Yogyakarta – Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Komisariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Komda DIY), dan Akademi Translexi menghadirkan Simulasi Tes Sertifikasi Nasional (TSN) HPI untuk penerjemah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Laboratorium PPG, lantai 7 Gedung Siti Walidah, Kampus IV UAD. PBI UAD menjadi tuan rumah penyelenggaraan simulasi tersebut.

Simulasi dirancang semirip mungkin dengan pelaksanaan TSN HPI yang sesungguhnya. Seluruh peserta mengikuti alur ujian mulai dari pemeriksaan, pelaksanaan tes, hingga durasi pengerjaan selama tiga jam. Format soal juga disesuaikan dengan standar TSN HPI sehingga peserta memperoleh gambaran nyata mengenai ujian sertifikasi profesi penerjemah.

Ketua HPI Komda DIY, Andika Priadiputra, mengatakan bahwa simulasi ini bertujuan memberikan pengalaman kepada peserta sebelum mengikuti TSN HPI yang sebenarnya. Menurutnya, pengalaman tersebut penting agar peserta memahami aspek teknis maupun strategi menghadapi ujian.

Wakil Ketua Bidang I HPI

“Simulasi ini dibuat semirip mungkin dengan TSN HPI yang sesungguhnya. Mulai dari proses masuk, pemeriksaan, durasi selama tiga jam, hingga format soal semuanya disamakan. Tujuannya agar peserta tidak kaget ketika mengikuti tes resmi. Mereka sudah mengetahui apa yang harus dipersiapkan, seperti membawa kamus cetak, mengatur waktu, dan menyusun strategi selama mengerjakan soal,” ujarnya.

Andika menjelaskan bahwa TSN HPI tidak hanya menguji kemampuan menerjemahkan, tetapi juga ketahanan peserta dalam mengelola waktu. Selama ujian, peserta tidak diperkenankan menggunakan internet. Seluruh pencarian padanan istilah dilakukan menggunakan kamus atau referensi dalam bentuk cetak.

PBI UAD Jadi Tuan Rumah Simulasi Tes Sertifikasi Nasional HPI

Ia menambahkan bahwa soal yang diberikan juga menuntut konsentrasi tinggi karena berbentuk teks panjang. Dalam satu paket ujian terdapat satu soal wajib dan beberapa soal pilihan dengan panjang teks yang tidak singkat. Kondisi tersebut membuat peserta harus mampu membagi waktu secara efektif selama tiga jam pelaksanaan tes.

PBI UAD Jadi Tuan Rumah Simulasi Tes Sertifikasi Nasional HPI

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dan pembahasan soal bersama Wahyu Adi Putra Ginting, Wakil Ketua Bidang I HPI. Peserta memperoleh penjelasan mengenai pendekatan dalam menyelesaikan soal. Mereka juga mempelajari kesalahan yang umum dilakukan peserta serta strategi menghadapi TSN HPI sesuai standar penilaian yang berlaku.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu penerjemah mempersiapkan diri menghadapi Tes Sertifikasi Nasional (TSN) HPI. Kolaborasi HPI Komda DIY, PBI UAD, dan Akademi Translexi juga menjadi upaya untuk mendukung lahirnya penerjemah profesional.