Posts

English Camp 2026 PBI UAD: Menemukan Cerita dalam Kebersamaan

Sleman, 3 Oktober 2026 — English Education Students Association (EDSA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar English Camp 2026 pada Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026, di Plosokuning Tourism Village, Sleman. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun keakraban, memperkuat kebersamaan, serta mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas.

Mengusung tema “Beyond the Map: One Journey, Many Stories”, peserta berangkat dari Kampus Pusat UAD pukul 15.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah, welcoming remarks dari Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta pertemuan bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA).

Dalam sambutannya, Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengajak mahasiswa menjadikan English Camp sebagai bagian dari perjalanan untuk belajar dan bertumbuh.

“Keep learning, keep practicing, keep praying, and never give up. You are not only here to learn English, but also to grow and become better,” pesannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sharing bersama DPA. Mahasiswa dapat berinteraksi lebih dekat, berbagi pengalaman, serta memperoleh penguatan dalam menjalani perjalanan akademik di PBI UAD.

Setelah salat Isya dan makan malam bersama, suasana semakin meriah melalui Talent Showcase. Mahasiswa dan panitia menampilkan berbagai kreativitas dan bakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan exchange gifts yang semakin mempererat keakraban antarpeserta.

Malam ditutup dengan campfire. Di sekitar api unggun, mahasiswa menikmati kebersamaan sekaligus merefleksikan perjalanan mereka sebagai mahasiswa PBI UAD.

Melalui English Camp 2026, PBI UAD berharap mahasiswa semakin percaya diri. Mahasiswa juga diharapkan mampu membangun relasi positif dan menghargai perbedaan. Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan berkembang.

English Camp 2026 menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa PBI UAD. Perjalanan tersebut tidak hanya tentang tempat yang dituju. Lebih dari itu, mahasiswa mendapatkan cerita, pengalaman, dan persahabatan yang dibangun bersama.

Fajar Hana Miftahul Ulum, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dipercaya menjadi Ketua Pengenalan Program Kemahasiswaan (P2K) UAD 2026. Fajar memiliki pengalaman dalam berbagai organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan kerelawanan. Pengalaman tersebut menjadi bekalnya dalam memimpin pelaksanaan P2K.

P2K 2026 mengusung tema besar “P2K Prakarsa” dengan tiga pilar utama, yaitu intelektualitas, humanitas, dan teknologi. Melalui tema tersebut, mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga berani menghasilkan gagasan dan karya nyata. Tema ini melanjutkan semangat P2K 2025 yang mengusung tema “P2K Berdaya” dengan pilar intelektual, aksi, dan masa depan. Jika P2K 2025 berfokus pada pengenalan kampus sekaligus membangun potensi dan keberanian mahasiswa, P2K 2026 membawa semangat untuk mendorong mahasiswa mengambil prakarsa melalui gagasan dan karya.

Bagi Fajar, menjadi Ketua P2K memberikan pengalaman yang berharga. Ia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak teman baru, mengelola kegiatan berskala besar, serta mengembangkan kemampuan dalam memanajemen kegiatan dan tim secara profesional. Baginya, keterlibatan dalam P2K juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat bagi universitas, khususnya dalam mempersiapkan penyambutan mahasiswa baru.

Dalam mengelola kegiatan besar, Fajar menyebut pengalaman dan komunikasi yang baik sebagai dua hal penting. Selain itu, ia juga tidak melupakan dukungan serta doa dari orang tua dan teman-teman di sekitarnya.

Fajar juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi. Menurutnya, tanggung jawab utama mahasiswa tetaplah belajar.

“Bagaimanapun, amanah yang pertama itu belajar. Jadi, pastikan tanggung jawab belajar sudah selesai untuk melanjutkan fokus ke kegiatan organisasi,” ungkapnya.

Dalam menjalankan amanahnya, Fajar memegang prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip tersebut menjadi motivasinya untuk terus belajar, berkontribusi, dan memberikan manfaat melalui setiap kegiatan yang dijalankan.

Yogyakarta, 28 September 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Hana Lin Zakiyah berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Short Creative Video tingkat nasional yang diselenggarakan dalam rangka Vertolistic 4.0 oleh Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kompetisi tersebut berlangsung secara daring pada 11 Juli hingga 12 September 2026. Hana mengikuti perlombaan secara individu dengan mengandalkan kemampuan komunikasi digital dan editing video.

Perjalanan Hana dalam mengikuti kompetisi ini bermula ketika ia menemukan informasi lomba melalui media sosial Instagram. Saat sedang mencari informasi mengenai lomba secara daring, Hana melihat flyer Lomba Short Creative Video yang diselenggarakan oleh Himasiera IPB. Ia kemudian memberanikan diri untuk berpartisipasi sebagai salah satu upaya mengasah kemampuan komunikasi dan editing yang dimilikinya.

Dalam prosesnya, Hana menghadapi beberapa tantangan, terutama ketika menentukan ide dan mencari inspirasi untuk konsep serta editing video. Menurutnya, proses brainstorming menjadi salah satu bagian yang membutuhkan waktu dan kreativitas agar video yang dibuat dapat menyampaikan pesan dengan baik.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Hana berhasil meraih Juara 3 tingkat nasional dan memperoleh sertifikat kejuaraan. Capaian ini menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan bagi Hana untuk mengembangkan keterampilan di bidang komunikasi digital.

Hana berharap pencapaian tersebut dapat menambah pengalaman serta menjadi motivasi untuk terus mengasah kemampuan komunikasi digital. Ia juga berharap dapat mengikuti lebih banyak kompetisi dan mengembangkan keterampilan yang dimilikinya di berbagai bidang.

Prestasi Hana menunjukkan bahwa mahasiswa PBI UAD dapat mengembangkan potensi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui kreativitas dan keterampilan digital.

SMART CELL ENGLISH PBI UAD: Membuka Ruang Belajar Bahasa Inggris bagi Anak Binaan

Yogyakarta, 1 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SMART CELL ENGLISH resmi menutup rangkaian program di LPKA Kelas II Yogyakarta, Selasa (1/9).

Mengusung tema “Learning English Beyond The Prison Walls”, program ini menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, tetapi juga komunikasi, kepercayaan diri, dan life skills anak binaan. Program yang berlangsung dari Juni hingga Agustus ini merupakan realisasi proposal tim mahasiswa yang lolos pada 22 Mei 2026. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Nur Rifai Akhsan, dosen PBI UAD.

Selama program berlangsung, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya praktik speaking, pemanfaatan website SMART CELL ENGLISH, produksi podcast, serta evaluasi pembelajaran.

Ketua tim, Ika Juni Astiti, mengatakan program tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa maupun anak binaan.

“Setiap kegiatan menjadi pengalaman yang bermakna dalam membangun kemampuan Bahasa Inggris, komunikasi, kepercayaan diri, dan life skills anak binaan,” ungkapnya.

Dosen PBI UAD yang mewakili dosen pendamping, Astry Fajria, mengapresiasi kerja keras tim. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar merancang dan melaksanakan pengabdian secara langsung.

“Kami ikut bangga kepada tim. Program ini menunjukkan kerja keras mahasiswa dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang memberikan pengalaman dan manfaat bagi anak binaan,” ujarnya.

Kaprodi PBI UAD, Sucipto, turut mengapresiasi program tersebut. Ia menilai pengalaman pengabdian penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan keilmuan sekaligus membangun kolaborasi dengan mitra.

Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Yogyakarta, Supar, A.Md.IP., S.Sos., M.H., menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh anak binaan dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Penutupan SMART CELL ENGLISH menandai berakhirnya program PKM-PM selama empat bulan. Namun, semangat belajar diharapkan terus berlanjut melalui pemanfaatan website dan materi pembelajaran yang telah dikembangkan.

Melalui program ini, PBI UAD menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dapat hadir di berbagai ruang sekaligus menjadi bagian dari proses menyiapkan anak binaan untuk belajar, berkembang, dan kembali berkontribusi di masyarakat.

Dari Thailand ke Yogyakarta, Mahasiswa Internasional PBI UAD Tuntaskan Studi

Yogyakarta – Mahasiswa internasional asal Thailand, Afandee Bensulong, berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ia mempertahankan skripsinya dalam sidang tugas akhir pada Rabu (26/8/2026).

Dalam skripsi berjudul Exploring EFL Students’ Participation, Challenges and Affective Experience in Academic Poster Presentation, Afandee meneliti pengalaman mahasiswa dalam menggunakan academic poster presentation pada pembelajaran berbicara bahasa Inggris. Skripsi ini dibimbing oleh Ahmad Budairi, M.Ed., Ph.D.

Penelitian tersebut dilakukan pada mata kuliah Intermediate Speaking dengan melibatkan mahasiswa PBI UAD. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa presentasi poster tidak hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri, mengelola emosi, beradaptasi dengan audiens, memecahkan masalah, dan bekerja secara kolaboratif.

Afandee mengaku menghadapi sejumlah tantangan pada awal perkuliahan di Indonesia. Kemampuan bahasa dan perbedaan budaya menjadi kendala dalam berkomunikasi serta membangun kedekatan dengan lingkungan baru.

 

“Pada masa-masa awal perkuliahan, tantangan terbesar yang saya rasakan adalah kemampuan berbahasa yang belum begitu lancar. Alhamdulillah, kelas BIPA dari KKUI sangat membantu saya, begitu juga teman-teman sekelas,” ujarnya.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Afandee mengikuti berbagai kegiatan akademik, nonakademik, dan organisasi. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah mengikuti program pertukaran pelajar ke Filipina.

Kaprodi PBI UAD menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi program studi. Ia berharap pengalaman Afandee selama belajar di UAD dapat menjadi bekal untuk berkontribusi setelah kembali ke Thailand.

Setelah lulus, Afandee berencana mengikuti tes lisensi guru dan memulai karier di bidang pendidikan. Ia juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 serta tertarik mengembangkan karier sebagai interpreter dan membuka kursus bahasa Inggris.

Afandee berharap dapat memanfaatkan ilmu yang diperolehnya untuk membantu anak-anak dengan keterbatasan ekonomi agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan. Perjalanan studinya menjadi bagian dari upaya PBI UAD dalam membangun pengalaman belajar dan kolaborasi pendidikan lintas negara.