Yogyakarta – Tsalsa Rosyanda Putri merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2023. Ia terpilih sebagai salah satu dari tiga speaker SEA Teacher dari total 145 peserta. Ia tampil dalam Southeast Asia Conference on Pre-Service Teacher Education pada Rabu (21/10/2026).
Dalam konferensi tersebut, Tsalsa mewakili Indonesia dan UAD melalui sesi “SEA-Teacher Stories: Voices from Future Teachers”. Ia berbagi pengalaman selama mengikuti program SEA Teacher kepada peserta konferensi internasional.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh SEAMEO Secretariat ini berlangsung di Seda Manila Bay, Manila, Filipina. Tsalsa dan speaker dari Thailand mengikuti sesi secara daring melalui Zoom, sedangkan speaker dari Filipina hadir secara langsung di lokasi acara.
Kesempatan ini berawal dari partisipasi Tsalsa dalam program SEA Teacher pada Januari–Februari 2026. Dalam program tersebut, ia ditempatkan di Adamson University, Filipina. Ia memperoleh pengalaman mengajar sekaligus mengenal sistem pendidikan dan budaya yang berbeda. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam perjalanannya sebagai calon pendidik.
Terpilih sebagai salah satu dari tiga speaker memberinya kesempatan untuk membagikan pengalaman dan pembelajaran selama mengikuti program SEA Teacher. Melalui sesi tersebut, Tsalsa juga memperkenalkan perspektif calon guru Indonesia kepada peserta dari negara lain di Asia Tenggara.
Meski mendapat kesempatan berharga, Tsalsa menghadapi tantangan saat mempersiapkan diri untuk berbicara di forum internasional. Rasa gugup ketika berhadapan dengan audiens dari berbagai negara menjadi salah satu hal yang perlu ia atasi.

“Awalnya, saya merasa gugup karena harus berbicara di forum internasional dan mewakili Indonesia serta Universitas Ahmad Dahlan. Namun, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk belajar lebih percaya diri dan berbagi cerita tentang perjalanan selama mengikuti SEA Teacher,” ungkap Tsalsa.
Pengalaman ini menjadi kesempatan bagi Tsalsa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan memperluas wawasan tentang pendidikan. Ia juga belajar membangun kepercayaan diri saat berbicara di forum internasional.





