Posts

LSO EJT Gelar Pelatihan Jurnalistik & Fotografi

Yogyakarta –  Lembaga Swadaya Organisasi (LSO) EDSA Journalist Team (EJT) menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik & Fotografi Tingkat Dasar: Bercerita lewat Lisan dan Lensa. Pelatihan ini diadakan pada 18 April 2026 di Lab Bahasa A, Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini menghadirkan Teddy Prasetia, S.Pd., alumni PBI UAD yang kini aktif berkiprah di dunia jurnalistik, khususnya fotografi dan videografi.

LSO EJT Gelar Pelatihan Jurnalistik & Fotografi

Teddy Prasetia, S.Pd., Alumni PBI UAD menjadi Pemateri Pelatihan

Dalam pelatihan tersebut, Teddy menyampaikan materi dasar jurnalistik dan fotografi, mulai dari pengertian fotojurnalistik hingga teknik dasar pengambilan gambar. Berdasarkan materi yang dipaparkan, fotojurnalistik merupakan media visual berupa gambar untuk menggambarkan peristiwa kepada masyarakat. Media ini tetap memiliki nilai berita. Ia juga menjelaskan teknik dasar seperti angle, timing, dan komposisi. Selain itu, dipaparkan pula jenis-jenis foto jurnalistik, seperti spot photo, general news, dan daily life photo.

Ketua EJT, Fanny Rahmadani, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan karya yang bermakna.

LSO EJT Gelar Pelatihan Jurnalistik & Fotografi

“Melalui pelatihan ini, kami ingin kita semua tidak hanya sekadar ‘tahu’ jurnalistik dan fotografi, tapi mampu menghasilkan karya yang bercerita dan memiliki makna,” ujarnya.

Baca juga: Explore Dunia Jurnalistik, Mahasiswa PBI UAD Ikuti Magang di PWM DIY

LSO EJT Gelar Pelatihan Jurnalistik & Fotografi

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota EJT, EDSA, Keluarga Teater PeBei, serta mahasiswa PBI UAD. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita melalui tulisan maupun visual secara kreatif dan informatif.

Alumni PBI UAD Raih Doktor, Rilis Buku TBLT untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Bidang Seni

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tri Septiana Kurniati berhasil meraih gelar doktor sekaligus meluncurkan buku berjudul Task-Based Speaking for ESP in Creative Disciplines: A Practical Guide for Arts Students.

Sidang doktoralnya dilaksanakan pada 1 April 2026 pukul 08.00–11.30. Buku tersebut merupakan luaran dari disertasi yang ia kerjakan selama studi doktoralnya.

Saat ini, Tri Septiana Kurniati aktif sebagai dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Karyanya berkaitan erat dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan pendidikan seni.

Buku tersebut mengangkat pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam konteks English for Specific Purposes (ESP). Fokusnya adalah mahasiswa di bidang seni dan disiplin kreatif.

Pendekatan ini dirancang untuk menjembatani teori pembelajaran bahasa dengan praktik di kelas. Terutama bagi mahasiswa non-jurusan Bahasa Inggris yang membutuhkan kemampuan komunikasi yang kontekstual dan relevan.

Melalui tugas-tugas komunikatif yang autentik, buku ini diharapkan mampu mendukung pengembangan kemampuan berbicara secara lebih bermakna. Sekaligus sesuai dengan kebutuhan dunia akademik dan profesional di bidang seni.

Pengembangan buku ini dilakukan dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia. Prosesnya didukung Universitas Negeri Yogyakarta dan berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian turut memperkaya substansi serta relevansi materi yang disajikan.

Tri Septiana Kurniati menyampaikan harapannya terhadap buku tersebut.

“Saya hanya berharap buku saya yang merupakan luaran disertasi ini dapat bermanfaat sebagai pijakan penelitian serupa bagi para peneliti lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya di tengah perjuangan pribadi.

“Dengan diselesaikannya program doktor ini, saya sangat bersyukur karena tahun ini merupakan tahun kelima saya divonis sebagai pasien kanker. Tidak mudah jalan yang saya lalui karena harus menjalani kemoterapi dan radiasi hampir setiap hari. Energi saya sangat terkuras. Saya tidak berharap banyak selain menghaturkan syukur kepada Allah SWT bahwa saya telah berada di titik ini,” tuturnya.

Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi.

“Selamat dan kami sangat bangga atas capaian ini. Semoga ilmu yang diraih membawa manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” ujarnya.

Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata alumni PBI UAD dalam pengembangan pendidikan bahasa Inggris. Khususnya dalam pendekatan pembelajaran berbasis kebutuhan. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi praktisi ESP, dosen, dan mahasiswa. Terutama dalam mengembangkan kemampuan berbicara yang kontekstual dan aplikatif.

Dengan terbitnya buku ini, Tri Septiana Kurniati tidak hanya menyelesaikan studi doktoralnya. Ia juga menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan global.

ADEC 2026 Hadirkan Juri Internasional dari Filipina

Yogyakarta — The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition) yang diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan juri internasional dari Filipina. Kehadiran juri ini menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas dan kredibilitas penjurian kompetisi.

Salah satu juri internasional tersebut adalah Romavil N. Abelrade, mahasiswi Sea Teacher dari West Visayas State University, Filipina, yang menjadi juri pada lomba Speech Room 2. Selain itu, terdapat pula Mhegan Lois V. Valerio, mahasiswi Sea Teacher dari universitas yang sama, yang menjadi juri pada kategori Book Review.

Romavil mengaku merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk terlibat dalam kompetisi ini.

“I’m grateful that Ika Juni, the Vice Chair of EDSA as well as a Sea Teacher Buddy, reached out to me and invited me to be a judge, giving me the opportunity to be part of and contribute to this national competition. This means so much to me,” ujarnya.

Baca juga: Inilah Para Juara The 8th ADEC PBI UAD 2026 Tingkat Nasional

ADEC 2026 Hadirkan Juri Internasional dari Filipina

Pada lomba Speech Room 1, penjurian dilakukan oleh Nur Rifai Akhsan, M.Ed., dosen PBI UAD, bersama Aviq Yusuf Fernanda, S.Pd., alumni PBI UAD. Sementara itu, pada Speech Room 2, penjurian dilakukan oleh Romavil N. Abelrade bersama Rara Raudhah Sakha Mahardika, S.Pd., alumni PBI UAD.

ADEC 2026 Hadirkan Juri Internasional dari Filipina

Kategori Storytelling dinilai oleh Soviyah, S.Pd., M.Hum., bersama Nurlaila Nikmah Afina, S.Pd., alumni PBI UAD. Adapun kategori Book Review dinilai oleh Nur Fatimah, S.Pd., M.Hum., bersama Mhegan Lois V. Valerio sebagai juri internasional.

Keterlibatan juri dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, alumni, dan juri internasional, diharapkan dapat memperkaya proses penjurian serta memberikan penilaian yang objektif dalam kompetisi berbahasa Inggris ini.

32 Sekolah Ramaikan The 8th of ADEC

Yogyakarta — Sebanyak 32 sekolah dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition). Kompetisi ini diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). ADEC tahun ini mengusung tema Breaking Boundaries: Bridging the World through English Proficiency.

Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, sekaligus mengasah kepercayaan diri mereka. Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari jenjang SMA, MA, dan SMK. Kompetisi ini menghadirkan beragam kategori lomba, di antaranya Storytelling, Speech, dan Book Review. Jumlah peserta dalam setiap kategori pun bervariasi, yakni 37 peserta Speech, 26 peserta Storytelling, dan 5 peserta Book Review.

Setiap kategori dirancang untuk mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris secara menyeluruh, mulai dari pemahaman teks, kemampuan berbicara, hingga berpikir kritis dan kreatif. Peserta berasal dari berbagai wilayah. Tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari Sleman, Gunungkidul, Klaten, hingga luar daerah seperti Surakarta, Pacitan, dan Jombang. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme pelajar dalam mengikuti kompetisi berbasis akademik yang mendukung pengembangan kompetensi global.

Zahra Qurratu Ainii, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembelajaran yang bermakna.

“ADEC menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berani tampil, dan mengembangkan potensi diri dalam suasana yang kompetitif namun tetap edukatif,” ujarnya.

Baca juga: HMPS PBI (EDSA) Sukses Gelar The 8th ADEC

Kegiatan ini juga sukses terselenggara berkat kerja keras dan kolaborasi solid panitia dari HMPS PBI EDSA. Seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara maksimal, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Melalui penyelenggaraan ADEC ke-8 ini, PBI UAD berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat global. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung lahirnya the next global educators.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

Yogyakarta — HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan The 8th ADEC (Ahmad Dahlan English National Competition). Kompetisi ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Kampus 4 UAD. Kegiatan ini diikuti oleh 32 sekolah dari berbagai daerah dan mengusung tema “Breaking Boundaries: Bridging the World through English Proficiency.”

Kompetisi ini menjadi ajang bagi siswa SMA, MA, dan SMK untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mengasah kepercayaan diri. Beragam kategori lomba turut dihadirkan, seperti Storytelling, Speech, dan Book Review. Jumlah peserta pada setiap kategori pun bervariasi; 37 peserta pada kategori Speech, 26 peserta Storytelling, dan 5 peserta Book Review.

Dosen PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

Sambutan Kaprodi PBI UAD di kompetisi bahasa Inggris ADEC 2026

“Pertama, apresiasi untuk panitia karena pesertanya jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Ini sukses, satu kebanggaan buat PBI. Ke depannya, ADEC ini akan menjadi kompetisi yang ditunggu-tunggu oleh para siswa SMA, bukan hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: 32 Sekolah Meriahkan ADEC ke-8 PBI UAD

Sementara itu, Ketua HMPS PBI EDSA periode 2026/2027, Muh Salman Alfarisi, berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

EDSA Sukses Gelar the 8th ADEC

“Harapan saya lomba ADEC ini terus berlanjut ke depannya sebagai wadah siswa-siswi di seluruh Indonesia untuk menyalurkan bakat di bidang bahasa Inggris,” ungkapnya.

Keberhasilan penyelenggaraan ADEC ke-8 ini menjadi bukti komitmen HMPS PBI EDSA dalam menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan inspiratif bagi generasi muda.