Posts

Teater PeBei PBI UAD Sukses Gelar Pentas “Fragmen Lama”

YogyakartaKeluarga Teater PeBei Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan pementasan bertajuk Fragmen Lama. Pementasan ini diadakan pada Minggu, 14 Juni 2026. Pementasan ini menjadi ajang untuk menampilkan kemampuan seni peran dan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mengangkat tema keluarga, trauma, dan penerimaan terhadap takdir, Fragmen Lama menghadirkan kisah tentang sebuah keluarga yang harus menghadapi rahasia masa lalu. Cerita ini menggambarkan perjuangan para tokohnya dalam menghadapi berbagai konflik yang muncul akibat luka dan rahasia yang tersimpan selama bertahun-tahun.

Dalam prosesnya, setiap tokoh berusaha menemukan makna keikhlasan dan cara menerima kenyataan yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Selain mengangkat persoalan keluarga, drama ini juga menyoroti isu cinta beda agama. Konflik tersebut semakin kompleks dengan hadirnya trauma yang dialami sang ibu, yang menjadi pusat permasalahan dalam pementasan ini.

Sutradara Fragmen Lama, Dea Fitri Ananta (PBI 2023), mengungkapkan bahwa proses produksi menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, sebagian besar aktor yang terlibat masih tergolong baru dalam dunia teater sehingga membutuhkan pemahaman dan latihan yang lebih intensif. Di sisi lain, Dea juga menjalani pengalaman pertamanya sebagai sutradara dalam studi pentas tersebut.

Teater PeBei PBI UAD Sukses Gelar Pentas Fragmen Lama

“Karena di studi pentas ini aktor-aktornya masih baru, jadi butuh pemahaman dan latihan ekstra. Saya sendiri juga baru menjadi sutradara di studi pentas ini, sehingga masih dalam tahap penyesuaian sebagai penggarap,” ujar Dea.

Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan melalui serangkaian latihan rutin dan pendalaman karakter. Sementara itu, Pimpinan Produksi, Fanny Tamara (PBI 2024) tantangan terbesar yang dihadapi selama proses produksi adalah mengubah cara berpikir dalam menyikapi berbagai permasalahan yang muncul selama persiapan.

“Salah satu tantangan yang paling sering saya hadapi adalah bagaimana saya harus mengubah cara berpikir dan melihat suatu masalah,” kata Fanny.

Setelah pementasan Fragmen Lama, Keluarga Teater PeBei akan melanjutkan agenda berikutnya, yaitu Pentas Produksi yang merupakan pementasan berskala lebih besar. Dea dan Fanny berharap Keluarga Teater PeBei dapat terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik. Mereka juga berharap supaya bisa menjaga kekompakan tim, serta membangun komunikasi dan kedisiplinan yang semakin kuat di masa mendatang.

Mahasiswa PBI Lolos Pendanaan Saudagar Dahlan Muda #5 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi lolos pendanaan Program Pembinaan Kewirausahaan Mahasiswa Saudagar Dahlan Muda (SDM) #5 Tahun 2026. Program ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD.

Tim tersebut beranggotakan Ahmed Rassel (PBI 2023) yang juga menjabat sebagai Ketua BEM FKIP UAD periode 2026/2027. Raehanah Rezky Amaliyah dipercaya sebagai ketua tim. Sementara itu, anggota tim lainnya ialah Putri Pitriani (PBI 2023) dan Annisa Adzkia Aulia (PBI 2024).

Melalui program tersebut, tim mengembangkan produk usaha bertajuk Cassava Crunch, olahan berbahan dasar singkong. Produk tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, Cassava Crunch juga dirancang untuk mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Pengkol.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan yang dirilis BIMAWA UAD, peserta yang lolos pendanaan mengikuti tahapan konfirmasi kesanggupan pada 17 Juni 2026. Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan Business Model Canvas (BMC), video kreatif, dan branding produk pada 18–20 Juni 2026. Tahap berikutnya meliputi pengumpulan karya lomba pada 21–26 Juni 2026, technical meeting pada 27 Juni 2026, serta kompetisi dan pameran inovasi kewirausahaan mahasiswa pada 1–2 Juli 2026. Pengumuman kompetisi dijadwalkan pada 2 Juli 2026.

Ketua tim, Raehanah Rezky Amaliyah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kesempatan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas pengalaman di bidang kewirausahaan.

“Kami berharap dapat mengikuti lebih banyak kegiatan bazar, expo, maupun lomba kewirausahaan untuk menambah pengalaman. Selain itu, kami ingin menjadikan stand ini sebagai langkah awal dalam membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus berperan dalam mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Pengkol,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa PBI UAD Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026

Raehanah juga menyampaikan harapannya terhadap pengembangan produk Cassava Crunch di masa mendatang.

“Ke depannya, kami berharap dapat mengembangkan Cassava Crunch dengan meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta berpartisipasi dalam lebih banyak kegiatan kewirausahaan,” tambahnya.

Keikutsertaan tim dalam program Saudagar Dahlan Muda #5 menunjukkan bahwa mahasiswa PBI UAD tidak hanya dibekali kompetensi di bidang pendidikan. Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui berbagai program dan kegiatan pengembangan diri. Melalui program ini, mereka dapat mengasah kreativitas, inovasi, serta kemampuan membangun usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Yogyakarta – English Department Student Association (EDSA) PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan benchmarking bersama EDSA PBI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026 di Laboratorium Bahasa A Kampus 4 UAD.

Benchmarking ini menjadi kesempatan bagi kedua organisasi untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta mempererat hubungan antarmahasiswa. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus EDSA UAD dan EDSA UMY.

Turut hadir Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., Pembina EDSA UMY, Puthut Ardianto, S.Pd., M.Pd., serta dosen Tim Pendamping Mahasiswa (TPM) PBI UAD, Indah Fajar Wahyuni, S.Pd., M.Hum.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Dalam sambutannya, perwakilan EDSA UMY menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh EDSA UAD. Mereka berharap kegiatan benchmarking ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua organisasi.

“Terima kasih kepada EDSA UAD atas sambutan hangat dan kesediaannya menjalin kerja sama dengan EDSA UMY. Kami berharap benchmarking ini dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama antara EDSA UMY dan EDSA UAD,” ujar perwakilan EDSA UMY.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Ketua EDSA PBI UAD, Salman Alfarisi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap benchmarking dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antara kedua organisasi.

“Semoga pertemuan ini membuka lebih banyak peluang kolaborasi antara EDSA UAD dan EDSA UMY di masa mendatang. Mari kita nikmati kegiatan ini dan belajar bersama,” ujarnya.

Agenda utama kegiatan meliputi presentasi program kerja dari setiap divisi EDSA UMY dan EDSA UAD. Kegiatan juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) antardivisi. Melalui forum tersebut, peserta bertukar informasi mengenai program kerja dan strategi pengelolaan organisasi. Berbagai peluang kolaborasi juga dibahas untuk mendukung pengembangan organisasi di masa mendatang.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar Benchmarking

Selain sesi diskusi, peserta mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia. Kegiatan ditutup dengan sesi tukar kado sebagai simbol persahabatan dan kebersamaan antara EDSA UAD dan EDSA UMY.

Indah Fajar Wahyuni, S.Pd., M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa benchmarking merupakan sarana yang positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi.

“Kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan perlu terus diperkuat. Melalui benchmarking ini, mahasiswa tidak hanya bertukar informasi, tetapi juga membangun jejaring yang dapat mendukung pengembangan organisasi dan kualitas program kerja di masa depan,” ujarnya.

EDSA UAD dan EDSA UMY Gelar BenchmarkingSementara itu, EDSA UAD berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antarorganisasi dan membuka peluang kolaborasi di masa mendatang. Sebagai tindak lanjut, Program Studi PBI UAD dan PBI UMY sepakat memperkuat kerja sama melalui penandatanganan kerja sama. EDSA UAD dan EDSA UMY juga berencana berkolaborasi dalam program kerja bersama pada masa mendatang. (Lus)

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Workshop Publikasi Ilmiah: Conducting Publishable ELT Research. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Educators Hall, Kampus 4 UAD. Peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa PBI dan MPBI UAD. PBI dan MPBI UAD menghadirkan David Wijaya, Ph.D. | FHEA. dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai pemateri. Workshop ini dimoderatori oleh Dio Fahmi Alfaridhi, S.Pd., alumni PBI UAD.

Acara dibuka oleh Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., Wakil Dekan Bidang SDM dan KKAU FKIP UAD sekaligus dosen PBI UAD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan belajar dan meneliti bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia yang terus berubah.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

“Kami berharap workshop ini dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan riset dan publikasi ilmiah yang dibutuhkan di dunia akademik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam bidang penelitian dan kerja sama internasional,” ujarnya.

Baca juga: Perdalam Teknik Editing Ilmiah, Dosen PBI UAD Ikuti Workshop Penulisan Akademik

Dalam pemaparannya, David Wijaya menjelaskan bahwa penelitian yang layak dipublikasikan harus memiliki fokus yang jelas. Penelitian juga perlu didukung metodologi yang kuat, analisis data yang valid, serta kontribusi yang nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

David juga menjelaskan pentingnya menemukan research gap melalui kajian literatur. Menurutnya, kebaruan penelitian lahir dari kemampuan menemukan aspek yang belum banyak dikaji. Ia turut memperkenalkan berbagai pendekatan penelitian ELT dan memaparkan contoh penelitian yang telah diterbitkan di jurnal internasional.

David mengingatkan peserta mengenai berbagai faktor yang dapat menyebabkan naskah ditolak oleh jurnal ilmiah. Menurutnya, kualitas argumentasi, metodologi, dan kontribusi penelitian menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan penulis.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

“Banyak naskah ditolak bukan karena topiknya tidak menarik, tetapi karena argumentasinya lemah, metodologinya tidak selaras dengan tujuan penelitian, atau gagal menunjukkan kontribusi yang jelas terhadap bidang kajian yang diteliti,” jelas David.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah (2)

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Penandatanganan dilakukan oleh Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian antara kedua institusi.

Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang penelitian yang lebih terarah. Mahasiswa juga diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kontribusi akademik yang jelas dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi.

Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 1 di GBC 2026 (2)

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Agung Alfadi (PBI UAD 2024), berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Bersama Tim Basket Guardian UAD, ia sukses meraih Juara 1 dalam Gadjahmada Basketball Competition (GBC) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 17–23 Mei 2026. Tidak hanya membawa timnya menjadi juara, Agung juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) atau pemain terbaik turnamen.

Gadjahmada Basketball Competition merupakan ajang basket tingkat nasional yang diikuti oleh berbagai tim dari sejumlah daerah di Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, Tim Basket Guardian UAD yang beranggotakan 15 pemain tampil konsisten sejak babak awal hingga partai final dan berhasil mengamankan gelar juara.

Di balik keberhasilan tersebut, Agung harus menghadapi tantangan yang tidak mudah. Jadwal pertandingan yang berlangsung bersamaan dengan Ujian Tengah Semester (UTS) menuntutnya untuk mampu membagi waktu antara kewajiban akademik dan komitmen sebagai atlet.

“Pengalaman mengikuti turnamen ini sangat seru dan penuh tantangan karena waktunya bertabrakan dengan UTS. Saya harus benar-benar bisa mengatur waktu antara belajar dan fokus untuk pertandingan agar keduanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Agung menilai kekompakan tim menjadi faktor penting yang mengantarkan Guardian UAD meraih hasil terbaik. Menurutnya, seluruh pemain bekerja keras dan saling mendukung untuk memberikan performa maksimal di setiap pertandingan.

Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 1 di GBC 2026 (2)

Penghargaan MVP yang diraihnya menjadi pencapaian istimewa. Namun, ia menganggap prestasi tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

“Semoga dengan pencapaian ini saya bisa terus konsisten dan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Saya juga berharap dapat terus memberikan yang terbaik bagi tim serta meraih prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.

Baca juga: Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 3 Basket UPTION 2026

Prestasi yang diraih Agung Alfadi menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dan nonakademik. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berprestasi di berbagai bidang.