untuk satu tahun mendatang.

Kegiatan dihadiri Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D. Turut hadir dosen pendamping PALP, yakni Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I. dan Dr. Ratri Nur Hidayati, M.Pd.B.I. serta anggota PALP.

Dalam sambutannya, Sucipto mengapresiasi dedikasi dan kontribusi pengurus PALP Periode 2025/2026 selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat menghadirkan berbagai inovasi. Menurutnya, program yang disusun perlu selaras dengan kebutuhan mahasiswa serta perkembangan dunia pendidikan.

PALP PBI Bangun Ekosistem Belajar Bahasa Inggris yang Inovatif

“PALP perlu terus berinovasi dengan melihat tantangan internal dan eksternal. Kami berharap unit ini dapat memperkuat ekosistem belajar bahasa Inggris di UAD. Upaya itu perlu dimulai dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,” ujar Sucipto.

Sementara itu, Ratri Nur Hidayati mendorong pengurus baru untuk menyusun program kerja yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa. Menurutnya, penguatan keterampilan listening dan speaking perlu menjadi salah satu fokus utama. Hal itu dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Astry Fajria juga turut mengapresiasi kinerja pengurus periode sebelumnya. Ia juga menyampaikan sejumlah masukan sebagai bahan evaluasi.

Prosesi serah terima jabatan dilakukan secara simbolis. Jabatan Ketua PALP Periode 2025/2026 diserahkan oleh Raehanah Rezky Amaliyah kepada Ketua PALP Periode 2026/2027, Nadine Hanuputri Vibiya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi program kerja periode sebelumnya.

Baca juga: MIC ON! PBI UAD Gelar Study Club Workshop #1 Public Speaking

Melalui kepengurusan baru, PALP PBI UAD diharapkan semakin memperkuat budaya belajar kolaboratif. Kepengurusan baru diharapkan mampu mendukung terwujudnya ekosistem pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif di lingkungan kampus.

Kaprodi PBI UAD Bekali Calon Alumni Jelang Wisuda

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pembekalan Calon Wisudawan/Wisudawati pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan setelah Pelepasan Calon Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Amphitarium, Kampus IV UAD.

Sebanyak 20 mahasiswa PBI UAD yang akan mengikuti wisuda pada 1 Agustus 2026 mengikuti kegiatan tersebut. Pembekalan disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D.

Dalam pembekalannya, Sucipto memberikan semangat dan motivasi kepada para calon alumni agar memiliki rencana yang jelas setelah menyelesaikan studi. Ia menyampaikan bahwa sebagian mahasiswa yang akan diwisuda bahkan telah lebih dahulu memasuki dunia kerja. Karena itu, ia mendorong seluruh calon alumni untuk segera menentukan langkah berikutnya sesuai dengan tujuan masing-masing.

Kaprodi PBI UAD Bekali Calon Alumni Jelang Wisuda

“Setelah tanggal 1, kalian wisuda, kalian semua harus sudah ada rencana ke mana. Sudah ada kegiatan,” ujar Sucipto.

Sucipto juga memperkenalkan kiprah alumni PBI UAD yang telah sukses di berbagai bidang. Mulai dari mengikuti program Alumni Mengajar di Thailand (AMT), menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di China dan negara lainnya, hingga berkarier sebagai perwira TNI Angkatan Laut. Menurutnya, keberhasilan para alumni tersebut menunjukkan bahwa lulusan PBI UAD memiliki peluang karier yang luas.

Di akhir pembekalan, Sucipto mengingatkan para calon alumni agar selalu mengiringi setiap ikhtiar dengan kesabaran, ibadah, dan doa.

“Jadikan salat dan sabar sebagai penolongmu, dan jadikan doa sebagai senjatamu,” pesannya.

Baca juga: Dari Korea Selatan, Alumni PBI UAD Hadirkan Inspirasi Global di Guest Lecture

Kaprodi PBI UAD Bekali Calon Alumni Jelang Wisuda

Pembekalan ini diharapkan dapat memberikan bekal sekaligus motivasi kepada calon alumni PBI UAD untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi dengan lebih percaya diri dan penuh perencanaan.

YogyakartaEnglish Department Student Association (EDSA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menutup rangkaian English Vaganza EDSA Championship (EVA ECHA) 2026 melalui Closing Ceremony pada Minggu (26/7). Kegiatan ini digelar di Aula Masjid Islamic Center, Kampus 4 UAD. EVA ECHA merupakan ajang tahunan yang menghadirkan berbagai kompetisi bagi mahasiswa. Tahun ini, EVA ECHA 2026 menghadirkan tiga kompetisi tingkat nasional, yaitu English Islamic Speech, Graphic Design, dan Academic Writing. Selain itu, terdapat kompetisi E-Sport (Mobile Legends), ED-Sport (Badminton), dan Singing Competition. Seluruh cabang lomba diperuntukkan bagi mahasiswa.

HMPS PBI EDSA Resmi Menutup Rangkaian EVA ECHA 2026

Ketua Pelaksana EVA ECHA 2026, Fajarina Ayuning Handayani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dosen, dewan juri, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan. Menurutnya, EVA ECHA menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik.

“Selamat kepada seluruh pemenang atas pencapaiannya. Bagi yang belum berkesempatan meraih kemenangan, tetaplah bersemangat karena setiap pengalaman merupakan langkah berharga menuju kesuksesan. Kami berharap EVA ECHA terus menjadi ajang yang menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan talenta, meraih prestasi, dan terus berkarya,” ujarnya.

HMPS PBI EDSA Resmi Menutup Rangkaian EVA ECHA 2026

Ketua EDSA, Muh Salman Alfarisi, menegaskan bahwa EVA ECHA merupakan agenda tahunan HMPS PBI EDSA. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa PBI UAD untuk mengembangkan potensi dan prestasi. Menurutnya, EVA ECHA juga berperan dalam mempererat kebersamaan antarmahasiswa.

HMPS PBI EDSA Resmi Menutup Rangkaian EVA ECHA 2026

Sementara itu, Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., mengapresiasi penyelenggaraan EVA ECHA 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa sekaligus mencerminkan budaya berprestasi yang telah mengakar di PBI UAD. Sucipto menambahkan bahwa lulusan PBI UAD memiliki peluang berkarier di berbagai bidang, seperti pendidikan, tourism, translation, dan journalism.

“EVA ECHA merupakan ajang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kepercayaan diri. Kami ingin menunjukkan bahwa lulusan PBI tidak hanya dipersiapkan menjadi guru, tetapi juga memiliki peluang berkarier di berbagai bidang,” ungkapnya.

Closing Ceremony menjadi penutup rangkaian EVA ECHA 2026 yang telah berlangsung sejak Juni 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemilihan King and Queen PBI 2026 serta talk show bersama alumni PBI UAD yang mengangkat tema public speaking.

Yogyakarta – Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Komisariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Komda DIY), dan Akademi Translexi menghadirkan Simulasi Tes Sertifikasi Nasional (TSN) HPI untuk penerjemah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Laboratorium PPG, lantai 7 Gedung Siti Walidah, Kampus IV UAD. PBI UAD menjadi tuan rumah penyelenggaraan simulasi tersebut.

Simulasi dirancang semirip mungkin dengan pelaksanaan TSN HPI yang sesungguhnya. Seluruh peserta mengikuti alur ujian mulai dari pemeriksaan, pelaksanaan tes, hingga durasi pengerjaan selama tiga jam. Format soal juga disesuaikan dengan standar TSN HPI sehingga peserta memperoleh gambaran nyata mengenai ujian sertifikasi profesi penerjemah.

Ketua HPI Komda DIY, Andika Priadiputra, mengatakan bahwa simulasi ini bertujuan memberikan pengalaman kepada peserta sebelum mengikuti TSN HPI yang sebenarnya. Menurutnya, pengalaman tersebut penting agar peserta memahami aspek teknis maupun strategi menghadapi ujian.

Wakil Ketua Bidang I HPI

“Simulasi ini dibuat semirip mungkin dengan TSN HPI yang sesungguhnya. Mulai dari proses masuk, pemeriksaan, durasi selama tiga jam, hingga format soal semuanya disamakan. Tujuannya agar peserta tidak kaget ketika mengikuti tes resmi. Mereka sudah mengetahui apa yang harus dipersiapkan, seperti membawa kamus cetak, mengatur waktu, dan menyusun strategi selama mengerjakan soal,” ujarnya.

Andika menjelaskan bahwa TSN HPI tidak hanya menguji kemampuan menerjemahkan, tetapi juga ketahanan peserta dalam mengelola waktu. Selama ujian, peserta tidak diperkenankan menggunakan internet. Seluruh pencarian padanan istilah dilakukan menggunakan kamus atau referensi dalam bentuk cetak.

PBI UAD Jadi Tuan Rumah Simulasi Tes Sertifikasi Nasional HPI

Ia menambahkan bahwa soal yang diberikan juga menuntut konsentrasi tinggi karena berbentuk teks panjang. Dalam satu paket ujian terdapat satu soal wajib dan beberapa soal pilihan dengan panjang teks yang tidak singkat. Kondisi tersebut membuat peserta harus mampu membagi waktu secara efektif selama tiga jam pelaksanaan tes.

PBI UAD Jadi Tuan Rumah Simulasi Tes Sertifikasi Nasional HPI

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dan pembahasan soal bersama Wahyu Adi Putra Ginting, Wakil Ketua Bidang I HPI. Peserta memperoleh penjelasan mengenai pendekatan dalam menyelesaikan soal. Mereka juga mempelajari kesalahan yang umum dilakukan peserta serta strategi menghadapi TSN HPI sesuai standar penilaian yang berlaku.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu penerjemah mempersiapkan diri menghadapi Tes Sertifikasi Nasional (TSN) HPI. Kolaborasi HPI Komda DIY, PBI UAD, dan Akademi Translexi juga menjadi upaya untuk mendukung lahirnya penerjemah profesional.

Kolaborasi PBI UAD dan Alumni di My UADventure 2026

YogyakartaProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melibatkan sejumlah alumni sebagai teacher dalam My UADventure: English for Holiday (EFH) 2026. Program ini berlangsung dari 29 Juni sampai 3 Juli 2026. Selama lima hari, mereka mendampingi siswa sekolah dasar belajar bahasa Inggris di Laboratorium PBI Kampus 4 UAD. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara alumni, mahasiswa, dan dosen.

Sebanyak 60 peserta dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu Asia Team, Australia Team, America Team, dan Europe Team. Setiap kelompok didampingi seorang teacher yang bertugas memandu proses pembelajaran selama lima hari.

Peran Alumni dalam My UADventure 2026

Para teacher merupakan alumni PBI UAD dengan latar belakang pengalaman mengajar yang beragam. Aviq Yusuf Fernanda, S.Pd., yang kini menjadi guru bahasa Inggris, dipercaya mendampingi America Team. Aulia Hidayati, S.Pd. kembali terlibat sebagai teacher setelah mendampingi peserta pada penyelenggaraan My UADventure di tahun-tahun sebelumnya. Ia bertugas di Europe Team. Hassika Laila, S.Pd., Gr., yang telah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG), mendampingi Asia Team. Australia Team didampingi Sukmowati Kurnia Widi. Ia merupakan lulusan baru PBI UAD yang telah menjadi teacher pada My UADventure tahun lalu.

Kehadiran para alumni menjadi bagian dari upaya PBI UAD untuk membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Pengalaman mereka di dunia pendidikan diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar para peserta maupun mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut.

Kolaborasi PBI UAD dan Alumni di My UADventure 2026

Sukmowati Kurnia, Hassika Laila, Aulia Hidayati, dan Aviq Yusuf Fernanda

Salah satu teacher, Aviq Yusuf Fernanda, S.Pd., mengaku antusias mengikuti program ini untuk pertama kalinya. Ia merasa senang dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui materi bertema perjalanan.

“Saya merasa bahagia karena bisa bertemu dengan anak-anak dan mengajarkan bahasa Inggris yang berkaitan dengan travelling. Ini pertama kali saya bergabung dalam English for Holiday. Bagi saya, ini menjadi pengalaman yang luar biasa untuk mengajar bahasa Inggris,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aulia Hidayati, S.Pd. yang telah beberapa kali terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, terutama dari sisi jumlah peserta dan antusiasme masyarakat.

“Dari tahun 2024, 2025, hingga 2026, menurut saya tahun ini yang paling mantap. Jumlah pesertanya jauh lebih banyak. Antusiasme orang tua dan anak-anak terhadap English for Holiday 2026 juga luar biasa,” ungkapnya.

Keterlibatan alumni menjadi salah satu kekuatan dalam penyelenggaraan My UADventure: English for Holiday 2026. Pengalaman yang mereka miliki memberikan warna baru dalam proses pembelajaran. PBI UAD berharap kolaborasi bersama alumni dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan program-program berikutnya.