Posts

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Workshop Publikasi Ilmiah: Conducting Publishable ELT Research. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Educators Hall, Kampus 4 UAD. Peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa PBI dan MPBI UAD. PBI dan MPBI UAD menghadirkan David Wijaya, Ph.D. | FHEA. dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai pemateri. Workshop ini dimoderatori oleh Dio Fahmi Alfaridhi, S.Pd., alumni PBI UAD.

Acara dibuka oleh Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., Wakil Dekan Bidang SDM dan KKAU FKIP UAD sekaligus dosen PBI UAD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan belajar dan meneliti bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia yang terus berubah.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

“Kami berharap workshop ini dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan riset dan publikasi ilmiah yang dibutuhkan di dunia akademik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam bidang penelitian dan kerja sama internasional,” ujarnya.

Baca juga: Perdalam Teknik Editing Ilmiah, Dosen PBI UAD Ikuti Workshop Penulisan Akademik

Dalam pemaparannya, David Wijaya menjelaskan bahwa penelitian yang layak dipublikasikan harus memiliki fokus yang jelas. Penelitian juga perlu didukung metodologi yang kuat, analisis data yang valid, serta kontribusi yang nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

David juga menjelaskan pentingnya menemukan research gap melalui kajian literatur. Menurutnya, kebaruan penelitian lahir dari kemampuan menemukan aspek yang belum banyak dikaji. Ia turut memperkenalkan berbagai pendekatan penelitian ELT dan memaparkan contoh penelitian yang telah diterbitkan di jurnal internasional.

David mengingatkan peserta mengenai berbagai faktor yang dapat menyebabkan naskah ditolak oleh jurnal ilmiah. Menurutnya, kualitas argumentasi, metodologi, dan kontribusi penelitian menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan penulis.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah

“Banyak naskah ditolak bukan karena topiknya tidak menarik, tetapi karena argumentasinya lemah, metodologinya tidak selaras dengan tujuan penelitian, atau gagal menunjukkan kontribusi yang jelas terhadap bidang kajian yang diteliti,” jelas David.

PBI dan MPBI UAD Gelar Workshop Publikasi Ilmiah (2)

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Penandatanganan dilakukan oleh Kaprodi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian antara kedua institusi.

Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang penelitian yang lebih terarah. Mahasiswa juga diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kontribusi akademik yang jelas dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi.

Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 1 di GBC 2026 (2)

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Agung Alfadi (PBI UAD 2024), berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Bersama Tim Basket Guardian UAD, ia sukses meraih Juara 1 dalam Gadjahmada Basketball Competition (GBC) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 17–23 Mei 2026. Tidak hanya membawa timnya menjadi juara, Agung juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) atau pemain terbaik turnamen.

Gadjahmada Basketball Competition merupakan ajang basket tingkat nasional yang diikuti oleh berbagai tim dari sejumlah daerah di Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, Tim Basket Guardian UAD yang beranggotakan 15 pemain tampil konsisten sejak babak awal hingga partai final dan berhasil mengamankan gelar juara.

Di balik keberhasilan tersebut, Agung harus menghadapi tantangan yang tidak mudah. Jadwal pertandingan yang berlangsung bersamaan dengan Ujian Tengah Semester (UTS) menuntutnya untuk mampu membagi waktu antara kewajiban akademik dan komitmen sebagai atlet.

“Pengalaman mengikuti turnamen ini sangat seru dan penuh tantangan karena waktunya bertabrakan dengan UTS. Saya harus benar-benar bisa mengatur waktu antara belajar dan fokus untuk pertandingan agar keduanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Agung menilai kekompakan tim menjadi faktor penting yang mengantarkan Guardian UAD meraih hasil terbaik. Menurutnya, seluruh pemain bekerja keras dan saling mendukung untuk memberikan performa maksimal di setiap pertandingan.

Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 1 di GBC 2026 (2)

Penghargaan MVP yang diraihnya menjadi pencapaian istimewa. Namun, ia menganggap prestasi tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

“Semoga dengan pencapaian ini saya bisa terus konsisten dan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Saya juga berharap dapat terus memberikan yang terbaik bagi tim serta meraih prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.

Baca juga: Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 3 Basket UPTION 2026

Prestasi yang diraih Agung Alfadi menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dan nonakademik. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berprestasi di berbagai bidang.

Mahasiswa PBI UAD Raih Prestasi Nasional di Kompetisi Artikel Ilmiah

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menorehkan prestasi pada Kompetisi Artikel Ilmiah #2 Tingkat Nasional 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh BIMAWA UAD secara daring. Kegiatan berlangsung pada Kamis (9/4/2026) hingga Sabtu (16/5/2026). Kompetisi tingkat nasional ini diikuti secara individu oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Berikut daftar mahasiswa PBI UAD yang meraih penghargaan pada kompetisi tersebut:

Mahasiswa PBI UAD Raih Prestasi Nasional di Kompetisi Artikel Ilmiah

Salah satu peraih penghargaan, Fanny Rahmadani, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini juga menjadi bagian dari kewajiban mahasiswa penerima beasiswa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi monitoring dan evaluasi prestasi serta publikasi setiap semester.

“Selain kompetisi, kami para anak beasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan ini untuk memenuhi monev prestasi dan publikasi setiap semester,” ujarnya.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk meraih lebih banyak prestasi di masa mendatang. Ia juga mengaku harus menghadapi persaingan yang cukup ketat dari peserta internal maupun eksternal kampus.

Sementara itu, Hana menceritakan bahwa awal mula dirinya mengikuti lomba berasal dari informasi yang dikirim melalui surel BIMAWA UAD. Ia merasa tertantang untuk mencoba karena sudah memiliki ide untuk dikembangkan menjadi artikel ilmiah.

“Semuanya dimulai dari e-mail dari Bimawa mengenai lomba artikel ini. Saya merasa tertantang dan sudah memiliki ide di kepala, sehingga proses penulisan terasa lebih mudah meski tetap ada tantangan,” katanya.

Hana menambahkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah proses pengisian kuesioner, wawancara, serta reduksi data yang cukup memakan waktu. Ia berharap kemenangan tersebut dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang senang belajar, mencoba, dan bereksplorasi.

Mahasiswa PBI UAD berhasil menunjukkan semangat akademik, kreativitas, dan daya saing dalam bidang kepenulisan ilmiah melalui prestasi yang diraih pada ajang nasional tersebut. Capaian tersebut juga menunjukkan komitmen mahasiswa PBI UAD untuk terus berkembang dan berprestasi. Melalui karya-karya yang inovatif dan inspiratif, mahasiswa PBI UAD turut membawa nama baik program studi dan universitas di tingkat nasional.

Tim PBI UAD Lolos Pendanaan PKM-PM Kemendiktisaintek 2026

Yogyakarta – Tim Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) 2026. Pengumuman pendanaan tersebut disampaikan pada 22 Mei 2026.

Tim ini mengusung program bertajuk “Smart Cell English: Pengembangan Platform Microlearning Terintegrasi Siniar Android untuk Meningkatkan Keterampilan Hidup (Life Skills) Anak Binaan LPKA Yogyakarta”. Program tersebut akan dilaksanakan mulai setelah pengumuman pendanaan hingga tahap penilaian laporan akhir pada Oktober 2026.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Yogyakarta. Program bertujuan menghadirkan media pembelajaran bahasa Inggris berbasis microlearning dan siniar Android untuk membantu meningkatkan keterampilan hidup anak binaan.

Tim PKM-PM terdiri atas mahasiswa lintas program studi. Tim ini diketuai oleh Ika Juni Astiti (PBI UAD 2023) bersama anggota tim lainnya, yaitu Fanny Rahmadani dan Isna Rodiana Binti Munawaroh (PBI UAD 2024), Fadia Al Afwa dari Program Studi Ekonomi Pembangunan UAD 2025, serta Rafi Amrullah Al-Baihaqi Gunawan dari Program Studi Sistem Informasi UAD 2023. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen PBI UAD, Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed.

Ketua tim, Ika, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing dan seluruh anggota tim yang telah bekerja keras selama proses penyusunan proposal.

“Sangat bersyukur karena dapat lolos di ajang yang sangat bergengsi ini. Sangat berterima kasih kepada Sir Rifai dan teman-teman tim yang sudah bekerja keras hingga bisa lolos pendanaan karena jujur tidak menyangka,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim lainnya, Fanny, juga menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah sangat bersyukur sekali dan tidak menyangka tim yang dibentuk secara mendadak ini bisa lolos pendanaan,” katanya.

Isna berharap tim dapat terus solid selama menjalankan program.

“Bisa solid, lancar, tepat target, dan semangat sampai Pimnas,” ungkapnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti semangat inovasi dan kolaborasi mahasiswa PBI UAD dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui capaian tersebut, langkah baru kembali terukir sebagai bagian dari perjalanan prestasi mahasiswa UAD di tingkat nasional.

EDSA UAD Angkat Isu Daycare Ilegal dalam BEDAH ISU 2026

Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris English Department Student Association (HMPS PBI EDSA) Universitas Ahmad Dahlan menggelar kegiatan “BEDAH ISU: Maraknya Daycare Ilegal dan Implikasinya terhadap Keamanan Anak di Indonesia”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026 di Halaman Museum Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan ini membahas maraknya kasus daycare ilegal di Indonesia. Diskusi juga menyoroti kasus kekerasan dan penyiksaan terhadap balita yang dititipkan di tempat penitipan anak. Isu tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan, pengawasan, dan perlindungan anak usia dini.

Acara menghadirkan dua pemantik diskusi, yaitu Faiq Yassar Vasa, mahasiswa PBI UAD 2025 sekaligus Anggota EDSA Divisi Academic, Research, and Development 2026/2027, serta Silvana Zahwa Rahmadani selaku Ketua DPM Fakultas Psikologi 2026/2027. Diskusi dipandu oleh Fairuzsiti Kirana Nadhif, mahasiswi PBI UAD 2025.

Peserta kegiatan dihadiri oleh seluruh anggota EDSA. Selain itu, hadir pula beberapa anggota dari IMM PBII, BEM FKIP, hingga mahasiswa serta dosen di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Antusiasme peserta terlihat dari jalannya diskusi yang berlangsung aktif. Peserta menyampaikan pandangan terkait pentingnya pengawasan terhadap tempat penitipan anak dan perlunya regulasi yang lebih ketat.

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas dampak psikologis yang dapat dialami anak akibat kekerasan di lingkungan daycare. Peserta juga membahas pentingnya edukasi bagi orang tua dalam memilih tempat penitipan anak yang aman. Ahmed Rassel, mahasiswa PBI UAD 2023 sekaligus Ketua BEM FKIP UAD, berharap kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada diskusi. Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu menghasilkan langkah nyata dan melibatkan lebih banyak pihak.

“Harapannya dari kegiatan ini bisa punya output dan tidak hanya berhenti di diskusi saja dan kegiatan ini bisa dibuka secara luas,” ungkap Rassel.

Baca juga: EDSA Hidupkan Diskusi Kritis soal MBG dan Efisiensi Pendidikan

Melalui kegiatan ini, HMPS PBI EDSA berharap mahasiswa dapat lebih peka terhadap isu sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Diskusi ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan serta membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan dan keamanan anak di Indonesia.