Belum lama ini, tiga mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengikuti program Fast Track telah melaksanakan sidang hasil atau sidang skripsi S1 pada 31 Januari 2025. Hal ini menandakan bahwa mereka menyelesaikan studi mereka hanya dalam kurun waktu 3,5 tahun. Perlu diketahui, Fast Track merupakan salah satu program unggulan yang ada di Program Studi Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Program Fast Track adalah program percepatan studi dari S1 ke S2 yang dapat ditempuh dalam waktu 5 tahun. Program ini memungkinkan mahasiswa S1 yang sedang menempuh semester 7 untuk sekaligus menempuh semester 1 di jenjang S2. Mata kuliah S2 tahun pertama diintegrasikan dengan S1, sehingga tahun kedua fokus pada riset. Singkatnya, program ini memungkinkan mahasiswa untuk meraih gelar S.Pd. dan M.Pd. dalam waktu 5 tahun.
Tiga mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Azzam Firdausi Irawan, Dinda Nur Aida, dan Monica Gita Konipa. Di sini, mereka berbagi pengalaman terkait alasan ketertarikan mereka pada program ini, peluang karir, tantangan yang dihadapi, serta motivasi mereka untuk melalui semua itu.

Azzam Firdausi Irawan, Mahasiswa PBI 2021 ikuti Program Fast Track
Menurut Azzam Firdausi, seorang mahasiswa PBI UAD angkatan 2021 program ini merupakan kesempatan besar untuknya karena bisa mempercepat untuk meraih impiannya.
“Saya melihat program Fast Track sebagai kesempatan besar untuk mempercepat studi dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu mimpi besar saya adalah menjadi dosen, dan program ini sangat mendukung saya untuk meraih cita-cita tersebut, terutama dengan berbagai program menarik yang ditawarkan oleh MPBI UAD. Tentu, manajemen waktu menjadi tantangan tersendiri karena aku harus ‘mengegas’ target kelulusan S1 sambil mengerjakan tugas S2. Namun, dukungan dari orang tua, program studi, dan teman-teman selalu menjadi motivasi yang membuatku bertahan dalam menjalani perjalanan ini, ujar Azzam.”

Dinda Nur Aida, Mahasiswi PBI 2021 Ikuti Program Fast Track
Cerita lain datang dari Dinda Nur Aida, seorang mahasiswi PBI UAD angkatan 2021. Menurut Dinda program ini bisa membuka peluang karir yang lebih besar.
“Awalnya, saya berbicara dengan ibu tentang program Fast Track, dan beliau mendorong saya untuk ikut karena bisa meraih gelar sarjana dan magister dalam waktu hanya lima tahun, yang sangat menghemat waktu. Saya yakin bahwa peluang karir saya akan lebih luas, baik di dunia akademik maupun non-akademik, karena gelar magister yang diraih lebih awal memberikan keunggulan dalam melamar pekerjaan, terutama di bidang pendidikan, dan memungkinkan saya melanjutkan studi ke jenjang doktoral lebih cepat. Namun, tantangan terbesar bagi saya adalah manajemen waktu, karena saya harus menyelesaikan mata kuliah S1 dan S2 secara bersamaan. Beban akademik yang berat, terutama dalam menyelesaikan skripsi, serta menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi, juga menjadi tantangan tersendiri. Dukungan keluarga dan kesadaran bahwa program ini adalah investasi untuk masa depan saya menjadi hal-hal yang membuat saya tetap bertahan, ungkap Dinda.”

Monica Gita Konipa, Mahasiswi PBI 2021 Ikuti Program Fast Track
Dari sudut pandang yang berbeda, Monica Gita Konipa, seorang mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Menurutnya, baik prodi S1 maupun S2 sama-sama memberikan dukungan selama menjalani program ini.
“Saya tertarik mengikuti program ini karena orang tua saya menginginkan saya melanjutkan studi ke S2. Dengan program ini, saya dapat meraih gelar Sarjana dan Magister hanya dalam 5 tahun, menghemat waktu saya. Saya percaya peluang karir saya akan lebih luas, baik di dunia akademik maupun non-akademik, berkat gelar magister yang dapat saya peroleh lebih awal. Namun, tantangan terbesar yang saya hadapi adalah manajemen waktu, terutama saat membagi fokus antara menyelesaikan skripsi S1 di semester 7 dan memenuhi tugas S2. Dukungan dari kedua prodi PBI S1 dan S2 sangat membantu saya, membuat saya semangat meskipun ada kesulitan. Dosen-dosen dari kedua prodi selalu siap membimbing dan membantu, ditambah dukungan dari keluarga dan teman-teman terdekat saya, menjadikan program ini sebagai investasi yang berharga untuk masa depan, jelas Gita.”