Posts

Mahasiswa PBI UAD Rasakan Dunia Industri Penerjemahan

Yogyakarta – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan mengikuti Practicum of Translation 2025/2026. Praktikum ini merupakan pembelajaran berbasis proyek yang dirancang menyerupai dunia industri penerjemahan profesional.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PBI UAD semester 6. Mahasiswa menjalani praktik berbasis proyek dengan sistem client-based. Practicum of Translation Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung pada 30 Maret hingga 15 Agustus 2026.

Dalam praktikum ini, mahasiswa berperan sebagai agen penerjemahan dengan membangun agensi mereka sendiri. Mahasiswa mengelola proyek, berkomunikasi dengan klien, menangani revisi, hingga menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu layaknya profesional di industri bahasa.

Melalui praktikum ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan menerjemahkan. Mereka juga melatih keterampilan kerja sama tim, manajemen proyek, komunikasi profesional, serta kemampuan menghadapi tantangan dunia kerja nyata. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman langsung dalam industri penerjemahan. Mahasiswa juga dapat memahami alur kerja profesional secara lebih mendalam.

Beberapa agensi dibentuk dalam praktikum ini dengan fokus bidang penerjemahan yang berbeda-beda.

Swiftstion

Fokus: Media Translation, Tourism, and Academic

Jabatan Nama NIM
CEO Azaria Fernanda (2300004025)
Editor Ika Juni Astiti (2338004042)
Marketing Tsalsa Rosyanda Putri (2300004035)
Finance Musa Haryanto (2300004020)

Tetra A Studio

Fokus: Media Translation & Subtitle

Jabatan Nama NIM
Project Lead Meutia Alin Najwa (2300004026)
Public Relation Tri Ayu Agustina (2300004005)
Operation & Admin Fitri Dea Ananta (2300004018)
Finance Warisa Wandarasae (2314004044)

Transloft.lab

Fokus: Academic & Subtitle

Jabatan Nama NIM
CEO Nazhiifa Hanun Nirwasita (2300004037)
Project Manager Chantika Nurul Af’idah (2300004048)
Administrator Kharisa Zalfa Naila (2300004038)
Editor Asri Indah Lestari (2300004043)

Melalui Praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri bahasa dan penerjemahan di masa depan.

Pembekalan Practicum of Translation

Yogyakarta – Laboratorium Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pre-Test Practicum of Translation pada 22 April 2026 bagi mahasiswa semester 6 peminatan Translation.

Kegiatan ini diawali dengan pre-test yang bertujuan untuk mengukur kemampuan penerjemahan serta soft skill mahasiswa sebagai bekal awal sebelum menjalani praktikum.

Koordinator Tim Peminatan Translation, Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., menjelaskan bahwa setelah pembekalan, mahasiswa akan menjalani praktik berbasis proyek dengan sistem client-based.

Pembekalan Practicum of Translation

Pemaparan materi teknis oleh Koordinator Tim Peminatan Translation

“Mereka akan bekerja seperti agensi penerjemahan, mencari proyek dan klien secara mandiri, jadi proyeknya adalah mencari proyek begitu,” jelasnya.

Baca juga: Laboratorium PBI UAD Warnai Awal 2026 dengan Seminar Penerjemahan

Tim peminatan Translation terdiri dari Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., Arilia Arilia Triyoga, S.S., M.Pd.B.I., serta Dr. Ikmi Nur Oktavianti, S.S., M.A. yang turut memberikan pembekalan teknis kepada para peserta.

Pembekalan Practicum of Translation (3)

Materi pembekalan meliputi timeline praktikum serta pembagian kelompok beserta Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Prosedur dan etika penerjemahan berbasis klien juga disampaikan, termasuk komponen penilaian.

Pembekalan Practicum of Translation

Mahasiswa PBI UAD mengikuti pre-test 

Practicum of Translation Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung pada 30 Maret hingga 15 Agustus 2026. Mahasiswa diwajibkan menyusun logbook, laporan, portofolio, dan dokumentasi selama kegiatan.

Baca juga: Upgrade Skill lewat Workshop Penerjemahan Akademik di Era Akal Imitasi

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PBI UAD diharapkan lebih siap terjun ke dunia profesional penerjemahan secara mandiri. Mereka juga diharapkan mampu mengelola proyek, menjalin kerja sama dengan klien, serta menghadapi tantangan di industri penerjemahan.

Yogyakarta — Tahun 2026 dibuka dengan kegiatan Seminar Penerjemahan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Laboratorium Bahasa A, Kampus 4 UAD.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua Program Studi PBI, dosen, mahasiswa PBI dan MPBI, serta peserta dari luar PBI UAD. Kegiatan dimoderatori oleh Ika Juni Astiti, mahasiswa PBI UAD, dan menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman di bidang penerjemahan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., yang menyoroti relevansi isu kecerdasan buatan dalam dunia penerjemahan.

Sambutan Kaprodi PBI UAD, Sucipto, Ph.D.

“Penerjemahan saat ini sudah terintegrasi dengan kecerdasan buatan. Seminar ini membahas bagaimana bersikap bijak dalam bidang penerjemahan serta mendukung perluasan kompetensi mahasiswa, salah satunya di bidang translation,” ujarnya.

Pemateri pertama, Widiana Martiningsih, S.S., penerjemah bersertifikat HPI yang berfokus pada pelokalan gim dan teks umum, menekankan pentingnya kesadaran penerjemah pemula terhadap peran AI. Ia menjelaskan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti penerjemah manusia, karena penerjemah tetap berperan penting dalam memahami konteks, budaya, dan etika penerjemahan.

Pemateri Pertama Seminar Penerjemahan

“Manusia dan AI sama-sama memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam proses penerjemahan, sehingga keduanya perlu diposisikan secara proporsional,” ujarnya.

Pemateri kedua, Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., dosen PBI UAD sekaligus penerjemah bersertifikat HPI, menyampaikan materi Becoming a Professional Translator. Ia membahas berbagai bidang kerja penerjemahan, perbedaan penerjemah lepas dan agensi, proses sertifikasi HPI, serta tantangan profesional di dunia penerjemahan. Astry juga menekankan pentingnya membaca, latihan berkelanjutan, keterlibatan komunitas, dan personal branding bagi calon penerjemah.

Pemateri Kedua Seminar Penerjemahan

“Disiplin membaca dan banyak berlatih merupakan fondasi utama yang perlu dibangun sejak awal bagi calon penerjemah profesional. Penerjemah perlu membangun profil profesional dan personal branding supaya bisa bersaing dengan penerjemah lainnya,” jelasnya.

Seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan serta kesiapan mahasiswa dan peserta dalam menghadapi perkembangan dunia penerjemahan yang semakin dinamis di era teknologi.