Yogyakarta — Tahun 2026 dibuka dengan kegiatan Seminar Penerjemahan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Laboratorium Bahasa A, Kampus 4 UAD.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua Program Studi PBI, dosen, mahasiswa PBI dan MPBI, serta peserta dari luar PBI UAD. Kegiatan dimoderatori oleh Ika Juni Astiti, mahasiswa PBI UAD, dan menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman di bidang penerjemahan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., yang menyoroti relevansi isu kecerdasan buatan dalam dunia penerjemahan.

Sambutan Kaprodi PBI UAD, Sucipto, Ph.D.

“Penerjemahan saat ini sudah terintegrasi dengan kecerdasan buatan. Seminar ini membahas bagaimana bersikap bijak dalam bidang penerjemahan serta mendukung perluasan kompetensi mahasiswa, salah satunya di bidang translation,” ujarnya.

Pemateri pertama, Widiana Martiningsih, S.S., penerjemah bersertifikat HPI yang berfokus pada pelokalan gim dan teks umum, menekankan pentingnya kesadaran penerjemah pemula terhadap peran AI. Ia menjelaskan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti penerjemah manusia, karena penerjemah tetap berperan penting dalam memahami konteks, budaya, dan etika penerjemahan.

Pemateri Pertama Seminar Penerjemahan

“Manusia dan AI sama-sama memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam proses penerjemahan, sehingga keduanya perlu diposisikan secara proporsional,” ujarnya.

Pemateri kedua, Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I., dosen PBI UAD sekaligus penerjemah bersertifikat HPI, menyampaikan materi Becoming a Professional Translator. Ia membahas berbagai bidang kerja penerjemahan, perbedaan penerjemah lepas dan agensi, proses sertifikasi HPI, serta tantangan profesional di dunia penerjemahan. Astry juga menekankan pentingnya membaca, latihan berkelanjutan, keterlibatan komunitas, dan personal branding bagi calon penerjemah.

Pemateri Kedua Seminar Penerjemahan

“Disiplin membaca dan banyak berlatih merupakan fondasi utama yang perlu dibangun sejak awal bagi calon penerjemah profesional. Penerjemah perlu membangun profil profesional dan personal branding supaya bisa bersaing dengan penerjemah lainnya,” jelasnya.

Seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan serta kesiapan mahasiswa dan peserta dalam menghadapi perkembangan dunia penerjemahan yang semakin dinamis di era teknologi.