Posts

32 Sekolah Ramaikan The 8th of ADEC

Yogyakarta — Sebanyak 32 sekolah dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition). Kompetisi ini diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). ADEC tahun ini mengusung tema Breaking Boundaries: Bridging the World through English Proficiency.

Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, sekaligus mengasah kepercayaan diri mereka. Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari jenjang SMA, MA, dan SMK. Kompetisi ini menghadirkan beragam kategori lomba, di antaranya Storytelling, Speech, dan Book Review. Jumlah peserta dalam setiap kategori pun bervariasi, yakni 37 peserta Speech, 26 peserta Storytelling, dan 5 peserta Book Review.

Setiap kategori dirancang untuk mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris secara menyeluruh, mulai dari pemahaman teks, kemampuan berbicara, hingga berpikir kritis dan kreatif. Peserta berasal dari berbagai wilayah. Tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari Sleman, Gunungkidul, Klaten, hingga luar daerah seperti Surakarta, Pacitan, dan Jombang. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme pelajar dalam mengikuti kompetisi berbasis akademik yang mendukung pengembangan kompetensi global.

Zahra Qurratu Ainii, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembelajaran yang bermakna.

“ADEC menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berani tampil, dan mengembangkan potensi diri dalam suasana yang kompetitif namun tetap edukatif,” ujarnya.

Baca juga: HMPS PBI (EDSA) Sukses Gelar The 8th ADEC

Kegiatan ini juga sukses terselenggara berkat kerja keras dan kolaborasi solid panitia dari HMPS PBI EDSA. Seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara maksimal, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Melalui penyelenggaraan ADEC ke-8 ini, PBI UAD berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat global. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung lahirnya the next global educators.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

Yogyakarta — HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition). Kompetisi ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Kampus 4 UAD. Kegiatan ini diikuti oleh 32 sekolah dari berbagai daerah dan mengusung tema “Breaking Boundaries: Bridging the World through English Proficiency.”

Kompetisi ini menjadi ajang bagi siswa SMA, MA, dan SMK untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mengasah kepercayaan diri. Beragam kategori lomba turut dihadirkan, seperti Storytelling, Speech, dan Book Review. Jumlah peserta pada setiap kategori pun bervariasi; 37 peserta pada kategori Speech, 26 peserta Storytelling, dan 5 peserta Book Review.

Dosen PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

Sambutan Kaprodi PBI UAD di kompetisi bahasa Inggris ADEC 2026

“Pertama, apresiasi untuk panitia karena pesertanya jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Ini sukses, satu kebanggaan buat PBI. Ke depannya, ADEC ini akan menjadi kompetisi yang ditunggu-tunggu oleh para siswa SMA, bukan hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: 32 Sekolah Meriahkan ADEC ke-8 PBI UAD

Sementara itu, Ketua HMPS PBI EDSA periode 2026/2027, Muh Salman Alfarisi, berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

“Harapan saya lomba ADEC ini terus berlanjut ke depannya sebagai wadah siswa-siswi di seluruh Indonesia untuk menyalurkan bakat di bidang bahasa Inggris,” ungkapnya.

Keberhasilan penyelenggaraan ADEC ke-8 ini menjadi bukti komitmen HMPS PBI EDSA dalam menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan inspiratif bagi generasi muda.

Dosen PBI UAD Raih Gelar Doktor

YOGYAKARTA – Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Raden Muhammad Ali, S.S., M.Pd., resmi meraih gelar Doktor bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (19/2/2026). Gelar tersebut diperoleh dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Sugeng Mardiyono Sekolah Pascasarjana, UNY.

Dalam disertasinya, ia mengembangkan Model Evaluasi DIR (Design–Implementation–Result) untuk pembelajaran Bahasa Inggris berbasis e-portfolio di perguruan tinggi. Model ini dirancang sebagai kerangka evaluasi yang komprehensif, sederhana, aplikatif, dan kontekstual.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Produk yang dihasilkan meliputi model evaluasi, instrumen berupa kuesioner, lembar observasi, dokumentasi, serta panduan pelaksanaan evaluasi.

Baca juga: Outstanding! Tiga Alumni PBI UAD Raih Penghargaan Andalan Awards 2026, Simak Profilnya

Uji coba melibatkan mahasiswa dan dosen dari sembilan perguruan tinggi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan bantuan perangkat lunak R untuk menguji validitas dan reliabilitas model.

Sejumlah dosen PBI UAD turut hadir dalam sidang terbuka promosi doktor Dr. Raden Muhammad Ali.

Hasil penelitian menunjukkan Model Evaluasi DIR dinyatakan layak dan efektif. Struktur model membentuk hubungan Design → Implementation → Result, dengan Implementation sebagai mediator utama. Model ini diharapkan mendukung peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi.

Keberhasilan ini semakin menegaskan kiprah dosen PBI UAD dalam pengembangan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Keahlian Dr. Raden Muhammad Ali di bidang e-portfolio diharapkan memperkuat inovasi akademik serta peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan PBI UAD dan pendidikan tinggi Indonesia.

Yogyakarta — Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris peminatan Tourism Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Jogja Explore Batch 3 pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) berbasis proyek mata kuliah Tour anda Travel Management. Program tersebut dirancang untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merancang dan menjalankan paket wisata secara langsung di lapangan.

Kegiatan diawali dengan briefing di Kampus 4 UAD. Selanjutnya, peserta mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta, yakni Masjid Mataram Kotagede, Museum Diponegoro, dan Goa Selarong. Program ini menyasar wisatawan asing maupun wisatawan lokal.

Tujuan utama kegiatan tersebut adalah membekali mahasiswa Tourism dengan keterampilan praktis. Keterampilan itu meliputi perancangan paket wisata, penyusunan itinerary, perencanaan anggaran (budgeting), serta kemampuan memandu wisatawan (tour guiding). Kompetensi ini diharapkan menjadi bekal saat mahasiswa menjalani program magang. Selain itu, keterampilan tersebut juga diproyeksikan mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja di bidang kepariwisataan.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UAD dari berbagai program studi, di antaranya Bimbingan dan Konseling (BK) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Yogyakarta. Dosen pengampu keilmuan Tourism, Nur Rifai Akhsan, M.Ed., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara dibuka dengan briefing dan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ahmed Rassel. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi latihan awal bagi mahasiswa Tourism untuk mengenal dunia kepariwisataan secara nyata.

“Kegiatan ini merupakan latihan awal bagi mahasiswa Tourism untuk mengenal dunia kepariwisataan secara langsung. Sekaligus menjadi sarana penyegaran setelah menghadapi Ujian Akhir Semester,” ujar Rassel.

Pelaksanaan Jogja Explore Batch 3 berlangsung lancar dan interaktif. Peserta terlihat aktif berkomunikasi. Mereka juga mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris kepada tour guide yang disediakan panitia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu kepariwisataan yang telah dipelajari. Mahasiswa juga diharapkan semakin siap menghadapi dunia profesional.

Yogyakarta — Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menyelesaikan studi jenjang sarjana dalam waktu 3,5 tahun melalui Program Fast Track.

Program Fast Track merupakan skema percepatan studi dari jenjang S-1 ke S-2 yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan melalui Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris. Program ini menargetkan mahasiswa menyelesaikan studi S-1 dalam waktu 3,5 tahun dan melanjutkan ke jenjang S-2 selama 1,5 tahun.

Sidang tugas akhir mahasiswa Program Fast Track PBI UAD dilaksanakan pada 29 dan 30 Januari 2026. Rincian nama mahasiswa, tanggal sidang, dan dosen pembimbing disajikan dalam tabel berikut.

No Nama Mahasiswa Tanggal Sidang Dosen Pembimbing
1 Derly Syahputra Kamis, 29 Januari 2026 Drs. Bambang Widi Pratolo, M.Hum., Ph.D.
2 Ikhsan Maulana Kamis, 29 Januari 2026 Dr. Ikmi Nur Oktavianti, S.S., M.A.
3 Sabrina Attaya Alif Jumat, 30 Januari 2026 Drs. Bambang Widi Pratolo, M.Hum., Ph.D.
4 Dita Safitri Jumat, 30 Januari 2026 Dr. Ikmi Nur Oktavianti, S.S., M.A.
5 Sevani Narselia Jumat, 30 Januari 2026 Dr. Ikmi Nur Oktavianti, S.S., M.A.

Salah satu peserta Program Fast Track, Derly Syahputra, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil menyelesaikan studi tepat waktu.

Mahasiswa Fast Track PBI UAD: Derly Syahputra dan Ikhsan Maulana

“Alhamdulillah, saya senang bisa menyelesaikan studi di tahun ini. Prosesnya bisa dilalui berkat doa keluarga, terutama orang tua, serta dukungan dari teman-teman,” ujarnya.

Terkait manfaat program, mahasiswa menilai Program Fast Track memberikan efisiensi waktu sekaligus melatih kesiapan akademik. Sevani Narselia menyebut bahwa program ini memungkinkan mahasiswa melanjutkan studi ke jenjang berikutnya tanpa jeda yang panjang.

Dari kiri: Sevani Narselia, Sabrina Attaya Alif, dan Dita Safitri

“Kelebihannya jelas lebih hemat waktu dan lebih tertantang. Alurnya jadi lebih cepat dan fokus, serta mental dan kesiapan akademik juga lebih terlatih,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Dita Safitri menilai Program Fast Track membantu mahasiswa membangun kedisiplinan dalam menyelesaikan studi.

“Program ini sangat membantu dalam membangun kesadaran untuk menyelesaikan skripsi lebih cepat, disiplin mengejar target, dan memberikan kesempatan untuk lulus lebih awal. Selain itu, dari pihak PBI maupun MPBI UAD juga sangat suportif, sehingga mahasiswa merasa didampingi selama menjalani program ini,” jelasnya.

Capaian kelima mahasiswa tersebut mencerminkan adanya alternatif penyelesaian studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan melalui Program Fast Track. Jalur ini menjadi pilihan selain jalur reguler untuk mendukung percepatan studi dan penguatan kesiapan akademik mahasiswa.