Posts

ADEC 2026 Hadirkan Juri Internasional dari Filipina

Yogyakarta — The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition) yang diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan juri internasional dari Filipina. Kehadiran juri ini menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas dan kredibilitas penjurian kompetisi.

Salah satu juri internasional tersebut adalah Romavil N. Abelrade, mahasiswi Sea Teacher dari West Visayas State University, Filipina, yang menjadi juri pada lomba Speech Room 2. Selain itu, terdapat pula Mhegan Lois V. Valerio, mahasiswi Sea Teacher dari universitas yang sama, yang menjadi juri pada kategori Book Review.

Romavil mengaku merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk terlibat dalam kompetisi ini.

“I’m grateful that Ika Juni, the Vice Chair of EDSA as well as a Sea Teacher Buddy, reached out to me and invited me to be a judge, giving me the opportunity to be part of and contribute to this national competition. This means so much to me,” ujarnya.

Baca juga: Inilah Para Juara The 8th ADEC PBI UAD 2026 Tingkat Nasional

ADEC 2026 Hadirkan Juri Internasional dari Filipina

Pada lomba Speech Room 1, penjurian dilakukan oleh Nur Rifai Akhsan, M.Ed., dosen PBI UAD, bersama Aviq Yusuf Fernanda, S.Pd., alumni PBI UAD. Sementara itu, pada Speech Room 2, penjurian dilakukan oleh Romavil N. Abelrade bersama Rara Raudhah Sakha Mahardika, S.Pd., alumni PBI UAD.

ADEC 2026 Hadirkan Juri Internasional dari Filipina

Kategori Storytelling dinilai oleh Soviyah, S.Pd., M.Hum., bersama Nurlaila Nikmah Afina, S.Pd., alumni PBI UAD. Adapun kategori Book Review dinilai oleh Nur Fatimah, S.Pd., M.Hum., bersama Mhegan Lois V. Valerio sebagai juri internasional.

Keterlibatan juri dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, alumni, dan juri internasional, diharapkan dapat memperkaya proses penjurian serta memberikan penilaian yang objektif dalam kompetisi berbahasa Inggris ini.

32 Sekolah Ramaikan The 8th of ADEC

Yogyakarta — Sebanyak 32 sekolah dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition). Kompetisi ini diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). ADEC tahun ini mengusung tema Breaking Boundaries: Bridging the World through English Proficiency.

Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, sekaligus mengasah kepercayaan diri mereka. Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari jenjang SMA, MA, dan SMK. Kompetisi ini menghadirkan beragam kategori lomba, di antaranya Storytelling, Speech, dan Book Review. Jumlah peserta dalam setiap kategori pun bervariasi, yakni 37 peserta Speech, 26 peserta Storytelling, dan 5 peserta Book Review.

Setiap kategori dirancang untuk mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris secara menyeluruh, mulai dari pemahaman teks, kemampuan berbicara, hingga berpikir kritis dan kreatif. Peserta berasal dari berbagai wilayah. Tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari Sleman, Gunungkidul, Klaten, hingga luar daerah seperti Surakarta, Pacitan, dan Jombang. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme pelajar dalam mengikuti kompetisi berbasis akademik yang mendukung pengembangan kompetensi global.

Zahra Qurratu Ainii, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembelajaran yang bermakna.

“ADEC menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berani tampil, dan mengembangkan potensi diri dalam suasana yang kompetitif namun tetap edukatif,” ujarnya.

Baca juga: HMPS PBI (EDSA) Sukses Gelar The 8th ADEC

Kegiatan ini juga sukses terselenggara berkat kerja keras dan kolaborasi solid panitia dari HMPS PBI EDSA. Seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara maksimal, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Melalui penyelenggaraan ADEC ke-8 ini, PBI UAD berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat global. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung lahirnya the next global educators.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

Yogyakarta — HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition). Kompetisi ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Kampus 4 UAD. Kegiatan ini diikuti oleh 32 sekolah dari berbagai daerah dan mengusung tema “Breaking Boundaries: Bridging the World through English Proficiency.”

Kompetisi ini menjadi ajang bagi siswa SMA, MA, dan SMK untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mengasah kepercayaan diri. Beragam kategori lomba turut dihadirkan, seperti Storytelling, Speech, dan Book Review. Jumlah peserta pada setiap kategori pun bervariasi; 37 peserta pada kategori Speech, 26 peserta Storytelling, dan 5 peserta Book Review.

Dosen PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

Sambutan Kaprodi PBI UAD di kompetisi bahasa Inggris ADEC 2026

“Pertama, apresiasi untuk panitia karena pesertanya jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Ini sukses, satu kebanggaan buat PBI. Ke depannya, ADEC ini akan menjadi kompetisi yang ditunggu-tunggu oleh para siswa SMA, bukan hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: 32 Sekolah Meriahkan ADEC ke-8 PBI UAD

Sementara itu, Ketua HMPS PBI EDSA periode 2026/2027, Muh Salman Alfarisi, berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

“Harapan saya lomba ADEC ini terus berlanjut ke depannya sebagai wadah siswa-siswi di seluruh Indonesia untuk menyalurkan bakat di bidang bahasa Inggris,” ungkapnya.

Keberhasilan penyelenggaraan ADEC ke-8 ini menjadi bukti komitmen HMPS PBI EDSA dalam menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan inspiratif bagi generasi muda.

Dosen PBI UAD Raih Gelar Doktor

YOGYAKARTA – Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Raden Muhammad Ali, S.S., M.Pd., resmi meraih gelar Doktor bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (19/2/2026). Gelar tersebut diperoleh dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Sugeng Mardiyono Sekolah Pascasarjana, UNY.

Dalam disertasinya, ia mengembangkan Model Evaluasi DIR (Design–Implementation–Result) untuk pembelajaran Bahasa Inggris berbasis e-portfolio di perguruan tinggi. Model ini dirancang sebagai kerangka evaluasi yang komprehensif, sederhana, aplikatif, dan kontekstual.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Produk yang dihasilkan meliputi model evaluasi, instrumen berupa kuesioner, lembar observasi, dokumentasi, serta panduan pelaksanaan evaluasi.

Baca juga: Outstanding! Tiga Alumni PBI UAD Raih Penghargaan Andalan Awards 2026, Simak Profilnya

Uji coba melibatkan mahasiswa dan dosen dari sembilan perguruan tinggi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan bantuan perangkat lunak R untuk menguji validitas dan reliabilitas model.

Sejumlah dosen PBI UAD turut hadir dalam sidang terbuka promosi doktor Dr. Raden Muhammad Ali.

Hasil penelitian menunjukkan Model Evaluasi DIR dinyatakan layak dan efektif. Struktur model membentuk hubungan Design → Implementation → Result, dengan Implementation sebagai mediator utama. Model ini diharapkan mendukung peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi.

Keberhasilan ini semakin menegaskan kiprah dosen PBI UAD dalam pengembangan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Keahlian Dr. Raden Muhammad Ali di bidang e-portfolio diharapkan memperkuat inovasi akademik serta peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan PBI UAD dan pendidikan tinggi Indonesia.

Yogyakarta — Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris peminatan Tourism Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Jogja Explore Batch 3 pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) berbasis proyek mata kuliah Tour anda Travel Management. Program tersebut dirancang untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merancang dan menjalankan paket wisata secara langsung di lapangan.

Kegiatan diawali dengan briefing di Kampus 4 UAD. Selanjutnya, peserta mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta, yakni Masjid Mataram Kotagede, Museum Diponegoro, dan Goa Selarong. Program ini menyasar wisatawan asing maupun wisatawan lokal.

Tujuan utama kegiatan tersebut adalah membekali mahasiswa Tourism dengan keterampilan praktis. Keterampilan itu meliputi perancangan paket wisata, penyusunan itinerary, perencanaan anggaran (budgeting), serta kemampuan memandu wisatawan (tour guiding). Kompetensi ini diharapkan menjadi bekal saat mahasiswa menjalani program magang. Selain itu, keterampilan tersebut juga diproyeksikan mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja di bidang kepariwisataan.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UAD dari berbagai program studi, di antaranya Bimbingan dan Konseling (BK) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Yogyakarta. Dosen pengampu keilmuan Tourism, Nur Rifai Akhsan, M.Ed., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara dibuka dengan briefing dan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ahmed Rassel. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi latihan awal bagi mahasiswa Tourism untuk mengenal dunia kepariwisataan secara nyata.

“Kegiatan ini merupakan latihan awal bagi mahasiswa Tourism untuk mengenal dunia kepariwisataan secara langsung. Sekaligus menjadi sarana penyegaran setelah menghadapi Ujian Akhir Semester,” ujar Rassel.

Pelaksanaan Jogja Explore Batch 3 berlangsung lancar dan interaktif. Peserta terlihat aktif berkomunikasi. Mereka juga mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris kepada tour guide yang disediakan panitia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu kepariwisataan yang telah dipelajari. Mahasiswa juga diharapkan semakin siap menghadapi dunia profesional.